الجمعة، 28 آب/أغسطس 2026

Bupati Lucky Hakim Tinjau Normalisasi Irigasi di Tiga Lokasi, Perkuat Infrastruktur Pertanian Indramayu

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

INDRAMAYU, Lognews.co.id - Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat infrastruktur pertanian melalui program normalisasi saluran irigasi di sejumlah wilayah. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Bupati Indramayu Lucky Hakim meninjau langsung pelaksanaan normalisasi di tiga titik lokasi pada Selasa (7/7/2026). Peninjauan diawali di Desa Gabuskulon, Kecamatan Gabuswetan, bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Gabuswetan, Rusyad Nurdin.

Di lokasi tersebut, Bupati menyaksikan proses pengerukan sedimentasi lumpur pada saluran drainase yang berada di depan permukiman warga hingga sepanjang jalan utama. Pengerjaan dilakukan menggunakan alat berat untuk mengembalikan fungsi saluran yang mengalami pendangkalan.

Distribusi Air Jadi Prioritas

Setelah dari Gabuskulon, rombongan melanjutkan peninjauan ke pintu air irigasi di Desa Wirakanan, Kecamatan Kandanghaur. Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heriyanto.

Lucky Hakim menegaskan bahwa kelancaran distribusi air menuju lahan persawahan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan kesejahteraan petani.

"Kita upayakan yang terbaik agar air bisa terdistribusi ke sawah, sehingga pertanian masyarakat semakin maju dan petani lebih sejahtera," ujar Lucky Hakim.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus berupaya memastikan infrastruktur irigasi berfungsi secara optimal agar kebutuhan air bagi lahan pertanian tetap terpenuhi.

Sedimentasi Sebabkan Pendangkalan

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Saluran Irigasi Gabus-Wanguk yang saat ini juga sedang menjalani proses pengerukan sedimentasi dari pintu air hingga bagian hilir saluran.

Berdasarkan hasil pemantauan, sedimentasi di saluran tersebut terus meningkat dalam dua tahun terakhir sehingga menyebabkan pendangkalan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh endapan material sisa pembangunan pembatas di sekitar pintu air, serta kebiasaan sebagian masyarakat membuang sampah ke saluran irigasi akibat terbatasnya fasilitas pembuangan sampah.

Normalisasi dilakukan agar aliran air kembali lancar, sekaligus mengurangi potensi genangan ketika musim hujan dan memastikan distribusi air menuju area persawahan tidak lagi terhambat.

Petani Diharapkan Segera Merasakan Manfaat

Plt. Camat Gabuswetan, Rusyad Nurdin, mengatakan normalisasi irigasi merupakan langkah penting untuk mengatasi penyumbatan saluran yang selama ini menjadi keluhan petani.

"Kami ingin memastikan pekerjaan ini selesai dengan baik, tepat waktu, dan sesuai spesifikasi. Hasilnya harus segera dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani yang sangat bergantung pada kestabilan pasokan air," kata Rusyad.

Ia menambahkan, saluran irigasi yang kembali berfungsi optimal diharapkan mampu memperlancar distribusi air ke areal persawahan sehingga produktivitas pertanian di wilayah tersebut dapat terus meningkat.

Kehadiran Bupati Lucky Hakim bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Indramayu mendapat apresiasi dari masyarakat. Para petani berharap program normalisasi yang sedang berlangsung dapat mengatasi persoalan kekurangan air saat musim tanam serta meningkatkan hasil produksi pertanian secara berkelanjutan. (Sahil utnuk Indonesia)