Hari jadi Indramayu ke 499 Tahun, Lucky Hakim Soroti Ketimpangan Ekonomi di Tengah Melimpahnya Kekayaan Alam

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

INDRAMAYU, lognews.co.id - Memasuki usia ke-499 tahun, Kabupaten Indramayu masih menghadapi pekerjaan rumah besar di tengah melimpahnya sumber daya alam. Bupati Indramayu Lucky Hakim menyoroti ketimpangan ekonomi dan penguasaan sumber daya yang dinilai membuat manfaat kekayaan daerah belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

Persoalan tersebut disampaikan Lucky seusai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Indramayu dalam rangka Hari Jadi ke-499 Indramayu, Rabu (7/10/2026).

Lucky mengatakan, Indramayu memiliki berbagai potensi besar, mulai dari lahan pertanian yang subur, minyak dan gas, wilayah pesisir, perikanan hingga komoditas pertanian. Namun, besarnya potensi tersebut belum otomatis membuat seluruh masyarakat hidup sejahtera.

"PR-nya banyak sekali, dari hampir semua lini. Kita ini kan kabupaten yang bukan kabupaten miskin. Tanah kita subur, bahkan ada minyaknya. Bahkan di atas minyaknya ada gasnya," ujar Lucky.

Menurutnya, persoalan utama yang perlu dibenahi adalah bagaimana kekayaan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih merata.

"Pantainya panjang, pantainya ada ikannya. Sawahnya subur. Tapi kenapa banyak orang tidak mampu di sini? Itu menurut saya adalah salah satu PR besar," katanya.

Lucky Soroti Ketimpangan Penguasaan Lahan dan Sumber Daya

Lucky mempertanyakan kemungkinan adanya ketimpangan dalam penguasaan aset produksi, terutama lahan pertanian dan armada perikanan.

"Jangan-jangan kekayaan itu hanya dikuasai oleh beberapa kelompok orang? Apakah ada satu orang ini yang memiliki bahkan sampai 50 hektare? Sementara ada yang satu hektare digarap oleh banyak orang. Itu ketimpangan tentang lahan itu sangat penting sekali," ujarnya.

Hal serupa, kata Lucky, dapat terjadi di sektor perikanan ketika sumber daya laut yang melimpah tidak sepenuhnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bekerja di dalamnya.

"Ketika bicara ikannya banyak, jangan-jangan satu orang punya kapalnya 20, 30, 50 kapal. Sementara yang kerja itu sebagai buruh," katanya.

Karena itu, pemerintah, menurut Lucky, harus hadir untuk mengikis ketimpangan tersebut.

"Para pengusaha tetap untung, para pengusaha tetap semangat. Tapi para buruhnya itu ada peningkatan taraf hidup," ujarnya.

Pendidikan dan Kewirausahaan Jadi Jalan Keluar

Lucky mengatakan penyelesaian ketimpangan harus dimulai dari masyarakat yang berada pada lapisan ekonomi paling bawah.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan.

"Setelah itu mereka diberikan pendidikan yang baik. Karena tanpa pendidikan mereka tidak bisa naik kelas," katanya.

Ia menilai pendidikan tidak cukup hanya membuat masyarakat bersekolah. Kualitas pendidikan menjadi faktor penting agar masyarakat memiliki kesempatan memperbaiki kondisi ekonominya.

"Saya rasa banyak orang sekolah. Tapi berkualitas tidak. Pendidikannya berkualitas. Karena kalau tidak berkualitas, mereka tidak bisa maju," ujar Lucky.

Selain pendidikan, pemerintah juga perlu mendorong kewirausahaan agar masyarakat tidak terus berada dalam rantai pekerjaan yang sama dari satu generasi ke generasi berikutnya.

"Jangan cuma dari buruh. Anaknya jadi buruh, cucunya jadi buruh, terus cicitnya jadi buruh," katanya.

Capaian Indramayu 2026

Di tengah berbagai persoalan tersebut, Lucky dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD juga menyampaikan sejumlah capaian Kabupaten Indramayu sepanjang 2026.

Beberapa capaian yang disampaikan antara lain:

  • Tata kelola pemerintahan: Indramayu masuk peringkat lima nasional dari 415 kabupaten dan peringkat ketiga se-Jawa Barat dengan predikat kinerja tinggi.
  • Ketahanan pangan: Produksi padi dipertahankan di kisaran 1,7 juta ton per tahun.
  • Perikanan: Indramayu menjadi penyumbang produksi perikanan terbesar di Jawa Barat dengan produksi 528.873,80 ton, atau sekitar 33,99 persen dari total produksi perikanan Jawa Barat.
  • Penurunan stunting: Angka stunting turun dari 18,4 persen pada 2023 menjadi 9,8 persen pada 2024.
  • BUMD: Indramayu meraih Top BUMD Award 2026.

Lucky menegaskan, capaian tersebut bukan semata-mata hasil kerja pemerintah daerah.

"Semua yang tadi kita sebutkan, penghargaan dan capaian ini bukan milik bupati atau pemerintah daerah. Ini adalah usaha bersama, keringat dan air mata seluruh masyarakat Kabupaten Indramayu," katanya.

Bukan Sekadar Merayakan Usia 499 Tahun

Lucky menilai Hari Jadi Indramayu bukan sekadar seremoni tahunan. Usia 499 tahun harus menjadi momentum untuk melihat kembali persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

"Kalau kita bicara Indramayu usianya sampai seribu tahun sekalipun, kalau masyarakat yang belum sejahtera belum tercapai," ujarnya.

Ia berharap capaian yang sudah diraih dapat menjadi modal untuk memperbaiki persoalan yang masih tersisa melalui semangat Beberes Indramayu.

"Melalui semangat Beberes Indramayu mari kita perbaiki apa yang kurang, meningkatkan sinergi pembangunan, mempercepat pembangunan daerah, mewujudkan kesejahteraan masyarakat," kata Lucky.

Dengan demikian, menurutnya, ukuran keberhasilan pembangunan Indramayu bukan hanya banyaknya produksi atau penghargaan yang diraih, tetapi sejauh mana kekayaan dan pertumbuhan ekonomi daerah benar-benar mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat. (Saheel untuk Indonesia)