lognews.co.id, Indonesia - Ma’had Al-Zaytun secara konsisten mendatangkan para profesor ternama dari Indonesia yang memiliki prestasi dan wawasan pendidikan mendalam untuk bersama-sama dengan pelaku didik menggali inovasi dan mengkritisi pendidikan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Melalui simposium dan pelatihan, para ahli memberikan wawasan keilmuan dan strategi pendidikan guna menjemput Indonesia modern yang berkelanjutan dan abadi.
Prof. Dr. Jarnuzi Gunlazuardi, Guru Besar di bidang Ilmu Foto Elektro Kimia dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, menjadi salah satu narasumber utama dalam acara pelatihan pelaku didik bertema "menuju transformasi revolusioner pendidikan berasrama demi terwujudnya Indonesia modern abad XXI dan usia 100 tahun kemerdekaan". Ia menekankan peran pendidikan terutama Science sebagai pilar utama dalam pembangunan bangsa.
Gagasan LSTEAM oleh Syaykh Al-Zaytun Panji Gumilang: Integrasi Pendidikan Masa Depan
Model pendidikan LSTEAM yang digagas oleh Syaykh Abdussalam Panji Gumilang, M.P., merupakan suatu inovasi kurikulum terpadu yang melampaui konsep STEM tradisional. Prof. Jarnuzi memandang LSTEAM bukan sebagai kumpulan disiplin ilmu terpisah, melainkan sebagai satu kesatuan integratif antara Science (S), Technology (T), Engineering (E), Mathematics (M), serta tambahan unsur Law (L) dan Art (A).
Perspektif "Law" dalam LSTEAM menurut Prof. Jarnuzi bisa diartikan yaitu merujuk pada “Science” pemahaman hukum alam yang berlaku secara universal dalam kehidupan. Filosofi ini mengajarkan para pelajar untuk memahami bahwa terdapat rumus dan hukum ilahi yang dapat ditemukan dan dimanfaatkan melalui inovasi manusia, asalkan mereka mau mempelajari cara kerja dan aplikasinya.
Sementara itu, dimensi "Art" diposisikan dalam ranah rekayasa dan matematika untuk menciptakan karya yang tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi, berupa bangunan dan produk dengan desain yang kokoh dan perhitungan presisi.

Keunggulan Model Pendidikan Berasrama hasilkan Pelajar Inovator
Ekosistem pendidikan berasrama yang diterapkan di Ma’had Al-Zaytun mendapat penilaian positif tinggi dari Prof. Jarnuzi. Ia melihat bahwa sistem ini merupakan modal penting yang memungkinkan pengembangan pendidikan secara berkelanjutan, sesuai visi LSTEAM yang digagas oleh Syaykh Panji Gumilang dalam kerangka novum gradum (tingkatan baru).
Penerapan LSTEAM di Ma’had Al-Zaytun berjalan dengan efisien dan efektif, baik bagi pelaku didik yang bersekolah di lingkungan dormitorium maupun yang tanpa asrama. Pengalaman Prof. Jarnuzi sebagai asesor di perguruan tinggi, seperti Universitas Muhammadiyah Malang, memperkuat keyakinannya bahwa kualitas pendidikan di Ma’had Al-Zaytun mampu mengoptimalkan proses pembelajaran secara lengkap dalam ekosistem yang terpadu dan berkesinambungan sehingga potensinya terus semakin besar.
Di Ma’had Al-Zaytun, pendidikan berbasis proyek diaplikasikan secara nyata. Pelajar difasilitasi dengan lahan praktikum yang terkontrol perkembangannya oleh pendamping ustaz, sehingga mereka dapat merasakan langsung proses riset dan inovasi dengan bimbingan intensif.
Rekam Jejak, Kodifikasi, dan Inovasi dalam Pendidikan
Prof. Jarnuzi menekankan pentingnya dokumentasi sistematis atas seluruh kegiatan dan inovasi yang dihasilkan siswa selama proses pembelajaran berbasis proyek. Data hasil pembelajaran tersebut dikodifikasi secara berkala per semester atau tiap tahun, sehingga dapat dianalisis untuk menentukan inovasi atau temuan mana yang efektif dan dapat diimplementasikan secara luas, serta mana yang perlu penyempurnaan.
Salah satu contoh konkret adalah penelitian padi Koshihikari dengan berbagai penerapan teknologi pertanian tepat guna, seperti penerapan teknologi irigasi tetes (drip irrigation) yang dipelajari dan dipraktikkan oleh para pelajar di Ma’had Al-Zaytun, yang bukan hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.
Memahami Revolusi Industri 1.0 hingga 5.0: Pilar Transformasi Teknologi dan Sosial
Revolusi industri menjadi tonggak penting perkembangan teknologi dan sosial manusia. Prof. Dr. Jarnuzi Gunlazuardi menjelaskan lima tahapan utama revolusi industri yang membentuk dunia modern.
Revolusi Industri 1.0 dimulai abad ke-18 dengan mesin uap, mempercepat produksi massal dan urbanisasi. Revolusi 2.0 ditandai oleh listrik dan produksi skala besar, hasil kolaborasi ilmuwan dan praktisi. Revolusi 3.0 pada 1970-an membawa otomasi elektronik dan digitalisasi berbasis mikrochip.
Revolusi 4.0 menggabungkan dunia fisik, digital, dan biologis melalui AI, IoT, big data, dan bioteknologi, fokus pada kesejahteraan dan keberlanjutan. Masyarakat 5.0, gagasan dari Jepang, menempatkan teknologi sebagai mitra manusia dalam memecahkan persoalan sosial dan lingkungan, menciptakan harmoni antara manusia, alam, dan teknologi.
Pemahaman ini penting agar SDM siap menghadapi era digital dengan nilai kemanusiaan dan keberlanjutan, sebagaimana kurikulum STEM di Al Zaytun yang mengintegrasikan aspek teknologi dan humanisme.
Menuju Kemandirian Teknologi Indonesia
Melalui pendidikan LSTEAM yang terintegrasi dan inklusif, bangsa Indonesia dapat bangkit dan mandiri secara teknologi. Walau hingga kini Indonesia masih banyak mengimpor teknologi, Prof. Jarnuzi optimis jika kader STEM terus dipersiapkan dengan baik, bangsa ini mampu mewujudkan kemandirian teknologi. Proses ini memang memerlukan waktu dan kesabaran, namun tidak boleh menyerah. “Kita harus mulai dari pendidikan dan membangun karakter manusia sebagai modal utama pembangunan bangsa,” tegasnya.
Dalam kunjungannya ke Ma’had Al-Zaytun, Prof. Jarnuzi mengagumi sarana dan prasarana yang tersedia serta semangat berkarya para pelaku didik di sana. Selain aspek teknis, nilai-nilai karakter seperti budaya jujur, saling menghormati (respect), dan sikap terbuka menjadi fondasi yang harus mengalir dalam pendidikan STEM/LSTEAM agar berdampak positif secara sosial dan budaya.
LSTEAM di Ma’had Al-Zaytun merupakan contoh konkret bagaimana model pendidikan inovatif dan terintegrasi dengan sistem berasrama dapat mencetak pelajar yang mampu menjadi agen perubahan dan inovator masa depan. Dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, pendampingan intensif, serta sistem pencatatan dan evaluasi yang terstruktur, pendidikan di Ma’had Al-Zaytun membuka jalan bagi penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 yang maju, mandiri, dan berkarakter. (Amri-untuk Indonesia)



