Friday, 28 August 2026

Menara Pemuda dan Perdamaian Ma'had Al-Zaytun, Menara Masjid Tertinggi ke-3 di DUNIA!!

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

lognews.co.id - Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memiliki sebuah mahakarya arsitektur religi yang telah menarik perhatian dunia. Bangunan tersebut adalah Menara Pemuda dan Perdamaian yang menjadi bagian dari Masjid Rahmatan Lil'alamin di Kampus Ma'had Al-Zaytun.

Dengan ketinggian mencapai 201 meter, menara ini tercatat sebagai menara masjid tertinggi ketiga di dunia. Keberadaannya menjadi kebanggaan Indonesia karena mampu sejajar dengan menara-menara masjid ikonik di Afrika Utara.

Saat menyaksikan langsung dari lantai atas Menara Pemuda dan Perdamaian, tim lognews Media disuguhkan panorama hamparan sawah, permukiman warga, serta kawasan Ma'had Al-Zaytun yang membentang luas hingga ke cakrawala. Pemandangan tersebut semakin menegaskan bahwa menara ini bukan sekadar mahakarya arsitektur, melainkan simbol cita-cita besar dalam membangun peradaban yang berlandaskan ilmu pengetahuan, perdamaian, dan nilai-nilai kebangsaan.

Masuk Tiga Besar Menara Masjid Tertinggi di Dunia

Menara Pemuda dan Perdamaian berdiri setinggi 201 meter dan menempati peringkat ketiga sebagai menara masjid tertinggi di dunia. Adapun urutan tiga besar menara masjid tertinggi saat ini adalah:

  • Djamaa El Djazaïr, Aljazair, 264 meter.
  • Masjid Hassan II, Maroko, 210 meter.
  • Menara Pemuda dan Perdamaian Ma'had Al-Zaytun, Indonesia, 201 meter. 

Pencapaian tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki ikon arsitektur Islam bertaraf internasional.

Dibangun dengan Filosofi Perdamaian

Menara ini bukan sekadar bangunan yang menjulang tinggi, tetapi juga mengandung filosofi yang mendalam. Nama "Pemuda dan Perdamaian" mencerminkan harapan agar generasi muda menjadi pelopor dalam membangun kehidupan yang damai, toleran, dan saling menghormati di tengah keberagaman.

Peletakan batu pertama pembangunan menara dilakukan pada 26 Juni 2002 oleh M. Jusuf Kalla, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia.

Nama Masjid Rahmatan Lil'alamin sendiri mengandung makna yang sangat mendalam. Penamaan tersebut mencerminkan cita-cita Syaykh Al-Zaytun untuk menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil'alamin, yakni Islam yang membawa rahmat, kedamaian, kasih sayang, serta kemaslahatan bagi seluruh umat manusia tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan. Semangat tersebut dipadukan dengan nama Menara Pemuda dan Perdamaian, sebagai simbol harapan lahirnya generasi muda Indonesia yang menjunjung tinggi nilai persatuan, hidup berdampingan secara damai, serta meneladani akhlak para nabi dalam membangun peradaban. Seluruh nilai tersebut selaras dengan semangat kebangsaan Indonesia, yaitu Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia.

Masjid Rahmatan Lil'alamin sendiri dibangun dengan ukuran 99 x 99 meter sebagai simbol Asmaul Husna, serta memiliki enam lantai yang melambangkan Rukun Iman.

Inspirasi yang melahirkan sebuah MAHAKARYA

Syaykh Al-Zaytun pernah menceritakan pengalaman yang membekas saat berkesempatan melihat secara langsung salah satu menara masjid tertinggi di dunia dari jarak yang sangat dekat. Kesempatan tersebut menjadi pengalaman istimewa yang kemudian turut menginspirasi lahirnya Menara Pemuda dan Perdamaian di Ma'had Al-Zaytun.

Menurut kisah yang disampaikan Syaykh, saat itu dirinya mendapat panggilan "Ahmad (Sukarno)" karena mengenakan songkok yang dinilai mirip dengan yang biasa dikenakan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Sapaan tersebut menjadi momen yang dikenangnya hingga kini dan menjadi bagian dari pengalaman berharga ketika berada di sekitar menara tersebut.

Pengalaman itu kemudian semakin menguatkan gagasan untuk menghadirkan sebuah menara yang tidak hanya megah secara arsitektur, tetapi juga sarat makna. Menara Pemuda dan Perdamaian pun dibangun sebagai simbol lahirnya generasi muda Indonesia yang menjunjung tinggi perdamaian, persatuan, serta kecintaan kepada Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia.

Keberadaan Masjid Rahmatan Lil'alamin di Ma'had Al-Zaytun tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah. Masjid ini juga dirancang sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pemberdayaan masyarakat.

Konsep tersebut terinspirasi dari Masjid Nabawi yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW di Madinah. Pada masa itu, masjid menjadi pusat berbagai aktivitas umat, mulai dari pendidikan, musyawarah, hingga pembangunan peradaban.

Melalui semangat yang sama, Ma'had Al-Zaytun menghadirkan Masjid Rahmatan Lil'alamin sebagai simbol lahirnya generasi yang unggul, berakhlak, serta mampu berkontribusi dalam menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis.

Ikon Kebanggaan Indonesia

Menara Pemuda dan Perdamaian kini menjadi salah satu landmark paling ikonik di Kabupaten Indramayu. Selain menjadi kebanggaan masyarakat setempat, bangunan ini juga menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan karya arsitektur religi berskala dunia yang sarat makna.

Dengan ketinggian 201 meter serta filosofi yang mengedepankan nilai kemanusiaan, pendidikan, dan perdamaian, Menara Pemuda dan Perdamaian Ma'had Al-Zaytun diharapkan terus menjadi simbol persatuan sekaligus inspirasi bagi generasi masa depan. (Sahil untuk Indonesia)