Friday, 28 August 2026

Puskesmas Gantar Gelar BIAS 2026 di Al-Zaytun Indramayu

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

INDRAMAYU, Lognews.co.id – Puskesmas Kecamatan Gantar melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 di Al Zaytun, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, sebagai bagian dari program nasional Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pelaksanaan di Al Zaytun menjadi sekolah ke-29 dari total 32 sekolah sasaran BIAS di wilayah kerja Puskesmas Gantar selama Agustus 2026. Program ini menyasar sekitar 1.000 siswa melalui pemberian imunisasi campak dan Human Papillomavirus (HPV) sebagai upaya pencegahan penyakit sejak usia sekolah.

Penanggung Jawab Program Imunisasi Puskesmas Gantar, Nopiyanti Indah Lestari, A.Md.Keb., menjelaskan bahwa pelaksanaan BIAS tahun ini difokuskan pada dua jenis imunisasi. Vaksin campak diberikan kepada seluruh siswa kelas 1 SD/MI, baik laki-laki maupun perempuan. Sementara vaksin HPV diberikan kepada siswi kelas 5 SD/MI dan siswi kelas 9 MTs yang belum memperoleh imunisasi HPV pada saat program pertama kali dilaksanakan melalui mekanisme imunisasi kejar.

Menurut Nopiyanti, sebelum pelaksanaan BIAS, Puskesmas Gantar melakukan pendataan sasaran di seluruh sekolah di Kecamatan Gantar. Pendataan tersebut menjadi dasar pengajuan kebutuhan vaksin kepada Dinas Kesehatan sekaligus penyusunan jadwal pelaksanaan imunisasi di masing-masing sekolah.

"Sebelum pelaksanaan BIAS di bulan Agustus, kami melakukan pendataan sasaran dari seluruh sekolah di wilayah Kecamatan Gantar. Setelah data masuk, kami mengajukan permintaan vaksin ke dinas, kemudian menyusun jadwal pelaksanaan di setiap sekolah," jelas Nopiyanti.

Al-Zaytun Dinilai Sangat Kooperatif

Dalam proses persiapan hingga pelaksanaan BIAS, Al-Zaytun dinilai memberikan dukungan penuh terhadap program pemerintah tersebut. Nopiyanti menyebut pihak sekolah sangat kooperatif dalam menyediakan data sasaran maupun berkoordinasi dengan petugas kesehatan.

"Al-Zaytun cukup kooperatif dalam diskusi. Saat kami meminta data sasaran, mereka langsung mengirimkan datanya sehingga memudahkan pelaksanaan BIAS di wilayah kerja Puskesmas Gantar," ujarnya.

Pelaksanaan imunisasi di Al-Zaytun melibatkan sekitar delapan tenaga kesehatan yang bertugas sebagai vaksinator dan tim pendukung selama kegiatan berlangsung.

Sekitar 1.000 Siswa Menjadi Sasaran Imunisasi

Hingga pelaksanaan di Al-Zaytun, Puskesmas Gantar telah menyelesaikan BIAS di 28 sekolah dengan jumlah penerima imunisasi sekitar 600 siswa. Di Al-Zaytun sendiri terdapat sekitar 400 siswa sasaran, sehingga total penerima imunisasi di wilayah Kecamatan Gantar mencapai kurang lebih 1.000 siswa.

Adapun sasaran imunisasi dalam BIAS 2026 meliputi:

Sasaran

Jenis Imunisasi

Kelas 1 SD/MI (laki-laki dan perempuan)

Vaksin Campak

Kelas 5 SD/MI (perempuan)

Vaksin HPV

Kelas 9 MTs (perempuan, program kejar)

Vaksin HPV

 

Program imunisasi kejar HPV diberikan kepada siswi kelas 9 MTs karena mereka belum menerima vaksin HPV ketika duduk di kelas 5 pada awal implementasi program nasional tersebut beberapa tahun lalu.

Vaksin HPV Diberikan pada Usia 9-14 Tahun

Nopiyanti menjelaskan bahwa vaksin HPV diberikan kepada anak perempuan usia 9 hingga 14 tahun karena pada rentang usia tersebut respons antibodi tubuh terhadap vaksin dinilai paling baik sebelum seseorang terpapar virus HPV.

"Vaksin HPV aman diberikan karena manfaatnya jauh lebih besar. Tujuan utamanya adalah mencegah sekitar 90 persen kasus kanker serviks di kemudian hari," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa vaksin HPV tidak memengaruhi kesuburan atau fertilitas perempuan karena vaksin tersebut berfungsi sebagai perlindungan terhadap infeksi virus penyebab kanker serviks, bukan memengaruhi organ reproduksi.

"HPV tidak ada efek terhadap fertilitas karena vaksin ini ditujukan untuk pencegahan kanker serviks, bukan memengaruhi fungsi reproduksi," tambahnya.

Belum Ada KIPI Serius di Wilayah Gantar

Puskesmas Gantar memastikan hingga saat ini belum ditemukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang bersifat serius selama pelaksanaan program imunisasi di wilayah Kecamatan Gantar.

Nopiyanti mengatakan KIPI yang pernah muncul hanya berupa gejala ringan seperti demam setelah imunisasi. Meski demikian, seluruh petugas vaksinator telah mendapatkan pembekalan mengenai penanganan KIPI, termasuk penanganan syok dan prosedur rujukan apabila terjadi kondisi yang memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit.

Pencatatan Dilakukan Melalui Aplikasi ASIK

Seluruh peserta yang telah menerima imunisasi dicatat melalui aplikasi ASIK (Sehat Indonesiaku). Sistem tersebut menjadi bukti bahwa siswa telah menerima imunisasi sesuai jenis vaksin yang diberikan dan menjadi bagian dari pencatatan nasional Kementerian Kesehatan.

"Setelah penyuntikan, kami menginput data ke aplikasi ASIK. Di sana tercatat jenis vaksin yang diberikan, dan orang tua biasanya mendapatkan pemberitahuan melalui WhatsApp," terang Nopiyanti.

Program Pencegahan Penyakit di Masa Depan

Menanggapi anggapan bahwa vaksin HPV hanya diberikan di daerah dengan kasus kanker serviks atau kutil kelamin yang tinggi, Nopiyanti menegaskan pelaksanaan BIAS di Kecamatan Gantar murni merupakan program preventif pemerintah.

Menurutnya, hingga saat ini wilayah kerja Puskesmas Gantar belum memiliki kasus kanker serviks maupun kutil kelamin yang menjadi dasar pelaksanaan imunisasi. Program HPV dilakukan sebagai langkah pencegahan agar penyakit tersebut tidak muncul di kemudian hari.

"Di wilayah kerja kami belum ada kasus seperti itu. Kami melaksanakan program ini sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah agar tidak terjadi kanker serviks maupun kutil kelamin di wilayah Kecamatan Gantar," ujarnya.

Apresiasi untuk Al-Zaytun

Di akhir kegiatan, Nopiyanti menyampaikan apresiasi kepada Al-Zaytun atas dukungan yang diberikan selama pelaksanaan BIAS 2026. Ia berharap sinergi antara Puskesmas Gantar dan Al-Zaytun terus terjalin dalam mendukung program-program kesehatan pemerintah.

"Terima kasih kepada Syaykh Al-Zaytun yang telah membantu kelancaran pelaksanaan BIAS. Al-Zaytun sangat kooperatif, dan semoga kerja sama dengan Puskesmas Gantar terus terjalin dengan baik," pungkas Nopiyanti.

Pelaksanaan BIAS 2026 di Al-Zaytun menyisakan tiga sekolah lagi yang akan menjadi sasaran imunisasi di wilayah Kecamatan Gantar sebelum seluruh rangkaian Bulan Imunisasi Anak Sekolah Agustus 2026 selesai dilaksanakan. (Saheel untuk Indonesia)