lognews.co.id, New York - Harga emas dunia mencapai level tertinggi, menembus 4.000 dollar AS per ons pada 7 Oktober 2025, setara 128,64 dollar AS per gram atau Rp 2,14 juta per gram.
Harga emas berjangka AS yang dikutip dari Reuters, untuk Desember naik 0,7% menjadi 4.004,4 dolar AS per ons, setelah mencapai 4.014,6 dolar AS. Harga emas spot juga meningkat 1,6% menjadi 3.985,82 dolar AS, setelah mencetak puncak 3.990,85 dolar AS.
Presiden Taiwan menilai Trump layak mendapat Nobel jika mampu membujuk China menghentikan agresi. Harga logam mulia, terutama emas, mencapai rekor baru, menyentuh 3.900 dolar AS. Kenaikan ini dipicu oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve dan kekhawatiran terkait penutupan pemerintahan AS yang berlangsung sudah tujuh hari.
Peter Grant, dari Zaner Metals, menyebutkan aliran dana ke aset aman terus berlanjut, menjaga permintaan emas yang kuat. Emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung meningkat saat gejolak politik dan ekonomi, serta periode suku bunga rendah, mengalami kenaikan 51 persen sepanjang 2025.
Reli emas tahun ini didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga, ketidakpastian politik dan ekonomi, pembelian bank sentral, dan lemahnya dollar AS. Penutupan pemerintahan AS mengakibatkan penundaan rilis indikator ekonomi, menyisakan investor untuk mengandalkan data non-pemerintah.
Diperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga 25 basis poin pada Oktober dan Desember. Selain itu, ketegangan politik di Prancis dan Jepang mengguncang pasar global, sementara China menambah cadangan emasnya selama September, mencatat peningkatan selama 11 bulan berturut-turut. (Disti - untuk Indonesia)



