Oleh: Diana (Mahasiswa PBA)
lognews.co.id, Indramayu - Tujuh perwakilan mahasiswa Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) didampingi oleh Warek Kemahasiswaan dan Asisten Rektor turut menghadiri serta menyaksikan langsung Peresmian Tugu Titik Nol Kilometer Calon Daerah Otonomi Baru Kabupaten Indramayu Barat yang digelar pada Senin, 22 Desember 2025, di Blok Harendong, Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu.
Kehadiran para mahasiswa tersebut menjadi bagian dari partisipasi generasi muda dalam momentum bersejarah bagi Indramayu Barat.
Tugu Titik Nol Kilometer ini diresmikan sebagai simbol awal penetapan pusat otonomi baru sekaligus penanda arah pembangunan wilayah Indramayu Barat yang diproyeksikan mencakup 10 kecamatan dan 95 desa dengan luas wilayah sekitar 987,26 km².
Dalam acara tersebut, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan bahwa berdirinya tugu ini merupakan hasil perjuangan panjang masyarakat Indramayu Barat yang telah dirancang sejak 2019.
Ia menekankan bahwa proses pemekaran daerah memerlukan kesiapan yang matang, terutama dari sisi ekonomi, tata ruang, dan infrastruktur pendukung.
Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan kawasan industri, penataan lahan, serta pembukaan akses strategis guna mendukung kemandirian wilayah.
Bagi para mahasiswa yang hadir, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga sarana pembelajaran langsung mengenai proses perencanaan pembangunan daerah dan dinamika kebijakan publik.
Rencana sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, termasuk keterlibatan ribuan mahasiswa dalam mendukung pembangunan Indramayu Barat pada periode 2026–2027, menjadi salah satu poin penting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Peresmian Tugu Titik Nol Kilometer Indramayu Barat berlangsung dengan tertib dan khidmat, serta secara resmi ditandai pada pukul 16.46 WIB. Melalui kehadiran dalam kegiatan ini, mahasiswa IAI AL-AZIS diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang turut mengawal dan mendukung proses pemekaran Indramayu Barat menuju daerah otonomi baru yang mandiri dan berkelanjutan. (Amri-untuk Indonesia)


