Saturday, 29 August 2026

Jawa Barat Darurat Begal

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

INDRAMAYU,lognews.co.id - Kepolisian Resor (Polres) Indramayu memastikan kondisi keamanan di wilayah Kabupaten Indramayu tetap kondusif di tengah maraknya pemberitaan mengenai fenomena "Jawa Barat Darurat Begal" yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Binmas Polres Indramayu, Iptu Tasim, S.I.P, dalam wawancara bersama di program Breaking News PPN 1011 di Prima 95,8 FM. Pada Rabu 22 Juli 2026 pada pukul 10.00 - 11.00 WIB dengan Host Bernama Dynasti, S.I.Kom dan di produseri oleh Saheel. 

Menurutnya, keamanan masyarakat menjadi prioritas utama Polres Indramayu. Karena itu, berbagai langkah pencegahan, pengawasan, hingga penegakan hukum terus dioptimalkan.

"Kami terus meningkatkan kewaspadaan dan mengoptimalkan langkah-langkah pencegahan agar kejahatan serupa tidak terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu," ujar Iptu Tasim.

Ia menjelaskan, strategi yang dilakukan kepolisian meliputi tiga pendekatan, yaitu preemtif, preventif, dan represif.

Pada upaya preemtif, Sat Binmas secara rutin memberikan edukasi kepada masyarakat melalui penyuluhan, pembinaan kepada pelajar, komunitas, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama. Selain itu, Bhabinkamtibmas juga melakukan kegiatan sambang dari rumah ke rumah untuk mengingatkan masyarakat agar selalu waspada, khususnya saat beraktivitas pada malam hari.

Masyarakat juga diimbau menghindari perjalanan seorang diri di jalur sepi, tidak memakai perhiasan atau membawa barang berharga secara mencolok, serta segera melapor apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Satkamling Kembali Diaktifkan

Selain edukasi, Polres Indramayu kembali menghidupkan peran Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) sebagai bentuk partisipasi masyarakat menjaga keamanan.

Iptu Tasim menjelaskan, langkah tersebut dilakukan karena rasio jumlah personel kepolisian dengan jumlah penduduk masih jauh dari kondisi ideal.

"Menurut standar ideal, satu polisi melayani sekitar 400 sampai 500 penduduk. Sementara di Indramayu saat ini satu anggota kepolisian melayani sekitar 1.650 penduduk. Karena itu, kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan melalui Satkamling," jelasnya.

Di bidang preventif, kepolisian juga mengintensifkan patroli rutin dan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), terutama pada jam-jam rawan dini hari.

Salah satu patroli yang dilakukan adalah Patroli Lautan Biru, yaitu patroli menggunakan kendaraan dinas dengan rotator menyala sebagai upaya menghilangkan kesempatan pelaku melakukan kejahatan.

"Kejahatan terjadi karena bertemunya niat dan kesempatan. Kalau kesempatan itu kita hilangkan, pelaku biasanya mengurungkan niatnya," katanya.

Masyarakat Boleh Membela Diri, Asal Proporsional

Menanggapi pernyataan Polda Jawa Barat mengenai masyarakat yang diperbolehkan melawan pelaku begal saat menjadi korban, Iptu Tasim menegaskan bahwa hukum memang memberikan ruang untuk melakukan pembelaan diri dalam keadaan terpaksa.

Namun, tindakan tersebut harus dilakukan secara proporsional dan hanya untuk menghentikan ancaman yang sedang berlangsung.

"Kalau pelaku masih membahayakan jiwa korban, masyarakat boleh melakukan perlawanan. Tetapi jika pelaku sudah tidak berdaya, jangan main hakim sendiri. Segera serahkan kepada kepolisian untuk diproses sesuai hukum," tegasnya.

Pelaku Didominasi Remaja

Dalam kesempatan tersebut, Iptu Tasim mengungkapkan fakta bahwa sebagian besar pelaku begal yang berhasil diamankan masih berusia remaja, bahkan banyak yang masih berstatus pelajar dan berusia di bawah 18 tahun.

Menurut hasil pemeriksaan, salah satu faktor yang mendorong mereka melakukan aksi kriminal adalah pengaruh media sosial.

"Fenomena sekarang, banyak anak-anak yang terlibat geng motor. Dari sana kemudian berkembang menjadi aksi pencurian dengan kekerasan atau begal," ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi perhatian bersama, tidak hanya aparat kepolisian, tetapi juga keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Kenali Ciri-ciri Aksi Begal

Kasat Binmas juga membagikan sejumlah tanda yang perlu diwaspadai masyarakat saat berkendara, khususnya pada malam hari.

Salah satunya apabila ada kendaraan yang terus membuntuti dari belakang tanpa berusaha menyalip.

"Kalau mengalami hal seperti itu, segera cari tempat ramai, berhenti di rumah warga, atau menuju lokasi yang banyak orang. Biasanya pelaku akan mengurungkan niatnya," jelasnya.

Selain membuntuti korban, pola kejahatan begal umumnya dilakukan dengan memepet kendaraan, menendang korban hingga terjatuh, memukul menggunakan benda tumpul, bahkan menggunakan senjata tajam.

Ajak Masyarakat Aktif Melapor

Polres Indramayu juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan meningkatkan komunikasi antarwarga, menghidupkan kembali ronda malam, serta segera melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan.

Menurut Iptu Tasim, informasi sekecil apa pun sangat membantu kepolisian dalam mencegah maupun mengungkap tindak pidana.

Untuk keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 yang aktif selama 24 jam atau melalui layanan pengaduan WhatsApp Polres Indramayu di 0819-9970-0110.

"Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga keamanan. Jangan mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya, jangan main hakim sendiri, dan segera laporkan kepada kepolisian apabila terjadi tindak kejahatan," pungkasnya. (Sahil untuk Indonesia)