lognews.co.id, Indonesia - Ibadah Ju'mat di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Pusat pendidikan Ma’had Al-Zaytun diisi dengan Dzikir Jum'at Syaykh Al-Zaytun Panji Gumilang seusai membacakan asmaul husna dan asma nabi. (19/12/'25)
Dalam sidang jum'at tersebut didepan jama'ah Syakh menekankan pentingnya merombak sistem pendidikan melalui kurikulum LSTEAMS untuk menyongsong Indonesia yang modern dan sesuai dengan tantangan dan kondisi dunia di abad XXI .
Syaykh kemudian mewanti wanti kepada guru Ma'had Al-Zaytun agar terus mencermati perkembangan yang terus bergulir begitu cepat, agar tidak ada kondisi seperti "ketinggalan kereta api" sehingga perlu merinci satu persatu nilai L sampai S terakhir kemudian menguraikan seperti apa "LSTEAMS" yang kita kehendaki.
Untuk mencapainya maka Kepala Sekolah perlu runding duduk bersama mereformasi kurikulum nasional menjadi kurikulum yang dapat membangun bangsa dam ikut perkembangan dunia, oleh tim kurikulum mulai dari tingkat PAUD, tingkat sekolah dasar, menengah dan perguruan tinggi yang dibentuk oleh Al-Zaytun.
"Tim asrama, majelis guru di atas, Kepala Sekolah, berunding apa yang harus dijabarkan dari LSTEAMS ,mumpung pelajar masih ditingkat menengah, supaya cara berfikir mereka merdeka, tidak sempit." jelas Syaykh.
Syakh menegaskan bahwa gagasan LSTEAMS dapat dilakukan secara bersama sama "kita lakukan, kita laksanakan" tegas Syaykh, kemudian Syaykh juga mempertegas agar tidak menggunakan bahasa "eksklusif" namun menggunakan bahasa atau istilah didalam pendidikan.
Sehingga tidak berpegangan kepada kurikulum yang tidak berdaya dalam mengenalkan nasionalisme dari pangkalnya, nasionalisme hanya ucapan tanpa makna, menumbuhkan dasar negara pun tidak juga tumbuh, oleh karenanya LSTEAMS menjadi jawaban untuk merombak secara mendasar wajah pendidikan Indonesia, yang setiap saat menanamkan cinta negara karena ada di antheme Indonesia Raya 3 Stanza , sehingga mengenali bangsanya kemudian masuk kedalam relung hati, dipraktekkan di Ma'had Al-Zaytun .
Syaykh juga mempertegas pendidikan di Ma'had Al-Zaytun adalah mengarahkan cara berfikir yang merdeka tempat untuk mentadaburi ajaran yang bersumber dari Al Qur’an bukan dari buku buku rujukan lain yang semakin membingungkan dengan cara berfikir di zaman seperti sekarang ini.
"Guru dalam membimbing jangan memaksakan, apalagi dengan membawa buku yang dikarang orang, padahal Al Qur’an ada didepan kita tinggal klik bunyi sendiri (Alqur'an yang ada di Hand Phone/Red)" ujar Syaykh .
Syaykh mencontohkan ada guru yang masih berpegang teguh mengharamkan Anjing dan melabeli sebagai binatang yang najis, sedangkan kecenderungan anak sekarang lebih cerdas dan cepat mencari referensi pembanding yang dicarinya dengan alat langsung sekali "klik".
Menurut Syaykh, pembelajaran yang menggunakan doktrin tidak sesuai dengan abad XXI dan pola pikir para pelajar yang serba "klik" menelusuri dengan alat yang mereka miliki, lalu ketika diskak mat oleh muridnya sendiri, lantas guru bertahan, maka Syaykh mengingatkan jangan sampai terjadi seperti itu.
Kelemahan pendidikan di Indonesia Indonesia adalah masih menggunakan kurikulum STEM (Science, Technology , Engineering and Mathematic) tanpa ditambahkannya unsur Law, Art , dan Spiritualitas.
Padahal unsur Law didalam kurikulum LSTEAMS dapat menanamkan nilai kedisiplinan, membentuk karakter kejujuran, dan tanggung jawab sadar pada aturan tanpa paksaan. sedangkan unsur Art bukan hal yang remeh karena mampu memperhalus budi.
Dengan demikian penerapan kurikulum nasional STEM tanpa Law, Art dan Spiritual justru akan mempersulit dalam membawa anak bangsa membangun Indonesia yang maju dan modern di abad XXI dan Indonesia emas 2045 hingga Indonesia Abadi 1.000 tahun. (Amri-untuk Indonesia)


