Friday, 28 August 2026

Remontada Sempurna, Tim IAI Taklukkan Tim Guru melalui Tie-Break

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

lognews.co.id - Pertandingan putaran ketiga cabang tenis lapangan ganda digelar pada Jumat, 21 Agustus 2026, mulai pukul 16.10 hingga 17.15 WIB. Dalam pertandingan ini, Tim IAI Al-Zaytun kembali menurunkan duet penuh soliditas, Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., M.E. bersama Dr. Irvan Iswandi, S.E., M.T. Keduanya berhadapan dengan Tim Guru yang diperkuat pemain legendaris Taufik Jatmika Permana, S.Pd., M.Pd. bersama A. Fajar, S.Ag.

Menjelang pertandingan, Dr. Ali Aminulloh hampir saja tidak dapat mengikuti laga karena harus menghadiri pertemuan Jumat. Namun, meskipun tiba sedikit terlambat, ia tetap dapat memasuki lapangan dan bertanding bersama pasangannya. Kehadirannya menjadi tambahan kekuatan bagi Tim IAI dalam menghadapi laga penting tersebut.

Penampilan kedua pasangan turut memberikan warna tersendiri di lapangan. Tim IAI tampil elegan mengenakan seragam tenis bernuansa putih dan hitam, sedangkan Tim Guru mengenakan seragam tenis biru cerah. Perpaduan warna kostum kedua tim membuat suasana pertandingan terlihat semakin semarak sekaligus kompetitif.

Sebelum pertandingan dimulai, kedua pasangan terlebih dahulu melakukan sesi foto bersama. Suasana penuh keakraban itu kemudian dilanjutkan dengan undian melalui suit untuk menentukan hak servis pertama dan pilihan sisi lapangan. Tim IAI memenangkan suit dan memilih melakukan servis, sedangkan Tim Guru menentukan tempat.

Sejak bola pertama dipukul, pertandingan berlangsung seru dan berimbang. Kedua tim saling mengandalkan ketepatan penempatan bola, kekuatan pukulan, serta kekompakan antarpemain. Pada set pertama, Tim IAI berhasil memimpin dan mempertahankan keunggulannya hingga menutup set dengan skor 6-3.

Keadaan berbalik pada set kedua. Tim Guru bangkit dan mengambil alih jalannya permainan. Perlawanan Taufik Jatmika Permana dan A. Fajar membuat Tim IAI berada dalam tekanan. Set kedua akhirnya dimenangkan Tim Guru dengan skor 6-4. Kedudukan pun menjadi imbang karena masing-masing pasangan mengantongi kemenangan dalam satu set.

Sesuai ketentuan pertandingan, pemenang harus ditentukan melalui babak tie-break. Pasangan yang lebih dahulu memperoleh tujuh angka dinyatakan menang dengan syarat unggul sedikitnya dua angka dari lawan. Apabila kedudukan terus berimbang, pertandingan dilanjutkan hingga salah satu pasangan mencapai angka sepuluh sesuai ketentuan panitia.

Undian kembali dilakukan sebelum tie-break dimulai. Kali ini, Tim Guru memenangkan suit dan memilih melakukan servis pertama, sedangkan Tim IAI menentukan sisi lapangan.

Kekalahan pada set kedua tidak membuat semangat Ali Aminulloh dan Irvan Iswandi surut. Sebaliknya, keadaan tersebut justru membangkitkan mentalitas remontada. Sejak awal tie-break, Tim IAI langsung mengambil kendali permainan. Pukulan demi pukulan dilancarkan secara tenang, terukur, dan penuh keyakinan sehingga membuat Tim Guru kesulitan mengembangkan permainan.

Semangat remontada benar-benar diwujudkan di lapangan. Tim IAI melaju tanpa terbendung dan menuntaskan tie-break dengan skor sempurna 7-0. Pertandingan akhirnya dimenangkan Tim IAI dengan skor keseluruhan 6-3, 4-6, dan 7-0.

Kemenangan tersebut semakin menegaskan langkah Tim IAI menuju partai final Turnamen Tenis Lapangan Ganda Milad Ke-27 Ma’had Al-Zaytun. Sementara itu, calon lawan yang akan mereka hadapi di laga puncak masih menunggu hasil pertandingan tim-tim lainnya.

Dari pertandingan ini, Tim IAI kembali menunjukkan bahwa keterlambatan dan kekalahan dalam satu set bukanlah akhir perjuangan. Ketika ketenangan, kekompakan, dan keyakinan tetap terpelihara, keadaan dapat dibalikkan. Di lapangan tenis Ma’had Al-Zaytun, remontada kembali menemukan maknanya: datang dengan tekad, bangkit dari tekanan, lalu melangkah mantap menuju final.

(Ali aminulloh Untuk Indonesia)