Wednesday, 04 March 2026

Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun Menjadi Tuan Rumah Simposium Forum Studi Transportasi Perguruan Tinggi (FSTPT) ke XXVIII

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id -Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Djarot

Tri Wardhono hari ini,Sabtu (30/08/2025) membuka Simposium Forum Studi Transportasi Antar

Perguruan Tinggi (FSTPT) ke-28 tahun 2025, bertempat di PPI

Madiun dengan mengusung tema “Railways as the Backbone of Indonesia’s Future Transport”.

Ia mengatakan, tema ini sangat relevan dengan arah kebijakan transportasi nasional.

Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan kota-kota besar dan Industri, kebutuhan

mobilitas dan distribusi yang tinggi membutuhkan sistem transportasi yang efisien, massal,

berkelanjutan, dan terintegrasi.

“Perkeretaapian bukan hanya sarana transportasi massal, tetapi juga tulang punggung

logistik yang akan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia. Dengan kemampuan

mengangkut penumpang dan barang secara besar, efisien, serta ramah lingkungan, kereta

api menjadi solusi nyata untuk mengurangi kemacetan melalui mengurangi beban lalulintas

jalan, menekan biaya logistik, dan mendukung target penurunan emisi karbon.” ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menyampaikan, pembangunan infrastruktur tidak cukup tanpa didukung oleh

sumber daya manusia yang unggul. Di sinilah peran BPSDMP hadir, memastikan

tersedianya tenaga ahli, insinyur, operator, regulator, dan akademisi yang mampu mengelola

sistem perkeretaapian modern. Sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian

masyarakat melalui forum seperti FSTPT sangat penting untuk melahirkan ide-ide inovatif

dan terobosan kebijakan yang aplikatif.

“Saya berharap melalui simposium ini akan lahir gagasan-gagasan baru yang dapat

memperkuat peran perkeretaapian sebagai tulang punggung transportasi Indonesia di masa

depan.” tambahnya.

Selanjutnya, di akhir sambutannya Ia menyampaikan apresiasi kepada Politeknik

Perkeretaapian Indonesia Madiun atas penyelenggaraan simposium ini, serta kepada

seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Semoga forum ini menjadi momentum penting

dalam mendukung transformasi transportasi nasional yang terintegrasi, inklusif, dan

berkelanjutan.

Direktur PPI Madiun, Efendhi Prih Raharjo melaporkan,bahwa Simposium ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari dosen, peneliti, mahasiswa,

praktisi industri, hingga pembuat kebijakan. Sebanyak 145 dari 185 makalah ilmiah

dipresentasikan dalam berbagai bidang, seperti perkeretaapian, transportasi darat, laut,

udara, teknologi transportasi, logistik, kebijakan publik, hingga isu keberlanjutan lingkungan

dalam sistem transportasi.

Lebih lanjut Ia melaporkan, Simposium FSTPT XXVIII ini menjadi momentum untuk

memperkuat kolaborasi dan harmonisasi nyata antara Akademisi Perguruan Tinggi

Kemendiktisaintek dan Perguruan Tinggi Kementerian Lain/PTKL, industri, dan pemerintah

dalam menciptakan sistem transportasi Indonesia yang modern, efisien, ramah lingkungan,

dan berdaya saing tinggi, serta komitmen untuk terus mendukung pengembangan sumber

daya manusia dan inovasi teknologi transportasi.

Pada kesempatan ini, selain kegiatan Simposium,juga dilaksanakan workshop di bidang

perkeretaapian, diantaranya workshop railways train driver experience, basic train

scheduling, railways track inspection experience, railways train driver simulation, serta Rapat

Anggota Tahunan (RAT) yang diharapkan dapat menjadi sarana dalam meningkatkan

kualitas riset, inovasi, dan kebijakan transportasi nasional.(Nur Fateah)