Monday, 02 March 2026

Warga Palestina Haru Bahagia, Israel - Hamas Sepakat Gencatan Senjata Tahap Pertama di Gaza

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indonesia – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menyepakati tahapan pertama gencatan senjata di Jalur Gaza, sebuah langkah menuju pengakhiran konflik. Pengumuman ini disampaikan Trump pada Rabu (8/10) melalui platform media sosialnya.

"Saya sangat bangga mengumumkan bahwa Israel telah menandatangani Tahap Pertama Rencana Perdamaian (Peace Plan) kami," tulis Trump di platform media sosial Truth Social.

Kesepakatan tahap pertama ini secara substansial mencakup pertukaran tahanan dan penarikan pasukan. Trump secara jelas menggarisbawahi isi dari fase awal tersebut:

"SEMUA sandera akan dibebaskan, dan Israel akan menarik pasukannya ke garis yang disepakati," imbuhnya, dilansir Al Jazeera.

Warga Palestina di Gaza yang telah lama hidup di bawah serangan tanpa henti menyambut kabar gencatan senjata dengan sukacita dan rasa lega pada Rabu (8/10/2025).

Masyarakat di Khan Younis, Gaza selatan, turun ke jalan merayakan jeda pertama dari serangan Israel sejak gencatan senjata rapuh sebelumnya runtuh lebih dari enam bulan lalu. Abdul Majeed Abd Rabbo, seorang warga Gaza, menyampaikan rasa syukurnya atas berakhirnya kekerasan.

Di Israel, kabar gencatan senjata memicu gelombang kebahagiaan di tengah meningkatnya penolakan terhadap perang yang berkepanjangan. Ribuan orang berkumpul di Hostage Square, Tel Aviv, untuk merayakan kabar damai dan menuntut pemulangan para sandera. Einav Zangauker, ibu dari sandera Israel, Matan Zangauker, menggambarkan perasaan emosional yang meluap-luap.

“Kami sangat gembira, air mata tidak berhenti mengalir, ini kegembiraan total,” katanya kepada media Israel, Arutz Sheva.

Tahap pertama proposal gencatan senjata yang diusulkan oleh Trump ini menyerukan gencatan senjata dan pembebasan 48 sandera Israel yang ditahan di Gaza, termasuk 20 orang yang diyakini masih hidup. Sebagai imbalannya, pada fase ini, tahanan Palestina juga akan dibebaskan dari penjara Israel. Hamas dilaporkan telah menyerahkan daftar sandera yang akan dibebaskan dari Gaza, sebagai bagian dari proses pertukaran.

Qatar, sebagai negara mediator utama dalam perundingan ini, mengonfirmasi tercapainya kesepakatan tersebut, pengumuman ini datang hanya beberapa jam setelah Presiden Trump sebelumnya menyatakan bahwa negosiasi yang sedang berlangsung "berjalan baik." Ia juga mengisyaratkan akan melakukan perjalanan ke kawasan tersebut untuk mendukung upaya perdamaian.

"Saya mungkin akan ke sana (Timur Tengah) sekitar akhir minggu ini, mungkin hari Minggu," kata Trump.

Kesepakatan ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi perdamaian yang lebih luas dan berkelanjutan di Jalur Gaza. (Amri-untuk Indonesia)