lognews.co.id -Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Djarot
Tri Wardhono hari ini,Sabtu (30/08/2025) membuka Simposium Forum Studi Transportasi Antar
Perguruan Tinggi (FSTPT) ke-28 tahun 2025, bertempat di PPI
Madiun dengan mengusung tema “Railways as the Backbone of Indonesia’s Future Transport”.
Ia mengatakan, tema ini sangat relevan dengan arah kebijakan transportasi nasional.
Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan kota-kota besar dan Industri, kebutuhan
mobilitas dan distribusi yang tinggi membutuhkan sistem transportasi yang efisien, massal,
berkelanjutan, dan terintegrasi.
“Perkeretaapian bukan hanya sarana transportasi massal, tetapi juga tulang punggung
logistik yang akan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia. Dengan kemampuan
mengangkut penumpang dan barang secara besar, efisien, serta ramah lingkungan, kereta
api menjadi solusi nyata untuk mengurangi kemacetan melalui mengurangi beban lalulintas
jalan, menekan biaya logistik, dan mendukung target penurunan emisi karbon.” ungkapnya.
Lebih lanjut Ia menyampaikan, pembangunan infrastruktur tidak cukup tanpa didukung oleh
sumber daya manusia yang unggul. Di sinilah peran BPSDMP hadir, memastikan
tersedianya tenaga ahli, insinyur, operator, regulator, dan akademisi yang mampu mengelola
sistem perkeretaapian modern. Sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian
masyarakat melalui forum seperti FSTPT sangat penting untuk melahirkan ide-ide inovatif
dan terobosan kebijakan yang aplikatif.
“Saya berharap melalui simposium ini akan lahir gagasan-gagasan baru yang dapat
memperkuat peran perkeretaapian sebagai tulang punggung transportasi Indonesia di masa
depan.” tambahnya.
Selanjutnya, di akhir sambutannya Ia menyampaikan apresiasi kepada Politeknik
Perkeretaapian Indonesia Madiun atas penyelenggaraan simposium ini, serta kepada
seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Semoga forum ini menjadi momentum penting
dalam mendukung transformasi transportasi nasional yang terintegrasi, inklusif, dan
berkelanjutan.
Direktur PPI Madiun, Efendhi Prih Raharjo melaporkan,bahwa Simposium ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari dosen, peneliti, mahasiswa,
praktisi industri, hingga pembuat kebijakan. Sebanyak 145 dari 185 makalah ilmiah
dipresentasikan dalam berbagai bidang, seperti perkeretaapian, transportasi darat, laut,
udara, teknologi transportasi, logistik, kebijakan publik, hingga isu keberlanjutan lingkungan
dalam sistem transportasi.
Lebih lanjut Ia melaporkan, Simposium FSTPT XXVIII ini menjadi momentum untuk
memperkuat kolaborasi dan harmonisasi nyata antara Akademisi Perguruan Tinggi
Kemendiktisaintek dan Perguruan Tinggi Kementerian Lain/PTKL, industri, dan pemerintah
dalam menciptakan sistem transportasi Indonesia yang modern, efisien, ramah lingkungan,
dan berdaya saing tinggi, serta komitmen untuk terus mendukung pengembangan sumber
daya manusia dan inovasi teknologi transportasi.
Pada kesempatan ini, selain kegiatan Simposium,juga dilaksanakan workshop di bidang
perkeretaapian, diantaranya workshop railways train driver experience, basic train
scheduling, railways track inspection experience, railways train driver simulation, serta Rapat
Anggota Tahunan (RAT) yang diharapkan dapat menjadi sarana dalam meningkatkan
kualitas riset, inovasi, dan kebijakan transportasi nasional.(Nur Fateah)



