INDRAMAYU, lognews.co.id – Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan sekaligus membentuk karakter generasi muda. Dalam wawancara bersama Saheel dan Tiwi, reporter Prima 95.8 FM, Camat Haurgeulis sekaligus Ketua Mabiran Haurgeulis, Rory Firman, menyampaikan harapannya agar gerakan Pramuka menjadi wadah pembentukan karakter dan pengembangan potensi generasi muda.
Upacara peringatan digelar di Lapangan Gelora Bung Naswan, Desa Haurkolot, Kecamatan Haurgeulis, Jumat (14/8/2026), dan diikuti anggota Pramuka dari berbagai sekolah di Kecamatan Haurgeulis.
Kegiatan berlangsung dengan semangat sebagai bagian dari peringatan perjalanan gerakan Pramuka sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, dan cinta tanah air.
Rory Firman mengatakan kegiatan Pramuka dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk membentuk karakter dan mengembangkan potensi diri.
Menurutnya, Pramuka tidak hanya mengajarkan kegiatan organisasi, tetapi juga mendorong peserta menjadi pribadi yang lebih baik, inovatif, serta memiliki kreativitas.
“Harapan kami bahwa gerakan Pramuka ini adalah sebagai wadah untuk membentuk karakter, mendidik kita juga untuk menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang inovatif dan pribadi yang bisa meningkatkan kreativitas,” ujar Rory.
Pramuka Tak Hanya Berhenti di Upacara
Rory berharap para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan kegembiraan. Menurutnya, kegiatan Pramuka juga menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan antarpeserta.
Ia menekankan agar nilai-nilai yang diperoleh dalam kegiatan Pramuka dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan kegiatan yang baik ini, kami berharap semua peserta Pramuka bisa mengikuti kegiatan dengan baik, dengan penuh gembira,” katanya.
Tanamkan Nilai Kebersamaan
Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kecamatan Haurgeulis juga menjadi kesempatan bagi para anggota Pramuka untuk memperkuat rasa persaudaraan dan semangat kebersamaan.
Melalui kegiatan tersebut, Pramuka diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat bagi peserta maupun masyarakat.
Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, dan kebersamaan yang ditanamkan dalam kegiatan Pramuka diharapkan dapat terus diterapkan oleh generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.
lognews.co.id - Tidak semua guru mengajar di dalam kelas. Sebagian memilih melanjutkan pengabdiannya di tengah kebun, hamparan sawah, dan kandang ternak. Papan tulisnya berganti menjadi lahan pertanian, murid-muridnya adalah para petani dan peternak, sedangkan pelajaran yang diajarkannya ialah kerja keras, kemandirian, dan keberanian membangun masa depan dari desa.
Sosok itu adalah Husnul Muttakien, alumni Al-Zaytun angkatan kedua sekaligus pendiri Handeuleum Farm. Setelah bertahun-tahun mengabdikan diri sebagai pendidik, ia memilih jalan baru sebagai petani dan peternak. Bukan karena meninggalkan panggilan seorang guru, melainkan memperluas ruang pengabdiannya kepada masyarakat.
Saya berkesempatan menginap di Handeuleum Farm pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kawasan pertanian dan peternakan terpadu itu berada di Blok Sindangsari, Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Malam itu, di antara udara sejuk kaki Gunung Handeuleum dan suara ternak dari kandang, saya menyaksikan hasil perjalanan panjang seorang anak muda yang tidak pernah berhenti belajar, bekerja, dan mengabdi.
Guru yang Memilih Kembali ke Kampung
Husnul Muttakien lulus dari Al-Zaytun pada 2006. Setelah menamatkan pendidikan, ia menempuh jalan pengabdian di dunia pendidikan. Selama lima tahun ia berdiri di depan kelas sebagai guru. Ia kemudian dipercaya menjadi kepala Pendidikan Anak Usia Dini selama dua tahun dan memimpin SMA Nurul Falah selama lima tahun.
Pengalaman itu membentuk karakter kepemimpinannya. Menjadi guru mengajarkannya kesabaran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan membimbing orang lain untuk tumbuh.
Namun, Husnul tidak ingin pengabdiannya berhenti di ruang kelas. Ia melihat tanah di kampungnya menyimpan potensi yang belum sepenuhnya dikembangkan. Di tengah kecenderungan banyak anak muda meninggalkan desa untuk mencari kehidupan di kota, ia justru memilih kembali dan membangun masa depan dari kampung halaman.
Pada 2013, Husnul mulai menggarap lahan sekitar dua hektare. Sekitar 6.000 meter persegi merupakan lahan milik sendiri, sedangkan sisanya diperoleh melalui sistem gadai. Ia menanam nanas, jeruk, pepaya, cabai, dan berbagai komoditas pertanian lainnya.
Perjalanannya tidak selalu mudah. Sebagian tanah keluarga pernah tergadai untuk memenuhi kebutuhan persalinan. Namun, keadaan tersebut tidak memadamkan semangatnya. Lahan itu akhirnya berhasil dibebaskan pada 2021.
Tanggal 14 Maret 2021 kemudian menjadi tonggak penting berdirinya Handeuleum Farm. Husnul memulai usaha tersebut bersama orang tuanya. Langkah pertamanya sangat sederhana: menjual pisang.
Dari hasil kebun yang sederhana itulah ia menata kembali harapan.
Belajar dari Filosofi Handeuleum
Nama Handeuleum Farm diambil dari nama kampung dan Gunung Handeuleum. Dalam bahasa Sunda, handeuleum menggambarkan warna hitam atau gelap. Namun, tanaman handeuleum justru dikenal memiliki khasiat sebagai obat.
Filosofi tersebut seolah menyatu dengan perjalanan hidup Husnul. Masa sulit tidak selalu menjadi pertanda berakhirnya harapan. Kegelapan dapat menjadi ruang pembelajaran, bahkan berubah menjadi obat yang menguatkan kehidupan.
Ia tidak menunggu seluruh keadaan menjadi sempurna untuk memulai. Ia bekerja dengan apa yang dimiliki: sebidang tanah, beberapa tanaman, dukungan orang tua, serta keberanian untuk menekuni sektor yang sering dipandang kurang menjanjikan oleh generasi muda.
Baginya, pertanian bukan pekerjaan kelas dua. Bertani adalah profesi terhormat karena dari tangan petani kebutuhan paling mendasar manusia dapat dipenuhi.
Merintis dari Lima Ekor Kambing
Usaha peternakan Husnul berawal dari lima ekor kambing jawa. Jumlahnya kecil, tetapi dipelihara dengan ketekunan dan perencanaan yang terus diperbaiki.
Sedikit demi sedikit, populasi ternaknya bertambah. Kini Handeuleum Farm memiliki tiga kandang sapi dengan kapasitas sekitar 50 ekor, 22 kandang domba, kandang kambing, serta unit pemeliharaan ayam petelur.
Pada 2024, Husnul telah memiliki sekitar 86 induk domba Garut. Sejak 2025, pengembangan usaha semakin difokuskan pada pembibitan atau breeding domba Garut. Pilihan ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya ingin berdagang ternak, tetapi juga membangun sumber bibit yang berkelanjutan.
Kesehatan ternak menjadi bagian penting dalam pengelolaan. Hewan-hewan memperoleh vaksinasi dan vitamin secara berkala. Pemeriksaan kesehatan menyeluruh dilakukan setiap tiga bulan dengan melibatkan tim kesehatan ternak.
Perhatian tersebut menjadi bukti bahwa peternakan harus dikelola dengan pengetahuan, standar kesehatan, dan tanggung jawab. Kerja keras saja tidak cukup; diperlukan ilmu, tata kelola, dan kemampuan mengikuti perkembangan zaman.
Membangun Pertanian Terpadu
Handeuleum Farm kini berkembang menjadi kawasan agribisnis terpadu seluas sekitar 8,5 hektare. Di dalamnya terdapat kebun buah, pertanian hortikultura, lahan rumput pakan, serta kandang sapi, kambing, domba, dan ayam petelur.
Kebunnya ditanami sekitar 100 pohon durian dan 15 pohon manggis. Berbagai tanaman lain tumbuh di kawasan tersebut, seperti kupa, alkesa, kemang, jamblang, namnam, sukun, jengkol, leci, pepaya, cempedak, pisang tanduk, dan pisang raja bulu.
Pada sektor hortikultura, Handeuleum Farm mengembangkan jagung, kacang-kacangan, mentimun, padi, dan sejumlah komoditas lainnya. Sebagian lahan digunakan untuk menanam rumput sebagai sumber pakan ternak.
Model terpadu tersebut memungkinkan setiap sektor saling menopang. Lahan menyediakan pakan bagi ternak. Limbah ternak dapat diolah menjadi pupuk. Pupuk dikembalikan untuk menyuburkan kebun dan tanaman pangan.
Inilah pertanian yang tidak sekadar mengejar hasil, tetapi juga membangun keberlanjutan.
Dari Mengajar Murid hingga Membimbing Peternak
Jiwa pendidik Husnul ternyata tidak pernah hilang. Jika dahulu ia membimbing murid di sekolah, kini ia mendampingi petani dan peternak di desa.
Handeuleum Farm terlibat dalam program ketahanan pangan desa di lima kecamatan di Kabupaten Bogor, meliputi 12 desa. Kegiatan tersebut tidak berhenti pada pengadaan kambing dan domba. Husnul bersama tim juga memberikan pendampingan pemeliharaan, mengembangkan pembibitan, serta membantu pemasaran hasil ternak masyarakat.
Populasi ternak yang dikembangkan bersama masyarakat di 12 desa itu telah mencapai sekitar 850 ekor.
Pola tersebut membuat masyarakat tidak berjalan sendiri. Mereka memperoleh indukan, pengetahuan pemeliharaan, pendampingan, serta akses menuju pasar. Dengan demikian, peternakan dapat tumbuh menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Ruang kelas Husnul kini memang telah berubah. Akan tetapi, perannya tetap sama: menumbuhkan kemampuan, menyalakan kepercayaan diri, dan membantu orang lain menjadi lebih mandiri.
Tidak Cukup Memelihara, Harus Membangun Pasar
Husnul memahami bahwa salah satu persoalan terbesar peternak adalah pemasaran. Banyak peternak mampu memelihara hewan dengan baik, tetapi menghadapi kesulitan ketika harus menjualnya dengan harga yang layak.
Karena itu, Handeuleum Farm mengembangkan beberapa jalur pasar.
Pasar pertama adalah petani atau peternak yang membeli ternak untuk dipelihara dan dikembangbiakkan. Pasar kedua berasal dari kebutuhan akikah, dengan permintaan sekitar lima hingga sepuluh ekor setiap hari.
Pasar ketiga adalah kebutuhan ternak potong di Jatiasih, Bekasi. Melalui jalur tersebut, rata-rata sekitar 100 ekor dipasarkan setiap pekan.
Pasar keempat adalah kebutuhan Iduladha. Pada 2026, jaringan Handeuleum Farm memasarkan sekitar 4.200 ekor kambing dan domba serta 318 ekor sapi ke berbagai daerah di Indonesia.
Handeuleum Farm juga dipercaya menjadi mitra penyedia hewan kurban bagi beberapa lembaga nasional, antara lain Bank Mandiri Pusat, Dompet Dhuafa, dan Badan Amil Zakat Nasional.
Hubungan dengan lembaga filantropi telah dirintis sejak 2014. Saat itu, Husnul bekerja sama memenuhi kebutuhan kurban dengan menghimpun ternak dari para peternak. Dari proses tersebut, ia mempelajari pentingnya kualitas ternak, kepastian pasokan, ketepatan pengiriman, serta kepercayaan mitra.
Pasar berikutnya adalah program ketahanan pangan desa. Melalui pola ini, Handeuleum Farm menjual indukan, melakukan pendampingan, dan membantu pemasaran hasil ternak warga.
Dengan jaringan tersebut, peternak tidak hanya diajarkan bagaimana memelihara, tetapi juga dipastikan memiliki jalan untuk menjual hasil usahanya.
Menumbuhkan Lapangan Kerja
Handeuleum Farm kini mempekerjakan sekitar 25 orang. Kegiatan usaha didukung oleh lima manajer area yang mengelola wilayah Tasikmalaya, Cibungbulang, Pamijahan I, Pamijahan II, dan Gunung Bunder.
Sebelum mengembangkan Handeuleum Farm, Husnul telah merintis perdagangan dan ekspor jahe melalui PT Agroe Jaya Satria pada 2014. Pengalaman itu mengajarkannya cara membaca pasar, menjaga kualitas produk, dan membangun jaringan distribusi.
Kini, keseluruhan usaha yang dikembangkannya, telah mencatat omzet sekitar Rp12,7 miliar dalam 1 tahun.
Namun, pencapaian tersebut bukan semata-mata kisah tentang angka. Di balik omzet itu terdapat para pekerja yang memperoleh penghasilan, peternak desa yang mendapatkan pendampingan, keluarga-keluarga yang memiliki sumber kehidupan, dan konsumen yang memperoleh pasokan ternak berkualitas.
Keberhasilan menjadi lebih berarti ketika ia ikut menghidupkan orang lain.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Kisah Husnul Muttakien membawa pesan penting bagi generasi muda. Masa depan tidak hanya tersedia di kota, gedung perkantoran, atau perusahaan besar. Peluang juga terbentang di desa, kebun, sawah, dan kandang, selama dikelola dengan ilmu pengetahuan, teknologi, profesionalitas, dan keberanian.
Pertanian dan peternakan tidak boleh terus dipandang sebagai pekerjaan yang identik dengan kemiskinan atau keterbelakangan. Di tangan generasi terdidik, kedua bidang tersebut dapat berkembang menjadi usaha modern, membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi desa, dan menopang kemandirian pangan bangsa.
Sebagai alumni Al-Zaytun, Husnul menerjemahkan nilai pendidikan ke dalam karya nyata. Disiplin membentuk konsistensinya. Kemandirian menumbuhkan keberaniannya. Jiwa kepemimpinan menggerakkannya untuk melibatkan dan memberdayakan orang lain.
Ia mungkin tidak lagi berdiri di depan papan tulis. Namun, keteladanannya telah menjadi pelajaran yang hidup.
Malam semakin larut di Handeuleum Farm. Dari kandang-kandang itu terdengar suara ternak, sementara dedaunan bergerak perlahan disentuh angin pegunungan. Di tempat tersebut, saya menyadari bahwa Husnul sesungguhnya tidak pernah berhenti menjadi guru.
Dahulu, ia mengajar anak-anak membaca buku dan memahami pelajaran. Kini, ia mengajarkan masyarakat membaca peluang, mengolah tanah, memelihara ternak, dan membangun kemandirian.
Itulah dedikasi yang tidak pernah berhenti. Ruang pengabdiannya hanya berubah: dari kelas menuju kebun, dari sekolah menuju desa, dan dari mendidik murid menjadi menghidupkan harapan banyak orang.
Bagi anak-anak muda Indonesia, perjalanan Husnul adalah sebuah undangan: jangan takut memulai dari bawah, jangan malu kembali ke desa, dan jangan ragu menjadikan pertanian sebagai jalan masa depan.
Sebab, bangsa yang besar bukan hanya dibangun oleh mereka yang berbicara tentang perubahan, melainkan oleh orang-orang yang bersedia menanam, merawat, dan menumbuhkannya dengan tangan sendiri.
INDRAMAYU, lognews.co.id – Danramil Haurgeulis, Kapten Arm Suhendra, mengapresiasi pelaksanaan Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah di Ma'had Al-Zaytun yang dinilainya berlangsung meriah, tertib, dan mampu menghadirkan semangat persatuan di tengah keberagaman.
Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai di sela kegiatan yang berlangsung di Masjid Rahmatan Lil 'Alamin, Selasa (16/6/2026).
Kapten Suhendra mengungkapkan bahwa dirinya telah tiga kali mengunjungi Ma'had Al-Zaytun sejak bertugas di wilayah tersebut. Menurutnya, Al-Zaytun memiliki keunikan karena mampu menghadirkan berbagai tokoh dan tamu undangan dari beragam latar belakang agama, profesi, dan daerah dalam satu forum kebangsaan.
"Menurut pandangan saya, dengan dihadirkannya berbagai tokoh dari macam-macam agama yang ada di negara kita, ini sangat harmonis dan sangat bagus sekali. Al-Zaytun menjadi salah satu tempat yang mampu mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana persatuan," ujarnya pada saat diwawancarai oleh reporter lognews adisti.
Foto: Danramil Haurgeulis Kapten Arm Suhendra
Ia juga mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat yang hadir. Meski sempat terjadi kepadatan kendaraan menuju lokasi acara, seluruh rangkaian kegiatan tetap berlangsung tertib berkat pengelolaan yang baik dari panitia.
"Kami melihat areal parkir yang luas, kendaraan tertata rapi, dan para tamu diarahkan dengan baik sejak memasuki kawasan Al-Zaytun. Secara keseluruhan kegiatan berjalan tertib dan kondusif," katanya.
Menurut Kapten Suhendra, peringatan Tahun Baru Islam tahun ini tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat semangat kebangsaan dan optimisme menghadapi tantangan global.
Ia menilai berbagai program pendidikan dan pengembangan pertanian yang dijalankan Al-Zaytun memiliki relevansi dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional yang saat ini menjadi perhatian pemerintah.
"Dengan potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia, kita harus mampu mengelolanya secara maksimal. Program pendidikan dan pertanian yang dikembangkan Al-Zaytun dapat menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan pembangunan bangsa," ungkapnya.
Menutup wawancara, Kapten Suhendra menyampaikan pesan singkat untuk Ma'had Al-Zaytun.
"Tetap semangat. Merah Putih di dada. Merdeka," tegasnya.
Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah di Ma'had Al-Zaytun dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah serta menghadirkan tokoh nasional, tokoh lintas agama, akademisi, dan unsur masyarakat dalam semangat memperkokoh persatuan demi mewujudkan kemandirian bangsa. (Sahil untuk Indonesia)
INDRAMAYU, lognews.co.id – Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.A., menilai konsep Remontada From Within dan Novum Gradum yang diperkenalkan Syaykh Al-Zaytun Syaykh Panji Gumilang memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan pembangunan pendidikan Indonesia masa depan.
Pandangan tersebut disampaikan Prof. Dinn dalam tulisannya mengenai Grand Design 500 Pusat Pendidikan Nasional Berasrama Terintegrasi yang diinisiasi Ma’had Al-Zaytun. Dalam kajian itu, Prof. Dinn menjelaskan bahwa kedua konsep tersebut menjadi landasan filosofis sekaligus spirit penggerak transformasi pendidikan nasional yang bertumpu pada pembangunan karakter manusia dan keberanian melakukan lompatan kemajuan pendidikan.
Kebangkitan Pendidikan dari Dalam
Menurut Prof. Dinn, Remontada From Within mengandung makna kebangkitan yang bersumber dari kekuatan internal manusia dan lembaga pendidikan itu sendiri.
Ia menjelaskan bahwa perubahan besar dalam pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, kebijakan, atau pembangunan fisik, tetapi harus dimulai dari perubahan pola pikir, karakter, disiplin, integritas, dan kesadaran kolektif.
“Perubahan tidak dimulai dari lingkungan, teknologi, atau kebijakan, melainkan dari kesadaran diri, karakter, pola pikir, dan kemauan untuk berubah,” tulisnya.
Dalam konteks pendidikan, Prof. Dinn menilai konsep tersebut menempatkan manusia sebagai pusat transformasi. Kurikulum dan fasilitas hanya menjadi instrumen pendukung, sedangkan faktor utama keberhasilan pendidikan adalah tumbuhnya motivasi intrinsik, budaya belajar, dan etos kerja peserta didik.
Novum Gradum dan Langkah Baru Pendidikan
Selain Remontada From Within, Prof. Dinn juga menyoroti konsep Novum Gradum sebagai simbol keberanian memasuki tahap baru pembangunan pendidikan Indonesia.
Konsep yang berasal dari bahasa Latin itu dimaknai sebagai “langkah baru” menuju tingkat kemajuan yang lebih tinggi melalui inovasi, pembaruan, dan transformasi pendidikan.
Menurutnya, konsep tersebut relevan dengan tantangan abad ke-21 yang ditandai perkembangan kecerdasan buatan, digitalisasi, transformasi industri, dan globalisasi.
“Pendidikan tidak sekadar mempertahankan tradisi, tetapi harus terus menghasilkan inovasi yang relevan dengan perubahan zaman,” tulisnya.
Ia menilai pendidikan modern harus mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, penguasaan bahasa asing, literasi digital, kewirausahaan, serta wawasan kebangsaan dalam satu sistem pembelajaran yang utuh dan berorientasi masa depan.
Al-Zaytun Dinilai Menjadi Contoh Pendidikan Transformasional
Dalam tulisannya, Prof. Dinn memandang Ma’had Al-Zaytun sebagai salah satu contoh konkret penerapan konsep Remontada From Within dan Novum Gradum dalam praktik pendidikan nasional.
Menurutnya, pembangunan Al-Zaytun tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembentukan budaya institusi yang kuat melalui sistem pendidikan berasrama, disiplin, kemandirian, kebersihan, kepemimpinan, dan pembiasaan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dalam keseluruhan ekosistem kehidupan pesantren,” tulisnya.
Ia menilai kehidupan berasrama memungkinkan proses pendidikan berlangsung selama 24 jam sehingga nilai tanggung jawab, integritas, kemandirian, dan etos kerja tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi dipraktikkan langsung dalam kehidupan nyata.
Selain itu, Al-Zaytun juga dinilai berhasil mengintegrasikan pendidikan agama dengan pendidikan umum, teknologi, kewirausahaan, penguasaan bahasa asing, dan wawasan kebangsaan secara harmonis.
Pendidikan Berkarakter dan Kebangsaan
Prof. Dinn juga menyoroti bagaimana konsep tersebut menempatkan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan sebagai bagian penting dalam pembangunan manusia Indonesia.
Menurutnya, Al-Zaytun berupaya membangun pendidikan yang tidak mempertentangkan identitas keagamaan dengan identitas kebangsaan, tetapi justru mengembangkan keduanya secara harmonis.
“Berbagai kegiatan pendidikan dirancang untuk menumbuhkan kesadaran bahwa identitas keagamaan dan identitas kebangsaan bukanlah dua hal yang saling bertentangan,” tulisnya.
Dalam perspektif tersebut, Prof. Dinn memandang pendidikan pesantren memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia, inovasi sosial, dan pembentukan karakter kebangsaan Indonesia di masa depan.
Menjawab Tantangan Pendidikan Indonesia
Di akhir kajiannya, Prof. Dinn Wahyudin menegaskan bahwa konsep Remontada From Within dan Novum Gradum dapat menjadi fondasi lahirnya paradigma baru pendidikan Indonesia yang lebih berkarakter, inovatif, inklusif, dan berdaya saing global.
Menurutnya, kedua konsep tersebut saling melengkapi. Remontada From Within menjadi fondasi transformasi manusia dan budaya organisasi, sementara Novum Gradum menjadi arah strategis menuju lompatan kemajuan peradaban pendidikan Indonesia.
“Keduanya bersama-sama membentuk kerangka pendidikan yang berupaya melahirkan generasi yang berkarakter, berilmu, mandiri, serta siap menghadapi tantangan peradaban abad ke-21,” tulisnya. (Sahil untuk Indonesia)
lognews.co.id, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa anak usia 6 tahun sudah dapat mendaftar Sekolah Dasar (SD) pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 tanpa harus mengikuti tes membaca, menulis, dan berhitung (calistung). (25/5/26)
Ketentuan tersebut juga berlaku bagi anak berusia paling rendah 5 tahun 6 bulan dengan syarat memiliki rekomendasi tertulis dari psikolog profesional atau dewan guru terkait kesiapan psikis dan perkembangan anak.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menegaskan sekolah tidak boleh menjadikan syarat usia sebagai alasan untuk mengadakan tes akademik kepada calon siswa.
“Sekolah tidak boleh menjadikan ketentuan ini sebagai alasan untuk melakukan tes membaca, menulis, dan berhitung atau bentuk tes lain kepada calon murid kelas 1 SD,” ujar Gogot.
Menurutnya, penilaian kesiapan anak masuk SD bukan diukur dari kemampuan akademik dini, melainkan kesiapan perkembangan psikologis dan sosial anak.
“Yang boleh dilihat adalah kesiapan psikis dan kondisi perkembangan anak, bukan kemampuan akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung sebagai syarat masuk SD,” katanya.
Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Dalam aturan itu disebutkan bahwa calon siswa kelas 1 SD tidak dipersyaratkan mengikuti tes calistung maupun bentuk tes lainnya.
Selain itu, larangan tes calistung juga telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Pasal 69.
Kemendikdasmen menilai praktik tes calistung berpotensi memberikan tekanan psikologis kepada anak usia dini serta tidak sejalan dengan konsep pendidikan dasar yang menitikberatkan pada tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Gogot juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan sekolah yang masih menerapkan tes calistung, pungutan liar, maupun persyaratan lain yang bertentangan dengan ketentuan SPMB 2026/2027.
Laporan dapat disampaikan melalui Unit Layanan Terpadu Kemendikdasmen, pusat panggilan 177, layanan WhatsApp resmi, maupun surat elektronik pengaduan Kemendikdasmen.
Sementara itu, kuota prioritas penerimaan siswa baru SD tetap diberikan kepada anak berusia 7 tahun ke atas. Namun pemerintah memastikan anak usia 6 tahun tetap memiliki hak untuk mengikuti proses pendaftaran sesuai aturan yang berlaku.
Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan sistem penerimaan siswa baru yang lebih ramah anak, inklusif, dan berorientasi pada kesiapan tumbuh kembang peserta didik, bukan sekadar kemampuan akademik dini.
lognews.co.id, Yogyakarta – Perkembangan teknologi robot humanoid dinilai semakin pesat dan mulai menunjukkan kemampuan yang mendekati aktivitas manusia, mulai dari berjalan, bergerak presisi hingga memainkan alat musik. Namun, di balik kemajuan tersebut, tidak semua pekerjaan manusia dapat sepenuhnya digantikan oleh robot. (21/5/26)
Dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Ardi Wiranata, mengatakan pengembangan robot humanoid merupakan hasil evolusi panjang dari teknologi mesin yang terus diotomatisasi untuk membantu pekerjaan manusia secara berulang dan dalam jumlah besar.
“Mesin itu adalah alat yang dipakai untuk membantu kita mencapai sesuatu. Nah, robot sendiri merupakan mesin yang diotomatisasi guna membantu kita mencapai sesuatu tadi dengan jumlah banyak,” ujar Ardi, dikutip dari laman resmi Universitas Gadjah Mada.
Menurutnya, potensi robot dalam menggantikan tenaga manusia sangat bergantung pada kebutuhan industri dan bidang pekerjaan tertentu. Meski teknologi berkembang cepat, robot tetap memiliki sejumlah keterbatasan, terutama dalam hal respons, pengambilan keputusan, serta ketergantungan pada sistem sensor dan pemrograman.
Ardi menjelaskan, robot masih mengalami lag atau keterlambatan respons dibanding manusia. Selain itu, robot juga membutuhkan pemeliharaan, perbaikan, dan pengawasan berkala yang tetap memerlukan keterlibatan manusia.
“Kalau masih ada lag, responnya tidak akan secepat manusia dan pengambilan keputusan belum bisa secepat kita,” katanya.
Ia menambahkan, risiko teknis pada robot humanoid juga sangat ditentukan oleh kualitas sensor yang digunakan. Kesalahan sensor maupun sistem pemrograman dapat memicu gangguan yang berpotensi membahayakan manusia di sekitarnya.
Karena itu, menurut Ardi, pengembangan robot harus disertai pengujian ketat terhadap sistem keamanan dan fungsi perangkat yang digunakan.
Dalam kesempatan tersebut, Ardi juga menyoroti pesatnya perkembangan industri robot humanoid di China. Berdasarkan data resmi, China memiliki sekitar 140 produsen robot humanoid dengan lebih dari 330 model robot pada tahun 2025.
Ia menilai kemampuan China menekan harga produksi robot disebabkan oleh sistem produksi massal yang membuat biaya per unit menjadi lebih murah.
“Dengan produksi massal tersebut, kemungkinan akan menurunkan cost production,” jelasnya.
Meski demikian, Ardi menegaskan interaksi manusia tetap menjadi faktor penting yang belum sepenuhnya bisa digantikan teknologi, terutama pada pekerjaan yang membutuhkan empati, komunikasi langsung, dan pengambilan keputusan kompleks.
Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi robotika dengan memahami sistem kerja robot dan penerapannya di berbagai bidang industri.
“Paling utama adalah kita harus sebisa mungkin beradaptasi dengan apapun jenis teknologinya,” tutupnya. (Amri-untuk Indonesia)
INDRAMAYU, lognews.co.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Caridin, menyatakan dukungannya terhadap gagasan pembangunan 500 pusat pendidikan berasrama di Indonesia saat menghadiri Simposium Pendidikan Indonesia, Senin, 1 Juni 2026, di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin, Ma’had Al Zaytun.
Kegiatan bertajuk “Simposium Pendidikan Indonesia Menuju Transformasi Revolusioner Pendidikan Berasrama yang Terintegrasi Demi Terwujudnya Indonesia Modern di Abad XXI dan Usia 100 Tahun Kemerdekaan” tersebut merupakan kelanjutan dari Konferensi Pendidikan Indonesia yang berlangsung sehari sebelumnya, Ahad, 31 Mei 2026, di Lantai 5 Gedung Ali Ma’had Al Zaytun.
Dalam momentum yang sangat besar ini terdapat 50 profesor dan akademisi menyepakati sebuah deklarasi besar tentang pentingnya transformasi revolusioner pendidikan nasional melalui pembangunan sistem pendidikan berasrama yang terintegrasi di 500 titik Indonesia Raya Abadi. Gagasan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun generasi unggul, berkarakter, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan abad ke-21 dan usia 100 tahun kemerdekaan Indonesia.
Simposium tersebut mempertemukan berbagai profesor, akademisi, tokoh pendidikan, dan unsur pemerintah untuk membahas grand design pendidikan masa depan Indonesia.
Kadisdikbud Apresiasi Kajian Para Profesor
Dalam keterangannya, Caridin mengaku terkesan dengan berbagai hasil kajian dan gagasan yang disampaikan para profesor terkait arah pendidikan nasional.
“Saya ditugaskan oleh Pak Bupati untuk menghadiri kegiatan Simposium Pendidikan Indonesia. Alhamdulillah, tadi kita melihat berbagai hasil kajian dari para profesor yang sangat bagus sekali untuk mendukung bagaimana pendidikan Indonesia ke depan harus lebih baik,” ujarnya.
Ia menilai berbagai pemikiran yang disampaikan dalam forum tersebut menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam menghadapi tantangan globalisasi abad ke-21.
Hasil Simposium Akan Disampaikan kepada Bupati
Caridin menegaskan bahwa seluruh hasil diskusi dan gagasan dari forum tersebut akan disampaikan kepada Bupati Indramayu sebagai bahan pertimbangan pengembangan kebijakan pendidikan daerah.
Menurutnya, transformasi pendidikan tidak hanya menjadi kebutuhan daerah tertentu, tetapi merupakan kebutuhan nasional untuk mempersiapkan generasi masa depan Indonesia.
“Ini merupakan hasil kajian dari beberapa profesor perguruan tinggi di Indonesia terkait inovasi dan gagasan kemajuan pendidikan. Tidak hanya penting untuk Indramayu, tetapi juga untuk Indonesia,” katanya.
Pendidikan Berasrama Dinilai Jadi Solusi Tantangan Zaman
Salah satu gagasan utama yang dibahas dalam simposium adalah penguatan pendidikan berasrama berbasis pendekatan L-STEAMS serta pembangunan 500 titik pendidikan di berbagai daerah Indonesia.
Para peserta menilai pendidikan berasrama mampu membentuk karakter, integritas, kepemimpinan, kemandirian, serta memperkuat nilai kebangsaan dalam satu ekosistem pendidikan terpadu.
Caridin menyebut sistem pendidikan berasrama dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan pendidikan modern, terutama pengaruh media sosial dan distraksi digital terhadap peserta didik.
“Sekarang banyak tantangan bagi anak-anak, mulai dari media sosial hingga permainan gim yang membuat fokus belajar berkurang. Dengan pendidikan berasrama, pembinaan pendidikan akan lebih terfokus sehingga kualitas pendidikan bisa menjadi lebih baik,” jelasnya.
Konsep Pendidikan Al-Zaytun Dinilai Visioner
Dalam forum tersebut, berbagai profesor dan akademisi juga menilai grand design pendidikan berasrama yang dipraktikkan di Ma’had Al Zaytun memiliki potensi menjadi model pendidikan nasional.
Namun demikian, sejumlah catatan juga disampaikan, mulai dari kebutuhan anggaran, ketersediaan lahan, kualitas tenaga pengajar, integrasi teknologi, hingga pentingnya menjaga keberagaman dan hubungan sosial agar sistem pendidikan tetap inklusif serta relevan diterapkan di berbagai daerah Indonesia.
Caridin menilai konsep pendidikan Al-Zaytun sejalan dengan arah pembangunan pendidikan nasional yang lebih terintegrasi dan visioner.
“Ternyata Al-Zaytun juga memiliki visi yang sejalan dalam memberikan pelayanan pendidikan yang terintegrasi dan visioner,” ungkapnya.
Syaykh Panji Gumilang Soroti Pentingnya Ide Besar Pendidikan
Sorotan utama dalam simposium tersebut datang dari penyampaian Syaykh Al Zaytun, Syaykh AS Panji Gumilang, S.Sos., M.P. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh takut memiliki ide besar dalam bidang pendidikan.
Menurutnya, transformasi revolusioner pendidikan harus diwujudkan melalui sistem pendidikan terpadu berbasis L-STEAMS guna membangun generasi unggul, berintegritas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan manusia harus menjadi prioritas utama bangsa untuk mempercepat pemerataan pendidikan menuju abad ke-22.
Pendidikan untuk Ketahanan Bangsa dan Masa Depan Indonesia
Para peserta simposium sepakat bahwa pendidikan masa depan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus mengintegrasikan pendidikan karakter, akhlak, teknologi, sains, lingkungan, pangan, kewirausahaan, hingga toleransi.
Forum tersebut juga menyoroti kondisi Indonesia yang dinilai tengah menghadapi krisis critical thinking, krisis kepemimpinan, dan krisis keberanian. Karena itu, pendidikan berasrama diharapkan mampu menjadi laboratorium ketahanan pangan, pusat inovasi pangan lokal, sekaligus alat pembangunan kecerdasan bangsa.
Selain itu, konsep L-STEAMS disebut perlu menjadi karakteristik pendidikan Indonesia masa kini dan masa depan guna menciptakan generasi yang siap menghadapi perubahan zaman dan tantangan global.
Hasil Simposium Akan Disusun Menjadi Buku Besar Pendidikan
Rangkaian konferensi dan simposium pendidikan ini nantinya akan menghasilkan dokumen besar berupa buku atau bundel gagasan pendidikan nasional yang akan disampaikan kepada Pemerintah Indonesia, baik kepada Presiden RI, legislatif, maupun eksekutif.
Dokumen tersebut diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan membangun keberlanjutan bangsa menuju usia 100 tahun kemerdekaan.
Pesan untuk Syaykh Al-Zaytun
Di akhir wawancara, Caridin turut menyampaikan doa dan dukungan kepada pimpinan Al-Zaytun agar terus melanjutkan perjuangan di bidang pendidikan.
“Semoga beliau selalu sehat dan perjuangan pendidikan ini jangan sampai terhenti. Pendidikan harus terus diperjuangkan agar menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Sahil untuk Indonesia)
lognews.co.id, — Banyak pasangan muda lebih fokus memilih sofa, cat dinding, atau kitchen set saat menata rumah. Padahal, ada satu elemen sederhana yang sering dianggap sepele tetapi punya pengaruh besar terhadap kenyamanan rumah, yakni jam dinding.
Bagi ibu rumah tangga muda, jam dinding bukan hanya alat penunjuk waktu. Kehadirannya juga bisa menjadi dekorasi yang mempercantik ruangan sekaligus membantu mengatur aktivitas harian di rumah.
Mulai dari mengingat jadwal memasak, waktu menjemput anak, hingga mengatur rutinitas ibadah dan pekerjaan rumah, jam dinding tetap menjadi perlengkapan penting meski era digital semakin berkembang.
Pilih Jam Sesuai Karakter Rumah
Saat ini model jam dinding sangat beragam. Ada yang minimalis, klasik, modern, hingga unik dengan bentuk artistik.
Untuk rumah bergaya minimalis modern, jam dinding berbahan plastik atau logam dengan warna netral seperti putih, hitam, atau abu-abu bisa menjadi pilihan aman.
Sementara rumah bernuansa hangat dan natural cocok menggunakan jam berbahan kayu karena memberikan kesan lebih homey.
Jika ruangan tidak terlalu luas, sebaiknya hindari jam berukuran terlalu besar agar dinding tidak terlihat penuh. Sebaliknya, ruang tamu yang luas akan tampak lebih menarik dengan jam berdiameter besar sebagai titik fokus dekorasi.
Perhatikan Mesin dan Suara Jam
Salah satu hal yang sering membuat penghuni rumah terganggu adalah suara detak jam yang terlalu keras.
Untuk kamar tidur atau ruang keluarga, ibu rumah tangga muda disarankan memilih jam dengan teknologi silent sweep atau quartz movement yang lebih halus dan minim suara.
Selain lebih nyaman, mesin jenis ini biasanya lebih awet dan stabil digunakan dalam jangka panjang.
Warna Jam Bisa Pengaruhi Suasana Ruangan
Tidak banyak yang menyadari bahwa warna jam dinding ikut memengaruhi suasana rumah.
Jam berwarna terang memberi kesan ruangan lebih ceria dan segar, sedangkan warna gelap menghadirkan nuansa elegan dan tenang.
Agar lebih harmonis, pilih warna jam yang selaras dengan cat dinding atau furnitur di rumah.
Jangan Salah Meletakkan Jam Dinding
Penempatan jam juga penting diperhatikan. Idealnya jam dipasang di area yang mudah terlihat tanpa mengganggu estetika ruangan.
Beberapa lokasi terbaik antara lain:
ruang keluarga,
dapur,
ruang makan,
dan ruang belajar anak.
Hindari memasang jam terlalu tinggi karena akan menyulitkan untuk dilihat.
Tips Agar Jam Dinding Lebih Awet
Agar tidak cepat rusak, jam dinding perlu dirawat secara rutin.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
membersihkan debu minimal seminggu sekali,
mengganti baterai secara berkala,
menghindari area lembap,
serta memastikan gantungan dinding kuat dan stabil.
Jam yang dirawat baik biasanya mampu bertahan bertahun-tahun tanpa mengalami gangguan mesin.
Dekorasi Sederhana dengan Fungsi Maksimal
Di tengah tren dekorasi rumah minimalis dan hemat biaya, jam dinding menjadi salah satu elemen yang murah tetapi mampu mengubah suasana ruangan secara signifikan.
Tak heran jika banyak ibu rumah tangga muda kini mulai lebih selektif memilih jam dinding, bukan hanya berdasarkan harga, tetapi juga desain, kenyamanan, dan ketahanannya.
Dengan memilih jam yang tepat, rumah tidak hanya terasa lebih rapi dan estetik, tetapi juga membantu aktivitas harian berjalan lebih teratur. (Amri-untuk Indonesia)
lognews.co.id, Indramayu - Pelaksanaan TKA Susulan Paket B PKBM Al-Zaytun dilaksanakan di Gedung Bazar PKBM Al-Zaytun pada tanggal 16–17 Mei 2026. Kegiatan ini berada di bawah tanggung jawab Kepala PKBM Al-Zaytun bersama panitia pelaksana TKA yang telah mempersiapkan kegiatan dengan sebaik-baiknya demi kelancaran ujian.
Pada pelaksanaan hari pertama, tanggal 16 Mei 2026, peserta yang mengikuti TKA susulan berjumlah 2 orang. Kegiatan diawali dengan basmallah sebagai bentuk doa dan harapan agar pelaksanaan ujian diberikan kelancaran serta kemudahan.
Meskipun peserta yang hadir hanya sedikit, semangat mereka dalam mengikuti TKA tetap terlihat tinggi. Mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama adalah Matematika. Para peserta tampak serius, fokus, dan berusaha maksimal dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan.
Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa kendala teknis, terutama jaringan sinyal yang kurang stabil sehingga sempat menghambat proses ujian. Namun, berkat kerja sama panitia dan peserta, seluruh rangkaian TKA susulan tahap pertama tetap dapat diselesaikan dengan baik.
Pada hari kedua, tanggal 17 Mei 2026, panitia melakukan persiapan yang lebih matang agar kendala sebelumnya tidak kembali terjadi, terutama dalam kesiapan laptop, jaringan, dan perlengkapan penunjang lainnya.
Kegiatan kembali diawali dengan pembacaan basmalah, kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Ustadz Karim kepada seluruh peserta TKA. Dalam arahannya, beliau menyampaikan agar peserta tetap tenang, fokus, dan teliti dalam mengerjakan soal supaya memperoleh hasil yang maksimal .
Peserta yang mengikuti TKA pada hari kedua berjumlah 15 orang dengan mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia. Pelaksanaan ujian dimulai pukul 09.10 WIB hingga 11.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak tertib, penuh semangat, dan bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan soal ujian.
Seluruh rangkaian kegiatan TKA susulan kemudian ditutup dengan hamdallah sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran kegiatan yang telah dilaksanakan. Setelah acara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama dan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan dokumentasi kegiatan. (Saheel/Amri)
Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah
PANDEGLANG, lognews.co.id – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap masyarakat melalui kegiatan bakti kurban yang dilaksanakan di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (27/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan pendistribusian paket bakti kurban dari Syaykh Al-Zaytun, Syaykh Panji Gumilang, kepada masyarakat Menes. Dalam program tersebut, masyarakat menerima sebanyak 334 paket bantuan yang berasal dari penyembelihan 1 kepala sapi berbobot sekitar 780 kilogram.
Selain daging kurban, paket bantuan juga dilengkapi dengan beras untuk masyarakat penerima manfaat. Program ini dinilai menjadi bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat ukhuwah dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Kontributor Lognews TV Banten, Najma, melaporkan bahwa kegiatan pendistribusian berlangsung dengan penuh antusiasme dari masyarakat setempat. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya dalam meringankan beban ekonomi warga.
“Paket ini bermanfaat untuk mempererat ukhuwah, solidaritas sosial, meringankan beban ekonomi masyarakat, serta memberikan rasa perhatian kepada penerima agar tidak merasa dilupakan,” disampaikan dalam laporan lapangan.
Salah seorang tokoh masyarakat Menes menyampaikan bahwa program bakti kurban dari Syaykh Al-Zaytun telah beberapa kali diterima masyarakat dan selalu disambut dengan rasa syukur.
“Alhamdulillah ini mungkin yang kesekian kalinya. Masyarakat merasa bahagia dengan adanya pendistribusian daging kurban ini,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa jumlah penerima manfaat terus meningkat setiap tahun. Pada tahun ini, tercatat sekitar 334 penerima mendapatkan paket bakti kurban.
“Setiap tahun bertambah. Sekarang tercatat sekitar 334 penerima,” katanya.
Warga Menes juga menyampaikan doa dan ucapan terima kasih kepada Syaykh Panji Gumilang atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat.
“Kami sebagai masyarakat Menes merasa terbantu dengan adanya kurban ini. Semoga keluarga Syaykh Panji Gumilang diberi kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan panjang umur,” ujar salah satu warga penerima manfaat.
Warga lainnya juga mengaku bersyukur karena setiap tahun dapat merasakan manfaat dari distribusi daging kurban yang diberikan oleh Al-Zaytun.
“Rasanya sangat bahagia bisa makan daging setiap tahun dari Al-Zaytun,” ungkap warga.
Program bakti kurban ini menjadi bagian dari komitmen sosial Syaykh Al-Zaytun dalam menghadirkan kepedulian dan kebersamaan bagi masyarakat di berbagai daerah pada momentum Hari Raya Iduladha. (Saheel untuk Indonesia)
INDRAMAYU, lognews.co.id – Menjelang pertandingan antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara, Satlantas Polres Indramayu mengeluarkan imbauan kepada seluruh suporter agar menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas selama jalannya pertandingan.
Dalam poster imbauan yang disampaikan Satlantas Polres Indramayu, para pendukung kedua tim diminta untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kericuhan maupun gangguan keamanan.
Satlantas Polres Indramayu menegaskan beberapa poin penting yang wajib dipatuhi oleh para suporter. Di antaranya tidak membawa minuman keras, narkoba, maupun senjata tajam ke area pertandingan. Selain itu, suporter juga diimbau untuk tidak menyalakan flare, petasan, dan kembang api yang dapat membahayakan keselamatan penonton lainnya.
Tidak hanya itu, para pendukung Persib Bandung dan Persijap Jepara juga diminta menjaga kebersihan lingkungan stadion dengan membuang sampah pada tempatnya serta tetap menghormati sesama suporter demi terciptanya suasana pertandingan yang aman dan damai.
“Junjung selalu sportivitas dan utamakan keselamatan,” demikian pesan yang disampaikan dalam imbauan tersebut.
Satlantas Polres Indramayu juga mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi aturan lalu lintas saat berkendara menuju lokasi pertandingan, menggunakan helm, serta mengutamakan keselamatan keluarga di rumah.
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan pertandingan Persib Bandung kontra Persijap Jepara dapat berlangsung aman, nyaman, tertib, dan menjadi hiburan positif bagi masyarakat pecinta sepak bola. (Saheel untuk Indonesia)
lognews.co.id, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menetapkan awal Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha atau 10 Zulhijah 1447 H dipastikan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Keputusan ini diambil dalam Sidang Isbat yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (17/5/2026) sore.
Sidang Isbat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar dan dihadiri oleh perwakilan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam serta instansi terkait. Proses penetapan dilakukan secara komprehensif dengan mengintegrasikan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal) yang saling melengkapi.
Sebelum keputusan diambil, Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag RI, Cecep Nurwendaya, memaparkan bahwa posisi hilal di seluruh wilayah NKRI secara teoritis sangat memungkinkan untuk dirukyat karena telah memenuhi kriteria baru MABIMS. Ketinggian hilal di seluruh Indonesia tercatat sudah berada di atas minimum 3 derajat dengan sudut elongasi minimum 6,4 derajat, sehingga secara hisab 1 Zulhijah 1447 H bertepatan dengan Senin Kliwon.
Pelaksanaan Sidang Isbat ini sendiri berjalan lancar melalui tiga tahapan utama, yang diawali dengan seminar terbuka mengenai pemaparan posisi hilal, dilanjutkan dengan sidang penetapan awal Zulhijah secara tertutup bersama para tokoh ormas Islam, dan diakhiri dengan konferensi pers resmi yang mengumumkan hasil ketetapan kepada masyarakat luas. (Amri-untuk Indonesia)
lognews.co.id - Pascasarjana Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan melalui Program Studi Magister PGSD turut berpartisipasi dalam kegiatan HDPGSDI 2026 sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) serta mendorong pembelajaran yang lebih transformatif, adaptif, dan kolaboratif.
Melalui seminar, workshop, dan forum akademik yang berlangsung pada tanggal 22–24 Mei 2026, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring keilmuan, serta meningkatkan mutu pendidikan tinggi di era transformasi pendidikan dan perkembangan global.
Hasil konkret yang dicapai dalam kegiatan ini adalah tersusunnya rancangan sebanyak 9 Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pascasarjana serta 9 Implementation of Arrangement (IA) Program Studi Magister PGSD dengan berbagai institusi mitra, yaitu Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Negeri Makassar, HDPGSDI, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Universitas Dwijendra, Universitas Hamzanwadi Lombok, Universitas Pamulang, dan Universitas Pendidikan Ganesha.
Kerja sama yang terbangun tidak hanya sebatas penandatanganan dokumen administratif, tetapi telah diimplementasikan melalui kegiatan akademik bersama, seperti Focus Group Discussion (FGD) pengembangan kurikulum dan penyelarasan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi Pendidikan Dasar. Langkah ini menjadi wujud penguatan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan kurikulum berbasis OBE, peningkatan mutu akademik, penelitian kolaboratif, dan pembelajaran transformatif di lingkungan Pascasarjana Institut Mpu Kuturan.
Melalui kegiatan ini diharapkan jejaring kerja sama yang terbangun dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas lulusan, serta pengembangan Program Studi Magister PGSD Pascasarjana Institut Mpu Kuturan di tingkat nasional. (Amri-untuk Indonesia)
lognews.co.id, - Indramayu — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu terus memperkuat kualitas publikasi digital pemerintah daerah melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Website Perangkat Daerah yang diikuti admin website dinas dan kecamatan se-Kabupaten Indramayu. Kegiatan tersebut digelar sebagai langkah strategis meningkatkan kapasitas pengelola informasi publik di lingkungan pemerintahan daerah. (19/5/26)
Bimtek ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam memperkuat transparansi informasi publik sekaligus mengoptimalkan penyebarluasan program pembangunan daerah melalui platform digital resmi pemerintah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, H. Suwenda, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa website perangkat daerah kini memiliki posisi penting sebagai media utama komunikasi pemerintah kepada masyarakat.
Menurutnya, optimalisasi website bukan lagi sekadar memenuhi kebutuhan administratif, melainkan bentuk pelayanan publik yang harus mampu menghadirkan informasi cepat, akurat, dan dapat dipercaya.
“Website perangkat daerah adalah garda terdepan dalam penyampaian informasi program pemerintah. Masyarakat membutuhkan akses informasi yang mudah dijangkau dan terpercaya,” ujar Suwenda.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital menuntut setiap perangkat daerah mampu menyajikan informasi secara profesional, informatif, dan responsif terhadap kebutuhan publik.
Kegiatan yang dipandu oleh Tati Sunarti tersebut menghadirkan peserta dari berbagai perangkat daerah di Kabupaten Indramayu. Dalam laporannya, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Indramayu, Heru Susanto, menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menyajikan data dan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Menurut Heru, website pemerintah harus menjadi pusat informasi resmi yang mampu mendukung keterbukaan informasi publik serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
“Website bukan hanya pajangan digital, tetapi alat vital untuk transparansi program pemerintah dan sarana komunikasi publik yang efektif,” katanya.
Pada sesi materi, narasumber Bambang Purnomo menjelaskan pentingnya tata kelola konten dan estetika tampilan website pemerintahan. Ia menyebut tampilan visual yang baik akan membantu masyarakat lebih mudah memahami informasi yang disampaikan.
“Konten informatif harus ditunjang visual dan struktur yang baik agar masyarakat nyaman mengakses informasi. Website pemerintah harus tampil modern dan ramah pengguna,” jelas Bambang.
Sementara itu, narasumber lainnya, Saji Yogi Permana, membahas aspek teknis pengelolaan website, khususnya terkait keamanan data dan stabilitas sistem digital.
Ia mengingatkan pentingnya pembaruan sistem secara berkala untuk mencegah gangguan teknis maupun ancaman keamanan siber yang dapat menghambat pelayanan informasi publik.
“Keamanan data dan stabilitas akses menjadi prioritas utama. Admin website harus rutin melakukan pembaruan agar layanan informasi publik tetap berjalan optimal,” ujar Saji.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi kuis interaktif guna meningkatkan partisipasi peserta. Dokumentasi kegiatan, termasuk rekaman materi dan sambutan narasumber, turut diarsipkan secara digital sebagai bahan pembelajaran lanjutan bagi seluruh admin website perangkat daerah.
Melalui kegiatan ini, Diskominfo Indramayu berharap pengelolaan website pemerintah daerah semakin profesional, adaptif, dan mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta berbasis digital.
lognews.co.id, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menyampaikan permintaan maaf setelah Garuda Muda gagal melaju dari fase grup Piala Asia U-17 2026 sekaligus dipastikan tidak tampil di Piala Dunia U-17 2026. (13/5/26)
Kegagalan tersebut dipastikan usai Indonesia menelan kekalahan 1-3 dari Jepang pada laga terakhir Grup B di King Abdullah Sport City Training Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Selasa waktu setempat.
“Atas nama pribadi dan juga sebagai pelatih kepala, sebagai penanggung jawab di tim ini, saya mohon maaf atas kegagalan ini,” ujar Kurniawan dalam keterangan audio pascalaga yang diterima di Jakarta, Rabu.
Hasil itu membuat Timnas U-17 Indonesia menutup fase grup di posisi juru kunci Grup B dengan raihan tiga poin. Jepang keluar sebagai juara grup dengan sembilan poin, disusul China enam poin, sedangkan Qatar berada di posisi ketiga dengan tiga poin namun unggul selisih gol atas Indonesia.
Dua tim teratas grup berhak lolos ke fase gugur sekaligus mengamankan tiket menuju putaran final Piala Dunia U-17 2026. Dengan hasil tersebut, Indonesia dipastikan gagal memenuhi target tampil di ajang dunia kelompok usia tersebut.
Selain meminta maaf, Kurniawan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain, staf pelatih, dan ofisial yang telah bekerja keras sejak masa persiapan hingga turnamen berlangsung.
Menurut dia, kegagalan di level junior bukan akhir perjalanan karier para pemain muda Indonesia. Ia meminta skuad Garuda Muda tetap menjaga semangat dan terus berkembang demi menembus level yang lebih tinggi.
“Saya berpesan kepada mereka bahwa ini bukan akhir dari segalanya. Karier mereka masih panjang, terus berlatih, menjadi pemain profesional sejati dan berharap bisa tampil di tim nasional level berikutnya, dan pada akhirnya bisa bermain di timnas senior,” katanya.
Kegagalan Indonesia di edisi 2026 menjadi kemunduran dibanding pencapaian tahun sebelumnya. Pada Piala Asia U-17 2025, Garuda Muda berhasil menembus babak perempat final dan memastikan tiket tampil di Piala Dunia U-17 2025.
Sebelumnya, Indonesia sempat membuka peluang lolos setelah meraih kemenangan atas China pada laga awal. Namun kekalahan dari Qatar dan Jepang membuat langkah Garuda Muda terhenti di fase grup.
lognews.co.id, Malang – Kawasan wisata Gunung Bromo akan ditutup sementara selama pelaksanaan ritual adat Yadnya Kasada oleh masyarakat Suku Tengger. Penutupan dilakukan mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2026 sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi sakral masyarakat setempat. (26/5/26).
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyampaikan, seluruh aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo dihentikan sementara selama prosesi ritual berlangsung.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, kebijakan penutupan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran Ketua Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger terkait pelaksanaan Upacara Yadnya Kasada 2026.
“Penutupan kawasan Bromo berlaku sejak 30 Mei 2026 pukul 00.00 WIB hingga 2 Juni 2026 pukul 23.59 WIB dalam rangka ritual Kasada,” ujar Rudijanta sebagaimana dikutip dari Antara.
Penutupan itu tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor PG.7/T.8/TU/HMS.01.08/B/05/2026 tentang Penutupan Kegiatan Wisata Gunung Bromo dan Sekitarnya pada Upacara Ritual Yadnya Kasada Tahun 2026.
Selama masa penutupan, kawasan Gunung Bromo hanya dapat diakses oleh masyarakat Tengger serta pihak-pihak yang mengikuti rangkaian ritual adat. Sementara pada 2 Juni 2026, akses kawasan dibatasi khusus untuk kegiatan pembersihan area pasca-upacara.
Balai Besar TNBTS memastikan kawasan wisata Gunung Bromo akan kembali dibuka untuk umum mulai Rabu, 3 Juni 2026 pukul 01.00 WIB.
Pihak TNBTS juga mengimbau seluruh wisatawan dan pelaku jasa wisata agar mematuhi aturan penutupan serta menghormati tradisi masyarakat Tengger yang setiap tahun melaksanakan ritual Yadnya Kasada.
Ritual Yadnya Kasada sendiri merupakan tradisi sakral masyarakat Suku Tengger yang dilakukan dengan mempersembahkan hasil bumi dan sesajen ke kawah Gunung Bromo sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, kawasan wisata Gunung Bromo tercatat telah dikunjungi sebanyak 344.039 wisatawan. Jumlah tersebut terdiri dari 332.432 wisatawan domestik dan 11.607 wisatawan mancanegara.
Tradisi budaya yang tetap dijaga masyarakat Tengger ini sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang unik di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. (Amri-untuk Indonesia)
lognews.co.id, Jakarta – Pola makan sehat dinilai mampu membantu meningkatkan daya ingat dan fungsi kognitif otak. Sebaliknya, konsumsi gula berlebihan dalam jangka panjang disebut berpotensi memicu gangguan memori yang sulit dipulihkan secara sempurna.
Temuan tersebut terungkap dalam studi yang dilakukan peneliti dari University of Technology Sydney dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nutritional Neuroscience.
Penelitian tersebut menganalisis 27 studi praklinis untuk mengetahui pengaruh perubahan pola makan terhadap kemampuan memori dan fungsi otak setelah seseorang beralih dari pola makan tidak sehat menuju pola makan yang lebih baik.
Penulis utama penelitian, Simone Rehn, mengatakan peningkatan kualitas makanan memang memberikan dampak positif terhadap kemampuan daya ingat. Namun, pemulihan fungsi memori tidak sepenuhnya kembali seperti kondisi awal sebelum terpapar pola makan buruk.
Dalam penelitian itu, hewan pengerat yang mulai mengonsumsi makanan sehat menunjukkan performa memori lebih baik dibanding kelompok yang tetap mengonsumsi makanan tinggi lemak maupun tinggi gula.
Meski demikian, hasil pemulihan berbeda tergantung jenis pola makan sebelumnya. Peneliti menemukan perbaikan daya ingat masih terlihat pada kelompok dengan pola makan tinggi lemak. Sebaliknya, pemulihan fungsi memori tidak ditemukan pada kelompok yang sebelumnya mengonsumsi makanan tinggi gula atau kombinasi tinggi gula dan lemak.
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa konsumsi gula berlebihan menjadi faktor utama yang menghambat pemulihan fungsi kognitif otak.
Menurut Simone Rehn, kemampuan memori yang diuji dalam studi tersebut berkaitan erat dengan fungsi hipokampus, yaitu bagian otak yang berperan penting dalam proses belajar, penyimpanan ingatan, dan pengaturan nafsu makan.
Penelitian juga mencatat perubahan pola makan sehat tidak menunjukkan dampak signifikan terhadap kecemasan, tingkat aktivitas, maupun motivasi terhadap makanan. Hal ini menunjukkan manfaat terbesar pola makan sehat lebih dominan pada peningkatan fungsi daya ingat dan kemampuan kognitif.
Para peneliti menilai temuan tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk mulai membatasi konsumsi gula berlebih sejak dini demi menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang. (Amri-untuk Indonesia)
lognews.co.id - Viralnya kasus Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI 2026 di Kalimantan Barat menjadi tontonan yang menyakitkan bagi banyak orang.
Bagaimana tidak? Jawaban yang benar dari satu regu justru dinyatakan salah dan diberi nilai minus 5. Ironisnya, jawaban yang sama dari regu lain malah dianggap benar dan diberi nilai 10. Semua terjadi terang-terangan di hadapan peserta dan penonton.
Di situlah generasi muda diperlihatkan secara nyata tentang wajah ketidakadilan. Tentang bagaimana kebenaran bisa dipatahkan oleh mereka yang memiliki kewenangan. Tentang bagaimana keputusan dapat berubah bukan karena fakta, melainkan karena siapa yang memegang kuasa.
Lebih menyedihkan lagi, hal seperti ini dilakukan oleh “dewan juri” yang seharusnya menjadi teladan. Orang-orang yang mestinya mengajarkan sportivitas, kejujuran, dan kebijaksanaan, justru mempertontonkan kebingungan keputusan yang terkesan sewenang-wenang.
Apa yang terjadi di lomba itu seakan menjadi miniatur keadaan yang sering dirasakan masyarakat: hukum dan keputusan terkadang tidak lagi berdiri di atas kejujuran, melainkan kepentingan. Yang benar bisa disalahkan. Yang salah bisa dibenarkan.
Namun untuk para peserta muda yang dirugikan, bersabarlah. Ini mungkin bukan sekadar lomba pengetahuan, melainkan pelajaran hidup tentang bagaimana menghadapi ketidakjujuran dan ketidakadilan.
Dan kelak, bila kalian menjadi pemimpin, menjadi juri, menjadi orang yang memiliki kewenangan — jangan balas luka ini dengan cara yang sama. Jadilah pribadi yang adil, jujur, dan bijak. Jadilah teladan yang menghadirkan rasa hormat, bukan ketakutan.
Kini ketika video kejadian itu telah viral dan dapat diputar ulang berkali-kali, publik tentu menunggu: adakah keberanian dari pihak juri untuk melakukan klarifikasi atau sekadar meminta maaf?
Sebab mengakui kesalahan tidak akan menjatuhkan martabat. Justru itulah tanda kejujuran dan kebesaran hati. (Sahil/Amri untuk Indonesia)