Friday, 06 February 2026

Merawat Asrama, Menjaga Peradaban

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

 Oleh Nissa Nurhadidah dan Ali Aminulloh 

Silaturahim Bulanan MPAP Al-Zaytun sebagai Strategi Manajemen Pendidikan Berkelanjutan

lognews.co.id - Di banyak lembaga pendidikan, rapat sering kali berhenti sebagai rutinitas administratif. Namun di Ma'had Al Zaytun, pertemuan justru dirawat sebagai ruang penyadaran. Di sanalah nilai, visi, dan arah peradaban pendidikan dirajut ulang. Pelan, tetapi pasti.

Dalam semangat itulah Majelis Pengendali Asrama Pelajar (MPAP) melaksanakan Silaturahim Bulanan Guru Pembimbing Asrama pada Ahad–Senin, 28–29 Desember 2025. Kegiatan rutin ini dipimpin oleh Kepala Bidang Pengawasan Asrama, Imam Muhajir Rahman, ST. bersama Sekretaris MPAP, Budiyanto, MM. dan dihadiri para mudabbir, mudabbirah, serta pembimbing asrama pelajar.

Silaturahim sebagai Strategi Manajemen

Dalam perspektif manajemen modern, pertemuan berkala seperti ini merupakan bentuk coordination control, yaitu upaya menyelaraskan perilaku individu dengan tujuan organisasi (Robbins & Coulter). Asrama bukan sekadar ruang tinggal, melainkan ekosistem pendidikan informal yang sangat menentukan pembentukan karakter pelajar. Karena itu, penguatan koordinasi pembimbing asrama menjadi kunci keberlanjutan mutu pendidikan.

1000281569

Silaturahim ini menegaskan komitmen kolektif untuk meningkatkan kualitas pendidik sekaligus meneguhkan peran guru sebagai role model. Dalam teori pendidikan karakter (Lickona), keteladanan pendidik adalah kurikulum hidup yang paling efektif yang lebih kuat dari sekadar instruksi atau aturan tertulis.

Etika Bermedia Sosial: Disiplin Baru Pendidik

Salah satu fokus penting yang dibahas adalah tanggung jawab guru dalam bermedia sosial. Di era digital, guru tidak hanya mengajar di ruang kelas dan asrama, tetapi juga “mengajar” melalui jejak digitalnya. MPAP mengingatkan agar setiap konten memperhatikan privasi pelajar, properti institusi, nilai kebermanfaatan, serta keselarasan dengan Visi, Misi, dan Tujuan Pendidikan Al-Zaytun.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep institutional identity management, di mana individu dalam organisasi bertindak sebagai representasi nilai lembaga. Media sosial, dalam konteks ini, bukan ruang personal semata, melainkan ruang publik yang menuntut kesadaran etik dan kolektivitas.

Sehat Jasmani, Kuat Spirit Kependidikan

Tak kalah penting, forum ini juga meneguhkan komitmen pada pola hidup sehat: makan bergizi, mengurangi konsumsi gula, menjaga kualitas tidur, dan berolahraga teratur. Dalam ilmu pendidikan, kesehatan pendidik berkorelasi langsung dengan efektivitas pembelajaran dan stabilitas emosi (WHO, Health Promoting Schools).

Guru yang sehat secara fisik dan mental akan lebih mampu menghadirkan lingkungan asrama yang hangat, sabar, dan mendidik, sebuah prasyarat utama pendidikan berkarakter.

Kesejahteraan Kolektif dan Spirit Koperasi

Menariknya, silaturahim ini tidak berhenti pada dimensi pedagogis. Representasi Alumni Dalam Kampus, turut mengingatkan pentingnya kontribusi bersama dalam membangun kesejahteraan civitas melalui koperasi, khususnya optimalisasi peran KSU Desa Kota Indonesia. Ini mencerminkan prinsip social sustainability dalam manajemen lembaga pendidikan: kesejahteraan bersama sebagai fondasi keberlangsungan institusi.

Merawat Lingkungan, Menjaga Arah

Pada akhirnya, Silaturahim Bulanan MPAP bukan sekadar agenda rutin. Ia adalah mekanisme strategis untuk merawat nilai, menjaga arah, dan memastikan bahwa asrama tetap menjadi ruang tumbuh manusia seutuhnya. Di sanalah manajemen modern bertemu dengan ilmu pendidikan, dan keduanya dipandu oleh visi besar Al-Zaytun.

Dari koordinasi yang rapi, etika digital yang sadar, tubuh yang sehat, hingga ekonomi kolektif yang berkeadilan. Semuanya bermuara pada satu tujuan: menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, berkarakter, dan berkelanjutan demi terwujudnya Visi, Misi, dan Tujuan Pendidikan Al-Zaytun. (Amri-untuk Indonesia)

"Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah"