INDRAMAYU, Lognews.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat mendorong masyarakat Kabupaten Indramayu untuk membentuk dan mengembangkan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) sebagai wadah pengelolaan informasi di tingkat masyarakat. Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Digital bertajuk "KIM PINTER DIGITAL" di Aula KPRI Mekar Jaya Widasari, Bangkaloa Ilir, Kabupaten Indramayu, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah, legislatif, organisasi masyarakat, komunitas, serta insan penyiaran. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat H. Taufiq Hidayat sebagai keynote speaker, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Jawa Barat Nidar Nadrotan Naim Sujana, S.S.T., M.T. yang mewakili Kepala Diskominfo Jawa Barat, serta narasumber Fikri Emsa Silmi, ST., M.MRS., selaku dosen/praktisi IT, dan Drs. Edi Kusdiana, BSW., MM., MBA., Wakil Ketua I RAPI Kabupaten Indramayu. Kegiatan juga diikuti perwakilan KIM, RAPI, Karang Taruna, PWRI, serta sejumlah komunitas masyarakat di Kabupaten Indramayu.
Yang turut hadir dari jajaran lembaga penyiaran di antaranya Radio Prima 95,8 FM Haurgeulis. Dalam kegiatan tersebut, Radio Prima 95,8 FM diwakili Direktur Utama Dynasti, S.I.Kom., Manajer On Air Indah Wulansari, serta Pimpinan Redaksi Umar Sahid, S.Sos. Kehadiran insan penyiaran tersebut turut memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas masyarakat, dan lembaga penyiaran dalam mendukung penyebaran informasi publik di tengah perkembangan ekosistem digital.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Jawa Barat, Nidar Nadrotan Naim Sujana, S.S.T., M.T., yang mewakili Kepala Diskominfo Jawa Barat, mengatakan pembentukan KIM harus dapat melibatkan masyarakat secara luas tanpa dibatasi usia maupun latar belakang pendidikan.
"Bagaimana nanti rekan-rekan yang hadir membentuk KIM tanpa ada batasan usia dan pendidikan, lalu bisa membuat media sosial KIM itu sendiri," ujar Nidar.
Menurutnya, keberadaan media sosial KIM dapat menjadi sarana masyarakat untuk mengelola sekaligus menyebarkan informasi mengenai berbagai potensi dan persoalan di lingkungan masing-masing.
KIM Jadi Jembatan Informasi
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Taufiq Hidayat, dalam keynote speech-nya menegaskan pentingnya KIM sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.
Taufiq mengatakan, KIM bukan hanya berfungsi menyampaikan informasi pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk menampung aspirasi warga.
"Keberadaan KIM ini tidak saja untuk memperlancar informasi antara pemerintah dengan masyarakat, tetapi juga antar-masyarakat. Aspirasi masyarakat bisa disampaikan melalui KIM," kata Taufiq.
Ia juga mendorong agar KIM di Kabupaten Indramayu segera terbentuk dan memiliki legalitas melalui Dinas Komunikasi dan Informatika setempat.
Namun, Taufiq menegaskan bahwa pembentukan KIM tidak berarti masyarakat akan mendapatkan bantuan anggaran secara otomatis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"KIM ini bukan berarti nanti ada bantuan dari provinsi. Tidak seperti itu. KIM dibentuk oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana KIM ini menjadi wadah informasi dan komunikasi masyarakat," tegasnya.
Menurut Taufiq, KIM justru dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan informasi mengenai persoalan di lingkungan mereka, termasuk infrastruktur, pelayanan publik, potensi ekonomi, maupun kebutuhan masyarakat lainnya.
Ia mencontohkan, informasi mengenai rumah warga yang membutuhkan perbaikan dapat disampaikan melalui jaringan KIM untuk diteruskan melalui kanal pemerintah yang tersedia.
Bekali Masyarakat Verifikasi Informasi
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai literasi digital dan verifikasi informasi.
Dosen sekaligus praktisi IT Fikri Emsa Silmi, ST., M.MRS., menyampaikan materi "Teknik Verifikasi Informasi di Media Sosial", sementara Drs. Edi Kusdiana, BSW., MM., MBA., Wakil Ketua I RAPI Kabupaten Indramayu, membawakan materi mengenai "Kemitraan Diseminasi Bersama Pemerintah".
Taufiq menekankan bahwa kemampuan memilah informasi menjadi penting karena masyarakat kini berhadapan dengan arus informasi yang sangat cepat.
"Berita yang masuk jangan selalu dianggap benar. Harus disaring dulu," ujarnya.
Melalui kegiatan KIM PINTER DIGITAL, masyarakat Indramayu diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menjadi pengelola informasi yang cakap, kritis dan bertanggung jawab.
Semangat tersebut dirangkum dalam ajakan "Hayu Gotong Royong Nyebarkeun Bewara Kahadean", atau bergotong royong menyebarkan kabar kebaikan. (Saheel untuk Indonesia)



