Friday, 28 August 2026

Pelajar Ekstrakurikuler Perkapalan Al-Zaytun Praktik Penebangan Pohon Akasia untuk Material Kapal Perintis

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

INDRAMAYU, lognews.co.id – Pelajar Mahad Al-Zaytun yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler perkapalan mengikuti agenda praktikum penebangan pohon Acacia mangium yang akan dimanfaatkan sebagai material pembangunan kapal perintis. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana pembelajaran lapangan mengenai pengelolaan sumber daya alam, keselamatan kerja, dan kesadaran ekologis.

Salah seorang pelajar ekstrakurikuler perkapalan, Alif Fioram Syarief Hidayatullah dari Angkatan 22, menjelaskan bahwa pohon yang ditebang merupakan pohon yang sudah tidak produktif dan telah berusia puluhan tahun.

"Alhamdulillah kegiatan agenda praktikum hari ini adalah penebangan pohon akasiamangium untuk keperluan material kapal perintis untuk kegiatan di ekstra kurikuler perkapalan," ujar Alif.

Menurutnya, pohon tersebut merupakan bagian dari tanaman yang ditanam sekitar 26 tahun lalu oleh Syaykh Al-Zaytun bersama para sahabatnya. Namun, seiring berjalannya waktu, sebagian pohon telah memasuki masa purnabakti atau mengalami kematian sehingga perlu dilakukan penanganan yang tepat.

"Pohon yang kita tebang ini adalah pohon yang sudah purnabakti atau sudah mati, yang sudah ditanam dari 26 tahun yang lalu oleh Syaykh Al-Zaytun bersama para sahabatnya," katanya.

Pemanfaatan Material dan Keselamatan Lingkungan

Alif menjelaskan, penebangan dilakukan bukan semata-mata untuk mengambil kayunya, tetapi juga sebagai langkah menjaga keselamatan lingkungan kampus. Selain dimanfaatkan sebagai material kapal perintis, pohon yang sudah mati berpotensi merusak fasilitas sekitar apabila dibiarkan.

"Pohon yang ditebang ini alasannya yang satu sudah mati, yang kedua dialihfungsikan supaya menjadi lebih bermanfaat material tersebut, yang kedua supaya tidak merusak trotoar-trotoar yang ada di jalan sekitar sivitas kampus ini," ujarnya.

Foto: Prosesi penebangan pohon 

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga dilaksanakan berdasarkan arahan Syaykh Al-Zaytun agar pohon yang sudah tidak layak tumbuh dapat ditangani secara terencana sehingga tidak membahayakan lingkungan sekitar.

"Pohon yang ditebang juga berdasarkan arahan dari Syaykh Al-Zaytun supaya tidak roboh," jelasnya.

Menanamkan Kesadaran Ekologis

Lebih lanjut, Alif mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang diterapkan di Al-Zaytun, khususnya dalam membangun kesadaran ekologis para pelajar.

"Syaykh mengajarkan kepada Pelajarnya beserta para tenaga khalif Civitas Al-Zaytun bahwasannya kita harus memiliki kesadaran ekologis, di mana kita harus peduli terhadap lingkungan kita," tuturnya.

Menurutnya, proses penebangan dilakukan dengan perencanaan yang matang agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Karena itu, dalam pelaksanaannya digunakan alat berat untuk mengendalikan arah rebah pohon.

"Syaykh mengajarkan bagaimana caranya kita menebang pohon yang sudah mati ini itu tidak roboh. Karena jika itu roboh, maka itu akan merusak lingkungan sekitar kita," katanya.

"Oleh karena itu, pohon yang sudah ditebang tadi, bagaimana caranya itu tidak roboh. Akhirnya digunakanlah alat berat yang ada di samping saya ini," tambahnya.

Praktikum Lapangan bagi Pelajar

Kegiatan penebangan tersebut melibatkan tenaga khalif dan pelajar ekstrakurikuler perkapalan. Para tenaga khalif bertugas menangani pekerjaan utama yang membutuhkan keahlian teknis dan faktor keselamatan, sementara para pelajar berperan sebagai peserta praktikum yang mengamati serta membantu sesuai kapasitasnya.

"Agenda hari ini melibatkan santri beserta para tenaga khalif. Tugas tenaga khalif ini adalah pekerjaan utamanya, di mana pelajar itu hanya cukup membantu," ungkap Alif.

Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama sehingga para pelajar lebih banyak diarahkan untuk belajar melalui observasi langsung di lapangan.

Foto: Para Pelajar ekstrakuler perkapalan ikut serta dalam penebangan pohon

"Karena mereka juga harus masih belajar, setidaknya mereka ikut andil langsung dalam kegiatan penebangan pohon ini demi keselamatan juga," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan memahami bahwa pembangunan kapal tidak hanya berbicara mengenai konstruksi dan teknologi, tetapi juga pemilihan material yang dilakukan secara cermat dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

"Para pelajar diharapkan bisa melihat, memahami, sebagai pembelajaran mereka bahwasannya dalam material saja, Syaykh sudah memperhatikan secara detail, bahwasannya kita ini tidak boleh asal-asalan untuk membangun kapal kita ini," pungkasnya. (Sahil untuk Indonesia)