Pelajar Ma'had Al-Zaytun Ekatrakurikuler Perkapalan Praktik Fabrikasi dan Pengelasan

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

INDRAMAYU, lognews.co.id - Pelajar Ma'had Al-Zaytun terus mendapatkan pembelajaran berbasis praktik sebagai bagian dari penguatan keterampilan vokasi. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan praktikum fabrikasi dan teknik pengelasan yang diikuti pelajar kelas 12 ekstrakurikuler Perkapalan, pada tanggal 12 september 2026.


Salah satu pelajar, Arham Bil Ikrom, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk mempraktikkan secara langsung teknik pengelasan dan fabrikasi logam.


Dalam praktikum tersebut, Arham bersama rekan-rekannya mendapat tugas membuat teralis yang nantinya digunakan sebagai pengaman jendela pada rumah susun mahasiswa. Pembuatan teralis dilakukan dengan menerapkan sejumlah teknik dasar fabrikasi dan pengelasan.


"Praktikum kali ini kami diminta untuk membuat teralis untuk penjaga jendela supaya terhindar dari kemalingan ataupun hal lainnya," ujar Arham.


Dalam proses pembuatannya, para pelajar menggunakan besi ukuran 8 dengan jarak grip sekitar 15 sentimeter. Mereka juga memanfaatkan sejumlah peralatan pengelasan, termasuk kawat las dan mesin las.


Selain mengutamakan fungsi keamanan, pembuatan teralis juga memperhatikan aspek estetika. Para pelajar membentuk pola menyerupai belah ketupat agar hasil fabrikasi tidak hanya kokoh, tetapi juga memiliki nilai visual.


Menurut Arham, kegiatan tersebut tidak sekadar memberikan pengalaman teknis, tetapi juga memperkenalkan metode dan prosedur pengelasan yang dapat menjadi bekal bagi pelajar ketika memasuki dunia kerja maupun pendidikan tinggi.


"Teknik pengelasan ini kami pelajari supaya kami juga siap untuk bekerja di bidang industri, baik itu konstruksi pembangunan, bidang migas, fabrikasi baja untuk membuat segala macam kerangka ataupun peralatan-peralatan yang menggunakan besi," katanya.


Pembelajaran tersebut juga dinilai memiliki keterkaitan dengan bidang perkapalan yang menjadi fokus kegiatan ekstrakurikuler para pelajar. Dalam bidang tersebut, keterampilan pengelasan dan fabrikasi menjadi salah satu kemampuan dasar yang dapat diterapkan dalam pengerjaan konstruksi berbahan pelat baja.


Arham mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan mempelajari keterampilan tersebut sejak jenjang sekolah menengah. Menurutnya, pengalaman praktik yang diperoleh dapat menjadi modal awal untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia profesional.


"Alhamdulillah saya sangat berterima kasih kepada Syaykh Al-Zaytun yang telah memberikan fasilitas kepada kami tim perkapalan dalam mempelajari teknik pengelasan," tuturnya.


Ia mengatakan keterampilan yang dipelajarinya juga sejalan dengan rencana pendidikan setelah menyelesaikan sekolah. Arham berencana melanjutkan pendidikan di bidang teknik perkapalan dengan fokus engineering.


Menurutnya, pengalaman praktik sejak SMA dapat membantu dirinya beradaptasi dengan materi pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya yang berkaitan dengan teknik dan vokasi.


"Saya sangat beruntung dapat mempelajari hal-hal seperti ini sejak SMA, yang mana ini mampu menjadikan langkah saya lebih kuat untuk ke jenjang berikutnya, baik itu di perkuliahan maupun di pekerjaan," ujarnya.


Kegiatan praktikum tersebut menunjukkan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan keterampilan teknis. Melalui pengalaman fabrikasi dan pengelasan, pelajar tidak hanya mempelajari penggunaan peralatan, tetapi juga memahami proses kerja yang relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi dan industri. (Saheel untuk Indonesia)