Monday, 02 March 2026

Inovasi Pertanian BAKTI TASKIN: Budidaya Ubi Jalar Capai 60 Ton per Hektar di Kuningan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Kuningan – Dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan, BAKTI TASKIN Kabupaten Kuningan menunjukkan hasil signifikan melalui Panen Perdana Demplot Budidaya Ubi Jalar. Kegiatan yang digelar pada Selasa (7/10/2025) di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, ini membuktikan efektivitas inovasi pertanian yang mereka terapkan.

Peningkatan Hasil Mencolok Berkat Inovasi

Panen perdana ini dilakukan di atas lahan demplot seluas 1.400 meter persegi (100 bata) dengan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan hasil perhitungan, panen kali ini menghasilkan 6 ton per 100 bata atau setara 60 ton per hektar, meningkat signifikan dibanding hasil panen para petani setempat.

Ketua DPP BAKTI TASKIN RI, Syahrul Zaki, menegaskan bahwa inovasi adalah kunci dalam program ini. "Kami sedang berupaya membuat berbagai inovasi yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengentasan kemiskinan. Salah satunya melalui program budidaya ubi jalar ini yang terbukti memberikan hasil meningkat hingga 65 persen dari hasil panen yang biasa diperoleh petani," ujarnya.

Syahrul juga menambahkan, masalah utama petani ubi jalar terletak pada harga, sehingga pihaknya tengah menjalin kerja sama dengan eksportir untuk menjaga stabilitas harga jual agar tetap menguntungkan bagi petani.

Peran Lahan dan Komitmen Daerah

Sekretaris Diskatan Kab. Kuningan, H. Sanusi, S.P., M.P., menggarisbawahi pentingnya sektor pertanian di Kuningan, yang memiliki sekitar 5.000 hektar lahan pertanian ubi jalar. Lahan ini, terutama di wilayah utara, menjadi penghasil terbesar. Varietas yang dipanen, Ase Bandung, juga termasuk jenis unggulan dengan prospek pasar yang menjanjikan.

Ketua BAKTI TASKIN Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos (Bunda Ela), menjelaskan ubi jalar dipilih sebagai komoditas unggulan karena potensi pasar, nilai gizi, serta menjadi alternatif pangan lokal.

"Melalui kegiatan demplot ini, kami berharap dapat memberikan contoh dan inspirasi kepada masyarakat petani untuk mengembangkan pola budidaya yang produktif, efisien, dan berkelanjutan," ucap Bunda Ela.

Sebagai pengakuan atas komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan dan pemberdayaan petani, Hj. Ela Helayati ditetapkan sebagai “Bunda Ketapang” (Bunda Ketahanan Pangan) oleh BAKTI TASKIN RI. Panen perdana ini menjadi langkah awal penting untuk memperluas program budidaya ubi jalar, memanfaatkan potensi lahan Kuningan demi kesejahteraan masyarakat. (Amri-untuk Indonesia)