Saturday, 28 February 2026

Pemerintah Turunkan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Hingga 20%

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Makassar - Ketua MPR RI, Ahmad Muzani mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto dalam menurunkan HET pupuk bersubsidi 20 persen, yang dianggapnya sebagai kabar menggembirakan dan optimis bagi petani Indonesia.

Kebijakan Mentan (Menteri Pertanian) yang diumumkan menggembirakan bagi petani, menandai langkah bersejarah dan memicu optimisme baru. Penurunan harga pupuk mengurangi beban petani, meningkatkan semangat mereka untuk bertani, menurut pernyataan setelah Kuliah Umum di Unhas.

Ahmad Muzani menilai langkah cepat pemerintah menunjukkan kepedulian terhadap petani dan mendukung swasembada pangan. Dia mengapresiasi kebijakan di bawah Presiden Prabowo dan Menteri Pertanian Amran yang mendengarkan suara petani, membuat mereka senang. Mentan, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa langkah ini diambil setelah arahan Presiden untuk memastikan ketersediaan pupuk terjangkau. Ini dianggap sebagai terobosan dalam revitalisasi sektor pupuk, dengan penekanan pada pengiriman tepat waktu dan pengurangan harga 20 persen tanpa menambah subsidi APBN melalui pemangkasan rantai distribusi.

Amran, yang juga ditunjuk sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), menekankan bahwa kebijakan penurunan harga pupuk tidak hanya fokus pada harga, tetapi juga pada dukungan negara bagi petani. Presiden mengarahkan agar negara hadir di lapangan, sehingga petani tidak merasakan beban tinggi akibat harga pupuk.

Penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk mencapai 20 persen, sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/KPTS/SR.310/M/10/2025, termasuk penyesuaian HET Pupuk Urea dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram. Pupuk NPK turun menjadi Rp1.840 per kilogram, NPK khusus kakao menjadi Rp132.000 per sak, dan pupuk ZA serta organik juga mengalami penurunan harga yang signifikan. (Disti untuk Indonesia)