Wednesday, 04 March 2026

​Inovasi Pendidikan Nonformal: Bunda Emilia Mengoptimalkan PKBM Indramayu dengan Kearifan Lokal

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh Ali Aminulloh

​lognews.co.id, Indramayu – Senyum sumringah terpancar di wajah Hj. Emilia Kusnandar, S.Pd., MM., yang akrab disapa Bunda Emil. Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu ini baru saja menorehkan langkah penting dalam perjalanan kepemimpinannya. Ia berhasil menyelesaikan Seminar Pelatihan Kepemimpinan Administrasi (PKA) Angkatan III yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat, dengan gagasan perubahan yang menjanjikan.

​Pelatihan ini berlangsung sejak 20 Mei hingga 10 September 2025, dan puncaknya pada 9 September 2025, Bunda Emil mempresentasikan laporan aksi perubahannya di hadapan para penguji. Bertempat di kantor BPSDM Jawa Barat, gagasan yang ia bawa berjudul “Optimalisasi Kapasitas PKBM melalui Revitalisasi Data dan Kewirausahaan Berbasis Kearifan Lokal pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu.”

​“PKBM adalah ruang belajar masyarakat. Di sana, potensi lokal bisa tumbuh, asal kita mampu mengelolanya dengan baik. Karena itu saya ingin menghadirkan inovasi berbasis data yang akurat dan pemberdayaan kewirausahaan dari kearifan lokal kita sendiri,” tutur Bunda Emil. Ia menegaskan bahwa pendidikan nonformal bukanlah jalan kedua, melainkan ruang yang kaya inovasi untuk mencetak masyarakat mandiri.

1000199399

​Dalam perjalanannya, Bunda Emil didampingi oleh mentor, Dr. H. Caridin, S.Pd., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, serta coach Ruly Trilenggono, ST., MT. Laporan aksinya diuji oleh Dra. Reni Ambar Sari, MM., yang memberikan apresiasi atas inovasi tersebut.

​Salah satu langkah nyata yang diwujudkan Bunda Emil adalah penyusunan modul “Kewirausahaan Berbasis Kearifan Lokal.” Modul ini tidak hanya untuk satu lembaga, tetapi akan dibagikan secara gratis ke seluruh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kabupaten Indramayu. Harapannya, modul ini dapat membekali warga belajar dengan keterampilan yang relevan dengan potensi daerah, sehingga mereka bisa berkarya dan berdaya.

 

1000199469

​Perubahan ini tidak berhenti di atas kertas. Dalam enam bulan ke depan, penguji dari BPSDM, Dra. Reni Ambar Sari, MM., dijadwalkan akan berkunjung langsung ke Indramayu untuk melihat sejauh mana dampak nyata dari aksi perubahan ini.

​“Insya Allah, saya akan membawa program ini ke PKBM Al-Zaitun, dan semua PKBM akan diundang. Kita akan membuat kegiatan bersama, seperti lomba-lomba dan bazar. Ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan wadah untuk menunjukkan karya nyata warga belajar kita,” tambahnya penuh semangat.

1000199463

​Dengan revitalisasi data yang lebih tertata dan semangat kewirausahaan berbasis kearifan lokal, Bunda Emil membawa harapan baru. Ia tengah menyiapkan generasi pembelajar yang lebih tangguh dan berdaya saing, membuktikan bahwa kemandirian masyarakat dapat dibangun dari potensi lokal yang selama ini mungkin terabaikan.

​Epilog: Secercah Harapan di Ujung Laporan

​Di balik deretan kata, di antara lembaran laporan, tersimpan sebuah mimpi. Mimpi tentang anak-anak Indramayu yang tak lagi hanya bermimpi, tetapi berani berkarya dengan tangan mereka sendiri. Ini bukan sekadar proyek, bukan sekadar tugas akhir, melainkan sebuah ikrar. Ikrar untuk menyalakan lilin di setiap sudut PKBM, agar setiap warga belajar menemukan jalan menuju cahaya. Inilah esensi dari pendidikan: bukan hanya sekadar mengisi pikiran, tetapi menggerakkan hati untuk mewujudkan potensi diri.

​Semoga langkah Bunda Emilia ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, bahwa perubahan besar seringkali dimulai dari gagasan sederhana yang tulus, berlandaskan cinta pada sesama.