Monday, 09 February 2026

Lebih Banyak Polisi, M Solihin Bawa 17 Orang, Geruduk Al Zaytun

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

lognews.co.id, Indramayu - Demonstrasi membubarkan Pesantren Al Zaytun dilakukan oleh Aliansi Santri dan Rakyat Industri untuk Indramayu disingkat ASRI membawa spanduk bergambar foto Syaykh Panji Gumilang disilang sambil berteriak Allahuakbar di depan galangan kapal Jl. Eretan Jalur Pantura Indramayu, Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Sabtu (29/7/2023).

Dari pantauan pendemo yang datang kurang dari 1000, terhitung sekitar 17 pasang kaki yang hadir menyuarakan kecamannya yang dipimpin oleh Mohamad Solihin.

Dengan tegas M. Solihin tetap berkomitmen bahwa ASRI, dan beberapa Ormas , mendukung kepada Mabes Polri memproses Panji Gumilang agar segera ditersangkakan, dengan menunjuk ke arah galangan kapal yang menurutnya uangnya patut dicurigai sebagai tindakan pencucian uang, dengan dasar kapal ukuran 100 Gt bisa menguras kantong hingga 8 - 10 Miliar Rupiah.

"uang pembuatan kapal miliaran, darimana uangnya ini, disini ada tiga kapal, darimana kalau bukan dari pencucian uang ?" ujar M Solihin.

Ditambahkan M. Solihin, galangan kapal tersebut dinilai dzolim karena ilegal dan mendukung Bupati Indramayu Nina untuk menutup galangan kapal tersebut, namun saat ditanya lebih dalam soal bukti apa yang dimiliki untuk menegaskan pernyataan dalam orasinya, M Solihin mengatakan didepan wartawan bahwa apa yang diungkapkan berdasarkan rilis dari Menkopolhukam.

"Sebagaimana yang telah dilansir oleh Menkopolhukam, diduga ada pencucian uang, oleh karena itu segera disamping penistaan agama, fatwa MUI dan rekomendasi dari tim investigasi gubernur Jawa Barat sehingga, diduga kuat sudah jelas PG telah menista agama dan pencucian uang" terangnya.

M Solihin mengaku belum berdiskusi dengan Bupati Indramayu namun berdasarkan pemberitaan televisi mengenai dua kali penyegelan di galangan kapal tersebut.

Apa yang dilakukan oleh Al Zaytun dinilai tidak sesuai dengan fungsi pesantren untuk ladang dan misi dakwah , tidak lebih dari itu, bahkan Al Zaytun menurut M Solihin, sarat kepentingan politik, bisnis, dan pendangkalan agama Islam.

Selanjutnya massa yang seharusnya dalam undangan datang hingga seribu orang yang turun di demo ini, akan berlanjut ke alun alun Haurgeulis dan menuju ke gerbang Al Zaytun.

Dilain hal, M Solihin merupakan kader PKB, diketahui dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), https://elhkpn.kpk.go.id/ pada 20 Mei 2019, total harta kekayaan M Solihin, pria kelahiran Indramayu 7 Mei 1979 itu 'hanya' sebesar Rp 72 juta.

Warga Desa Amis Kecamatan Cikedung Indramayu itu bahkan tak memiliki aset rumah dan bangunan.

Dari laman berita TIMESINDONESIA, saat mencalonkan diri sebagai Bupati Indramayu, Muhamad Sholihin itu menjadi Cabup termiskin pada Pilbup Indramayu 2020. (Amr-untuk Indonesia)