Tuesday, 03 March 2026

Pemerintah Yunani Dorong 13 Jam Kerja, Warga Melawan dengan Mogok Massal

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Athena - Ribuan pekerja di Yunani melakukan mogok nasional 24 jam pada 1 Oktober 2025, memprotes rencana jam kerja 13 jam, mengganggu transportasi di Athena, Thessaloniki, serta layanan kereta api dan feri.

Para guru, staf rumah sakit, dan PNS berpartisipasi dalam mogok kerja di Athena, Thessaloniki, dan kota besar lainnya. Notis Skouras dari serikat pekerja penata rambut mengkritik RUU yang mengorbankan privasi pekerja demi kepentingan pengusaha. RUU tersebut memungkinkan perusahaan untuk mempekerjakan karyawan 13 jam sehari dalam keadaan luar biasa dengan bayaran tambahan.

Aksi mogok kerja di Athena dan Thessaloniki melibatkan lebih dari 8.000 pekerja. Serikat GSEE dan ADEDY menganggap usulan jam kerja baru membahayakan kesehatan serta keseimbangan hidup pekerja. Serikat PAME menuduh pemerintah berusaha menerapkan perbudakan modern. Usulan tersebut memaksa pekerja menghadapi jam kerja tak manusiawi dan upah rendah, dengan banyak kecelakaan kerja fatal tercatat terutama saat lembur.

Pemerintah berargumen RUU baru dapat membantu orang dengan pekerjaan sampingan untuk meningkatkan penghasilan. RUU ini memungkinkan pekerja untuk memiliki jam kerja lebih panjang di tempat yang sama. Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, mencatat banyak anak muda ingin bekerja lebih banyak. Ia menjamin kebebasan memilih bagi pemberi kerja dan karyawan. Menteri Ketenagakerjaan, Niki Kerameus, menyatakan bahwa kebijakan ini berlaku hingga 37 hari per tahun dengan persetujuan karyawan dan kenaikan gaji 40 persen. (Disti-untuk Indonesia)