Wednesday, 04 March 2026

AL-ZAYTUN Mencanangkan Teknologi Sudah 25 Tahun Lalu: AI, Teknologi Memanusiakan Manusia?

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

lognews.co.id – Ma’had Al-Zaytun menggelar simposium bertajuk “Menuju Transformasi Revolusioner Pendidikan Berasrama demi Terwujudnya Indonesia Modern di Abad XXI dan Usia 100 Tahun Kemerdekaan”. Acara yang berlangsung di Masjid Rahmatan Lil Alamin ini menghadirkan Prof. Drs. Ec. Ir. Riyanarto Sarno, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, sebagai pembicara utama.

Gagasan Revolusioner untuk Pendidikan

Dalam paparannya, Prof. Riyanarto menekankan bahwa teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI) sebaiknya dijadikan alat bantu, bukan tumpuan utama pembelajaran. AI, menurutnya, bermanfaat mempercepat proses ekstraksi data, pengelompokan, dan klasifikasi, namun kreativitas, analisis, serta inovasi tetap harus lahir dari pemikiran manusia, sehingga Akal Imitasi atau (AI) dan teknologinya menurut Prof. Riyanarto dapat menjadi tujuan utamanya yaitu memanusiakan manusia bukan sebaliknya.

Ia mencontohkan pemanfaatan AI di bidang kesehatan, pertanian, hingga sistem klasifikasi kopi berbasis standar ISO, semua itu terjadi bermula dengan akal manusia yang punya rumus kemudian diimplementasikan dengan AI dan Teknologi. Untuk itu dunia pendidikan seharusnya tidak anti AI ataupun teknologi karena sifatnya yang dapat membantu memahami dengan cepat dalam proses pembelajaran namun dengan memenuhi pondasi keilmuan yang mendasarinya selanjutnya guru menjadi pemantik bagi murid dalam memahami proses kerja, perumusan, benefit, atau memprediksi resiko sehingga tidak ada siswa yang mencontek, karena soal yang didapatkan dari gurunya mudah ditebak seperti pertanyaan jelaskan atau sebutkan, namun dengan konsep pembelajaran dengan bantuan AI dan teknologi siswa dapat didorong kepada rangsangan keterampilan, berpikir kritis, dan berinovasi karena mendapat tantangan untuk memecahkan berbagai permasalahan yang disodorkan gurunya.

Dalam kesempatan tersebut Ia memaparkan risetnya mengenai analisis gelombang otak terkait emosi dan memaparkan pengembangan model taksonomi Bloom untuk mendorong keterampilan berpikir kritis siswa.

Kiprah Akademik Prof. Riyanarto

Prof. Riyanarto Sarno merupakan Guru Besar Departemen Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi ITS Surabaya. Beliau menyelesaikan studi S3 di News Brunswick University, Kanada, dan kini menjabat sebagai Kepala Laboratorium Manajemen Cerdas Informasi sejak 2020.

Prestasinya mendunia, terbukti dengan masuknya beliau ke dalam daftar Top 2% Scientist in the World: Single Year Impact 2024–2025 versi Stanford University dan Elsevier Report. Pada 2023, ia mencatat 519 sitasi publikasi, tertinggi di antara tiga profesor ITS lain yang masuk daftar tersebut.

Menuju Indonesia Modern

Melalui simposium ini, Ma’had Al-Zaytun kembali menegaskan perannya sebagai pusat pendidikan yang memadukan nilai religius, toleransi, dan perdamaian dengan penguasaan ilmu pengetahuan modern. Harapannya, generasi muda Indonesia tumbuh menjadi pribadi berkarakter, cerdas, dan kompetitif di era abad XXI dengan melibatkan pelaku didik yaitu seluruh unsur ekosistem pendidikan di Ma’had Al-Zaytun, mulai dari pelajar kelas X, XI, XII, guru, wali santri, civitas akademika, dosen IAI Al-Aziz, pengurus asrama, hingga petani yang tergabung dalam Paguyuban Petani Penyangga Ketahanan Pangan Indonesia (PPPKPI). Sinergi ini menegaskan pentingnya pendidikan yang berkesinambungan, tidak terputus, dan terintegrasi dengan berbagai sektor kehidupan. 

Simposium ini digelar rutin setiap pekan sejak 1 Juni 2025, dan kini memasuki pekan ke-14. Kehadiran Prof. Riyanarto memberi wawasan baru mengenai strategi revolusioner pendidikan berasrama yang diyakini mampu memperkuat daya saing generasi penerus bangsa menuju Indonesia emas.

 (Sahil untuk Indonesia)