Saturday, 29 August 2026

Pelajar Ma'had Al-Zaytun: Serukan Generasi Muda Bangun Peradaban Indonesia

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Indramayu, lognews.co.id - Semangat cinta Tanah Air mewarnai rangkaian kegiatan di Ma'had Al-Zaytun saat salah seorang pelajar, Sherad Aryoseto, Wakil Presiden OPMAZ DB 23, membacakan sebuah puisi bertema kebangsaan yang sarat pesan tentang pendidikan, kemanusiaan, dan masa depan Indonesia.

Dalam pembacaan puisi tersebut, Sherad mengajak seluruh generasi muda untuk tidak meninggalkan Indonesia, melainkan tetap tinggal, membangun, merawat, serta mengabdikan diri bagi kemajuan bangsa.

"Kami tidak akan pergi meninggalkan Indonesia. Kami akan tinggal membangun, merawat, dan mempersembahkan jiwa kami untuk keabadiannya," ucap Sherad saat membuka puisinya.

Puisi itu menggambarkan optimisme terhadap lahirnya sebuah peradaban baru yang dibangun oleh generasi muda Indonesia melalui ilmu pengetahuan, akhlak, serta semangat kemanusiaan. Sherad menuturkan bahwa pendidikan menjadi fondasi utama bagi sebuah bangsa untuk berdiri tegak dan dihormati.

Ia juga mengajak para pelajar agar terus belajar, berkarya, serta tidak membatasi cita-cita hanya karena keraguan terhadap kemampuan diri sendiri.

"Dunia tidak pernah membatasi mimpi kita. Bangunlah, belajarlah, berkaryalah, dan berbuat baiklah, karena kelak di tangan kitalah Indonesia berdiri semakin tegak," tuturnya.

Dalam bait-bait berikutnya, Sherad menekankan bahwa masa depan tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus dibangun melalui ilmu, pengalaman, kerja keras, dan pengorbanan. Menurutnya, generasi muda merupakan calon guru, ilmuwan, hingga pemimpin yang akan menentukan arah perjalanan bangsa di masa mendatang.

Tak hanya berbicara mengenai pendidikan, puisi tersebut juga memuat komitmen moral untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil melalui pemerataan pendidikan, pembangunan ekonomi yang berkeadilan, politik yang jujur dan beretika, kehidupan sosial yang mempersatukan, serta pelestarian budaya dan penguatan pertahanan bangsa yang berlandaskan ilmu pengetahuan.

Pada bagian penutup, Sherad kembali menegaskan ikrar generasi muda untuk tetap mengabdi kepada Indonesia.

"Kami tidak akan pergi meninggalkan Indonesia. Kami akan tinggal membangun, merawat, dan mempersembahkan jiwa kami untuk keabadiannya," ujarnya, yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Puisi ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk berjanji menjaga Indonesia agar tetap abadi. Sherad menyampaikan bahwa karya sastra tersebut merupakan persembahan dari pelajar dan untuk Indonesia, sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa sekaligus ajakan membangun peradaban melalui ilmu pengetahuan, akhlak, dan semangat persatuan. ( Saheel untuk Indonesia)