Kabut Asap KARHUTLA di SUMSEL membuat sesak pernapasan!

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Sumatera Selatan, Lognews.co.id – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan di Sumatera Selatan berdampak pada jarak pandang, terutama pada pagi hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan menyebut jarak pandang di sekitar Jembatan Ampera, Palembang, dapat berada pada kisaran 400 hingga 600 meter sekitar pukul 06.00.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kabut asap tidak hanya berkaitan dengan aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi operasional penerbangan di sekitar Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Informasi itu disampaikan Sudirman, SKM, M.Si, Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Provinsi Sumatera Selatan, saat diwawancarai tim Lognews.co.id melalui sambungan telepon.

Sudirman menjelaskan bahwa berdasarkan kondisi yang dipantaunya, jarak pandang untuk kepentingan penerbangan pada sekitar pukul 13.30 berada di kisaran 1.700 meter.

“Untuk saat ini, di jam 13.30 kira-kira itu jarak pandang visibility kita ada di 1.700,” ujar Sudirman kepada tim Lognews.co.id.

Ia kemudian menjelaskan bahwa kondisi jarak pandang pada pagi hari dapat lebih terbatas, khususnya di kawasan Jembatan Ampera.

“Kalau visibility di atas Jembatan Ampera, di waktu pagi, di jam 6 pagi itu kan visibility bisa 400 sampai 600 jarak pandang meter,” katanya.

Jarak Pandang Berpengaruh terhadap Penerbangan

Menurut Sudirman, penurunan jarak pandang menjadi perhatian terutama ketika terjadi di kawasan sekitar bandara. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pelaksanaan penerbangan yang dijadwalkan pada pagi hari.

“Yang menjadi permasalahan itu kalau jarak pandangnya 400 sampai 600 itu kan mengganggu aktivitas penerbangan di seputar bandara,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi jarak pandang perlu menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan penerbangan. Sejumlah jadwal pesawat yang direncanakan beroperasi pada pagi hari dapat mengalami penyesuaian, bergantung pada kondisi aktual di sekitar bandara.

Meski demikian, Sudirman menyebut aktivitas kendaraan bermotor dan pejalan kaki secara umum masih dapat berlangsung.

“Kalau untuk kendaraan, untuk pejalan kaki tidak ada hambatan sih, cuman karena ada asap ya,” jelasnya.

Kendati aktivitas masyarakat masih berjalan, kondisi kabut asap tetap perlu diantisipasi. Pengendara diimbau berhati-hati ketika melintas di kawasan yang jarak pandangnya berkurang.

BPBD Imbau Masyarakat Menggunakan Masker

Selain berdampak pada jarak pandang, kabut asap juga menjadi perhatian dari sisi kesehatan masyarakat.

Sudirman mengimbau masyarakat Sumatera Selatan untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah sebagai langkah mengurangi paparan asap.

“Kita menyarankan kepada warga masyarakat Sumatera Selatan untuk selalu memakai masker bilamana keluar dari rumah untuk melakukan aktivitas,” ujarnya.

Terkait dampak kesehatan, Sudirman menyampaikan bahwa terdapat masyarakat yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah kondisi kabut asap. Namun, ia tidak menyebutkan angka pasti kasus ISPA maupun rincian wilayah yang mengalami peningkatan kasus.

Menurutnya, penanganan masalah kesehatan tersebut berada dalam koordinasi Dinas Kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

Ia juga menyebut layanan kesehatan telah disiapkan untuk membantu masyarakat yang terdampak.

“Kita sudah membuka pusat kesehatan 1 x 24 jam untuk menanggulangi apabila terjadinya penyakit ISPA kepada warga masyarakat yang terdampak,” kata Sudirman.

Ia menambahkan bahwa posko dan puskesmas turut dilibatkan dalam penanganan kesehatan masyarakat dengan koordinasi Dinas Kesehatan di tingkat provinsi dan kabupaten atau kota.

Pemantauan Kondisi Asap Masih Diperlukan

Kondisi kabut asap di Sumatera Selatan menunjukkan pentingnya pemantauan jarak pandang dan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan.

Informasi mengenai jarak pandang di kawasan Jembatan Ampera dan sekitar bandara menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan, terutama pada pagi hari ketika jarak pandang dilaporkan dapat menurun.

Masyarakat diharapkan mengikuti imbauan instansi terkait, menggunakan masker saat berada di luar ruangan, serta meningkatkan kewaspadaan ketika berkendara dalam kondisi berkabut.

Sementara itu, perkembangan data kasus ISPA, kondisi kualitas udara, serta status operasional penerbangan perlu dikonfirmasi kepada instansi teknis terkait agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat. (Saheel untuk Indonesia)