Saturday, 29 August 2026

PKBM Al Zaytun Hadirkan Pembelajaran Holistik, Dari Senam hingga Ruang Kelas

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Penulis: Wawan Hermawan, S.Pd. (Tutor PKBM Al-Zaytun)

lognews.co.id - Pendidikan tidak selalu dimulai dari deretan buku dan papan tulis. Kadang-kadang, ia bermula dari gerakan tubuh yang penuh semangat, nyanyian kebangsaan yang menggugah rasa cinta tanah air, serta kebersamaan yang menghadirkan keyakinan bahwa belajar tidak mengenal batas usia, jarak, maupun keadaan.

Suasana itulah yang terasa di halaman Gedung Bazaar Al Zaytun pada Sabtu, 18 Juli 2026. Sejak pagi, warga belajar dan para tutor PKBM Al Zaytun berkumpul dengan wajah cerah dan penuh antusiasme. Mereka datang bukan sekadar untuk menghadiri kegiatan pembelajaran rutin, tetapi juga untuk merawat semangat kebersamaan dan meneguhkan tekad dalam meningkatkan kualitas diri.

Kegiatan diawali dengan senam kebugaran bersama yang dipandu oleh Ustadzah Nurrohmah. Gerakan-gerakan senam yang energik membuat suasana pagi semakin hidup. Para warga belajar dan tutor mengikuti setiap gerakan dengan penuh kegembiraan. Tawa, semangat, dan kekompakan berpadu di halaman Gedung Bazaar.

Senam kebugaran tersebut bukan hanya menjadi kegiatan pembuka, melainkan juga mengandung pesan penting bahwa proses pendidikan perlu ditopang oleh kesehatan jasmani dan kejernihan pikiran. Tubuh yang sehat akan membantu seseorang mengikuti pembelajaran dengan lebih fokus, aktif, dan bersemangat.

Setelah kegiatan kebugaran, seluruh peserta mengikuti upacara pembukaan pembelajaran. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan dengan khidmat, membangkitkan semangat nasionalisme di antara warga belajar dan para tutor. Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan permohonan agar kegiatan pembelajaran berjalan lancar serta memberikan manfaat.

Namun, pembelajaran pada hari itu terasa lebih istimewa. Seluruh warga belajar dan tutor turut mengikuti proses pembuatan video untuk menyambut Milad ke-80 Syaykh Al Zaytun.

Dengan penuh antusias, para peserta mengikuti arahan selama proses pengambilan gambar. Kebersamaan yang ditampilkan dalam video tersebut menjadi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan dukungan terhadap momentum penting perjalanan Syaykh Al Zaytun.

Pembuatan video itu sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan bukan hanya proses memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun penghargaan terhadap sejarah, keteladanan, perjuangan, dan nilai-nilai kebersamaan. Setiap warga belajar terlibat dengan semangat, seolah ingin menyampaikan satu pesan yang sama: semangat pengabdian dan pendidikan harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Setelah seluruh rangkaian pembuatan video selesai, warga belajar memasuki kelas masing-masing. Suasana yang sebelumnya meriah berubah menjadi lebih tenang dan penuh konsentrasi. Para tutor mulai menyampaikan materi, mendampingi diskusi, serta membimbing warga belajar sesuai dengan jenjang dan kebutuhan pembelajarannya.

Pembelajaran tatap muka PKBM Al Zaytun dilaksanakan setiap hari Sabtu di Gedung Bazaar Al Zaytun. Sementara itu, untuk menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari lokasi, PKBM Al Zaytun juga menyelenggarakan pembelajaran secara daring setiap hari Selasa dan Rabu.

Kehadiran pembelajaran daring menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan, tetapi menghadapi keterbatasan jarak, waktu, atau kondisi pekerjaan. Melalui pemanfaatan teknologi, warga belajar dari berbagai daerah tetap dapat mengikuti pembelajaran tanpa harus selalu hadir secara langsung di Al Zaytun.

Warga belajar PKBM Al Zaytun tidak hanya berasal dari masyarakat di sekitar lingkungan Al Zaytun. Sebagian di antaranya berasal dari Jakarta dan berbagai daerah di Jawa Barat. Keberagaman asal peserta tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap pendidikan kesetaraan semakin luas dan terus berkembang.

Di balik keberlangsungan pembelajaran, terdapat para tutor yang memiliki semangat pengabdian tinggi. Para tutor PKBM Al Zaytun merupakan lulusan PKBM Al Zaytun dan Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia atau IAI Al-AZIS. Sebagian di antara mereka telah menyandang gelar magister, sedangkan sebagian lainnya sedang menempuh pendidikan pada jenjang S-2.

Kehadiran para tutor yang terus meningkatkan kompetensi akademiknya menjadi kekuatan penting dalam mengembangkan mutu pembelajaran. Mereka tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menjadi pendamping, motivator, dan teladan bagi warga belajar.

Hubungan antara tutor dan warga belajar dibangun dalam suasana kekeluargaan. Warga belajar memperoleh ruang untuk bertanya, berdiskusi, menyampaikan pengalaman, serta mengembangkan potensi dirinya. Pendekatan tersebut menjadikan proses belajar terasa lebih dekat dengan kehidupan nyata.

PKBM Al Zaytun menyadari bahwa tantangan zaman terus mengalami perubahan. Perkembangan teknologi, informasi, ekonomi, dan kehidupan sosial menuntut masyarakat untuk memiliki pengetahuan, keterampilan, kemampuan beradaptasi, serta daya pikir yang semakin baik.

Oleh karena itu, pembelajaran yang dikembangkan tidak berhenti pada penguasaan materi akademik. Warga belajar juga diperkenalkan pada berbagai kegiatan praktik dan keterampilan hidup yang dapat memberikan manfaat secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Berbagai aktivitas seperti membatik, berkebun, dan pelatihan keterampilan lainnya menjadi bagian dari proses pendidikan di PKBM Al Zaytun. Melalui kegiatan tersebut, warga belajar tidak hanya mengetahui suatu konsep, tetapi juga belajar mengerjakan, menciptakan, merawat, serta menghasilkan sesuatu yang bernilai.

Kegiatan membatik, misalnya, dapat melatih ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan penghargaan terhadap kebudayaan. Sementara itu, kegiatan berkebun mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemahaman mengenai proses kehidupan.

Perpaduan antara pembelajaran akademik dan keterampilan praktis menjadi upaya PKBM Al Zaytun dalam membentuk manusia pembelajar yang utuh. Warga belajar diharapkan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga terampil, mandiri, berkarakter, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Kegiatan pembelajaran pada Sabtu itu kembali membuktikan bahwa semangat belajar dapat tumbuh dalam berbagai bentuk. Ia hadir dalam gerakan senam yang dilakukan bersama-sama, dalam lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan dengan penuh kebanggaan, dalam doa yang dipanjatkan dengan tulus, dalam kreativitas pembuatan video, dan dalam kesungguhan mengikuti pelajaran di ruang kelas.

Setiap rangkaian kegiatan mengandung nilai pendidikan. Kebugaran mengajarkan pentingnya kesehatan, upacara menumbuhkan kedisiplinan dan nasionalisme, pembuatan video memperkuat kebersamaan, sedangkan pembelajaran di kelas membuka jalan menuju peningkatan pengetahuan dan masa depan yang lebih baik.

Melalui dukungan para tutor yang kompeten, sistem pembelajaran tatap muka dan daring, serta pengembangan berbagai keterampilan hidup, PKBM Al Zaytun terus menegaskan dirinya sebagai lembaga pendidikan masyarakat yang terbuka dan adaptif terhadap perubahan.

Di tempat inilah masyarakat yang sempat terhenti pendidikannya memperoleh kesempatan untuk kembali belajar. Mereka menemukan ruang untuk memperbaiki diri, meningkatkan kemampuan, dan menumbuhkan harapan baru.

Sebab belajar bukan hanya milik mereka yang masih berusia muda. Belajar adalah perjalanan sepanjang hayat. Selama kemauan masih tumbuh dan harapan belum padam, selalu ada kesempatan untuk melangkah menuju kehidupan yang lebih baik.

Dari halaman Gedung Bazaar hingga ruang-ruang kelas PKBM Al Zaytun, semangat itu terus menyala. Semangat untuk menjadi lebih cerdas, lebih terampil, lebih mandiri, dan lebih berguna bagi sesama.

Di PKBM Al Zaytun, pendidikan bukan sekadar kegiatan mingguan. Pendidikan adalah ikhtiar untuk menyalakan masa depan.