Saturday, 29 August 2026

Milad ke 27 Al Zaytun: Investasi Pendidikan yang berkualitas Menuju Indonesia 100 Tahun

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

INDRAMAYU, lognews.co.id – Peringatan Milad ke-27 Mahad Al Zaytun berlangsung khidmat di Grand Musholla Rahmatan Lil Alamin, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis, 27 Agustus 2026. Mengusung tema "Menyambut 100 Tahun Indonesia dengan Memperbesar Investasi Pendidikan yang Berkualitas", perayaan ini menjadi momentum untuk mempertegas arah pembangunan pendidikan Al Zaytun menuju Indonesia Emas dan visi Al Zaytun 2050. Rangkaian Milad merupakan puncak dari berbagai kegiatan olahraga, seni, budaya, dan akademik yang telah digelar sebelumnya.

Salah satu agenda utama dalam peringatan tersebut adalah tausiah Syaykh Al Zaytun yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Pesantren Indonesia (YPI), Datuk Sir Imam Prawoto, KRSS, MBA, CRBC, mewakili Syaykh Al Zaytun Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang.

Dalam pengantarnya, Imam Prawoto menegaskan bahwa dirinya mendapat amanah untuk membacakan pesan tertulis Syaykh Al Zaytun kepada seluruh keluarga besar Mahad Al Zaytun dan tamu undangan.

 "Pada kesempatan yang baik ini, saya ditugaskan mewakili Syaykh kita. Saya izin menyampaikan dalam bentuk membaca teks yang sudah dipersiapkan," ujar Datuk Sir Imam Prawoto.

Milad Bukan Sekadar Perayaan, tetapi Proyeksi Al Zaytun 2050

Dalam tausiah tersebut, Syaykh Al Zaytun menegaskan bahwa usia 27 tahun merupakan rekam jejak keteguhan, kerja keras, dan visi besar yang telah dibangun sejak berdirinya Mahad Al Zaytun pada 1999. Karena itu, Milad ke-27 diposisikan bukan hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi sebagai titik evaluasi dan konsolidasi untuk menatap masa depan.

 "Milad ini bukan sekadar perayaan, melainkan momentum evaluasi, konsolidasi, dan proyeksi menuju Al Zaytun 2050," demikian isi tausiah yang dibacakan Imam Prawoto.

Visi tersebut diarahkan untuk menjadikan Al Zaytun sebagai pusat pendidikan yang mampu menjawab tantangan abad ke-21 melalui penguatan karakter, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemandirian ekonomi.

One Pipe Education System, Pendidikan Berkelanjutan dari Usia Dini hingga Alumni

Syaykh Al Zaytun memperkenalkan arah strategis pembangunan pendidikan melalui konsep One Pipe Education System, yakni sistem pendidikan yang menghubungkan seluruh jenjang pendidikan dalam satu alur pembinaan.

Konsep tersebut mencakup pendidikan sejak usia dini, pendidikan dasar, menengah, perguruan tinggi, hingga jejaring alumni yang tetap menjadi bagian dari proses pendidikan.

Menurut tausiah tersebut, pendidikan harus menyatukan empat unsur utama, yaitu iman, ilmu, karya, dan akhlak, yang dipadukan dengan penguasaan sains, teknologi, kewirausahaan, dan kemandirian ekonomi.

 "Tujuannya bukan hanya menghasilkan pemegang ijazah, tetapi manusia yang membawa karya, karakter, dan kontribusi."

Syaykh Al Zaytun menekankan bahwa lulusan pendidikan harus mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar memiliki gelar akademik.

Membangun Smart Campus dan 500 Pusat Pendidikan Indonesia Raya

Tausiah juga memaparkan gagasan Novum Gradum, sebuah blueprint pembangunan Politeknik Indonesia Raya menuju 500 kabupaten di Indonesia.

Melalui konsep tersebut, setiap pusat pendidikan dirancang sebagai smart campus yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT), laboratorium terintegrasi, green building, teaching factory, hingga inkubator bisnis sesuai potensi daerah masing-masing.

Kurikulum yang dikembangkan mengacu pada Outcome Based Education (OBE), Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dan sistem pendidikan ganda yang menghubungkan pembelajaran dengan dunia industri.

Bidang prioritas yang disebutkan meliputi kecerdasan buatan (AI), bisnis digital, energi terbarukan, ekonomi industri, pertanian presisi, hingga logistik maritim sebagai bagian dari kebutuhan pembangunan Indonesia ke depan.

Syaykh Al Zaytun juga mengingatkan bahwa visi besar tersebut memerlukan standar mutu pendidikan, pemerataan tenaga pendidik, retensi talenta, serta sinergi antara pemerintah, sektor usaha, dan masyarakat agar pembangunan pendidikan berjalan berkelanjutan.

Menargetkan Satu Juta Alumni Berkontribusi untuk Bangsa

Dalam tausiah yang dibacakan Imam Prawoto, alumni disebut sebagai bagian penting dari keberlanjutan sistem pendidikan Al Zaytun.

 "Alumni bukan akhir dari pipa pendidikan, melainkan jaringan yang menjaga alirannya."

Alumni diharapkan menjadi mentor, penghubung dunia industri dan investasi, sekaligus teladan pengabdian di tengah masyarakat.

Menuju tahun 2050, Al Zaytun menargetkan terbentuknya satu juta alumni yang membawa semangat pengabdian kepada almamater dan bangsa.

Sebagai bentuk kontribusi berkelanjutan, Syaykh Al Zaytun juga menggagas ajakan agar alumni menyisihkan sekitar lima persen penghasilannya untuk mendukung beasiswa, riset, pengembangan teaching factory, serta pembangunan institusi pendidikan baru di berbagai daerah Indonesia.

Pendidikan Berkualitas untuk Indonesia dan Peradaban Dunia

Menutup tausiah, Syaykh Al Zaytun mengajak seluruh keluarga besar Mahad Al Zaytun menjaga semangat persatuan dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan berorientasi pada perdamaian universal.

Dalam pesan tersebut ditegaskan bahwa perbedaan tidak perlu diseragamkan, melainkan dirajut menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan bersama.

Datuk Sir Imam Prawoto kemudian menutup penyampaian tausiah dengan doa bersama untuk Syaykh Al Zaytun, Umi Farida Alwidad, serta seluruh keluarga besar Mahad Al Zaytun.

 "Selamat ulang tahun ke-27 Mahad Al Zaytun. Dari Al Zaytun untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk peradaban dunia," tutupnya.

Peringatan Milad ke-27 Mahad Al Zaytun menjadi penegasan komitmen lembaga tersebut untuk terus mengembangkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam menyambut 100 tahun Indonesia, sejalan dengan visi membangun masyarakat yang sehat, cerdas, dan manusiawi. (Saheel Untuk Indonesia)