105 Ribu Penumpang Gunakan Stasiun Pagaden Baru, Akses Perjalanan Warga Subang Terhubung

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id - Stasiun Pegaden Baru di Kabupaten Subang, Jawa Barat, bukan sekadar tempat naik dan turun penumpang kereta api. Stasiun yang berada pada ketinggian sekitar 27 meter di atas permukaan laut ini menjadi salah satu akses penting masyarakat Subang untuk terhubung dengan berbagai kota, sekaligus menyimpan jejak sejarah perkembangan transportasi dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon mencatat, selama periode Januari hingga Oktober 2026, Stasiun Pegaden Baru telah melayani sebanyak 105.172 pelanggan, terdiri atas 52.668 pelanggan berangkat dan 52.504 pelanggan datang. Capaian ini menunjukkan peran stasiun dalam menunjang mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan pekerjaan, pendidikan, bisnis, wisata, maupun perjalanan keluarga.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan bahwa Stasiun Pegaden Baru memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas masyarakat Kabupaten Subang dengan berbagai pusat kegiatan di Pulau Jawa.

“Stasiun Pegaden Baru menjadi salah satu pintu mobilitas masyarakat Subang untuk menjangkau berbagai daerah. Di balik angka pelanggan yang kami layani, terdapat beragam kebutuhan dan tujuan perjalanan masyarakat. Karena itu, kehadiran layanan kereta api memiliki arti penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap peluang ekonomi, pendidikan, dan sosial,” ujar Muhibbuddin.

Berdasarkan data tujuan keberangkatan pelanggan selama Januari hingga Oktober 2026, Stasiun Pasarsenen di Jakarta menjadi tujuan terbanyak dengan 9.914 pelanggan. Berikutnya, Stasiun Yogyakarta melayani tujuan perjalanan 4.726 pelanggan, Stasiun Bekasi sebanyak 3.837 pelanggan, dan Stasiun Lempuyangan sebanyak 3.235 pelanggan.

Sementara itu, sebanyak 2.759 pelanggan menuju Stasiun Surabaya Pasarturi, 2.517 pelanggan menuju Stasiun Jatinegara, 2.248 pelanggan menuju Stasiun Gambir, 2.088 pelanggan menuju Stasiun Semarang Tawang, 1.984 pelanggan menuju Stasiun Cirebon Prujakan, serta 1.777 pelanggan menuju Stasiun Purwokerto.

Data tersebut memperlihatkan bahwa mobilitas pelanggan dari Pegaden Baru menjangkau beragam pusat aktivitas di Pulau Jawa. Jakarta dan kawasan penyangganya menjadi salah satu tujuan utama, sedangkan Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya turut menunjukkan pentingnya konektivitas antarkota bagi masyarakat Subang.

Menurut Muhibbuddin, kereta api memiliki keunggulan dalam mendukung perjalanan antarkota melalui jadwal perjalanan yang terencana dan layanan yang mengutamakan keselamatan.

“Pilihan tujuan perjalanan pelanggan menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat sangat beragam. KAI berkomitmen untuk terus menjaga keselamatan dan meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga kereta api dapat menjadi pilihan transportasi yang andal bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitasnya,” tambah Muhibbuddin.

Selain perannya dalam melayani perjalanan penumpang, Stasiun Pegaden Baru juga memiliki catatan sejarah yang berkaitan dengan aktivitas logistik dan industri lokal. Pada masa lalu, stasiun ini memiliki jalur akses khusus menuju Gudang Pupuk Sriwidjaja yang berada di sebelah utara stasiun. Berdasarkan informasi tata letak perkeretaapian yang tersedia, jalur akses tersebut kini tercatat nonaktif dan tidak digunakan untuk operasional reguler.

Keberadaan jalur tersebut menjadi bagian dari rekam jejak pemanfaatan infrastruktur perkeretaapian untuk menunjang distribusi barang dan kegiatan industri. Meski jalur khusus itu tidak lagi aktif, sejarahnya menggambarkan bahwa peran kereta api di wilayah Pegaden Baru pada masa lalu tidak hanya berkaitan dengan mobilitas orang, tetapi juga dengan kebutuhan logistik.

Dalam perkembangannya, fungsi Stasiun Pegaden Baru sebagai titik pelayanan penumpang tetap menjadi bagian penting dari konektivitas Kabupaten Subang. Akses kereta api membantu masyarakat menjangkau kota-kota lain tanpa harus memulai perjalanan dari pusat kota yang lebih jauh, sekaligus memberikan alternatif transportasi untuk berbagai keperluan.

“Stasiun Pegaden Baru memiliki cerita panjang dalam perjalanan masyarakat Subang. Dahulu, keberadaan jalur kereta juga berkaitan dengan aktivitas logistik, sedangkan saat ini layanan penumpang menjadi salah satu peran pentingnya dalam mendukung mobilitas masyarakat. Bagi KAI, stasiun bukan hanya infrastruktur transportasi, melainkan bagian dari perjalanan hidup masyarakat dan perkembangan wilayah yang harus terus dijaga manfaatnya,” tutur Muhibbuddin.

KAI Daop 3 Cirebon mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, membeli tiket melalui kanal resmi KAI, serta mematuhi ketentuan keselamatan selama berada di stasiun maupun di dalam kereta api. KAI juga terus berupaya menjaga keandalan operasional dan meningkatkan kualitas pelayanan agar perjalanan pelanggan berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar.

“Harapan kami, Stasiun Pegaden Baru dapat terus menjadi bagian penting dari konektivitas masyarakat Kabupaten Subang. KAI akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar kereta api semakin dirasakan manfaatnya, tidak hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai penghubung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat,” pungkas Muhibbuddin. (Saheel untuk Indonesia)