Friday, 28 August 2026

Suprianto Pohan: Al-Zaytun Berhasil Memadukan Persatuan, Kepedulian Sosial, dan Pendidikan Kebangsaan

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

INDRAMAYU, lognews.co.id – Ma'had Al-Zaytun memperingati 1 Syuro 1448 Hijriah pada Selasa, 16 Juni 2026, melalui forum kebangsaan yang menghadirkan tokoh lintas agama, akademisi, cendekiawan, dan berbagai elemen masyarakat dari sejumlah daerah di Indonesia.

Mengusung tema "Memperkokoh Persatuan Demi Mewujudkan Kemandirian Bangsa dalam Menghadapi Tantangan Global", kegiatan tersebut menjadi ruang dialog, silaturahmi, dan pertukaran gagasan untuk memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman bangsa.

Salah satu peserta yang hadir adalah Suprianto Pohan atau yang akrab disapa Pak Toro Anggara, kerabat keluarga Umi Syaykh Al-Zaytun yang berasal dari Kampung Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan, Pak Toro menyampaikan apresiasinya terhadap Al-Zaytun yang dinilainya berhasil memadukan nilai persatuan, kepedulian sosial, dan pendidikan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan 1 Syuro sebagai Ruang Persatuan

Menurut Pak Toro, peringatan 1 Syuro di Al-Zaytun bukan hanya seremonial pergantian tahun baru Islam, melainkan juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarmanusia dan memperkokoh persatuan bangsa.

Ia menilai Al-Zaytun mampu menghadirkan ruang perjumpaan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat tanpa memandang perbedaan agama, suku, maupun golongan.

"Kegiatan seperti ini mampu mempertemukan banyak elemen masyarakat dalam satu semangat persaudaraan dan kebersamaan," ujarnya saat di wawancarai Tim lognews.

Foto: Bapak Suprianto Pohan (Kerabat Umi Syaykh Al-Zaytun)

Baginya, semangat persatuan yang dibangun Al-Zaytun merupakan implementasi nyata nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.

Mengenang Kepedulian Almarhum Ust. Ahmad Fauzi Abdul Halim

Dalam kesempatan tersebut, Pak Toro juga mengenang Almarhum Ust. Ahmad Fauzi Abdul Halim sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.

Menurutnya, Almarhum dikenal aktif menjalin komunikasi terkait berbagai kegiatan sosial, khususnya menjelang Idulfitri dan Iduladha. Salah satu perhatian besarnya adalah memastikan pendataan mustahik zakat dan distribusi hewan kurban berjalan dengan baik.

Pak Toro mengaku masih mengingat komunikasi terakhirnya dengan Almarhum saat proses distribusi kurban berlangsung. Dalam percakapan tersebut, Almarhum tetap menanyakan perkembangan kegiatan dan meminta laporan setelah seluruh proses selesai dilaksanakan.

"Beliau selalu memikirkan masyarakat dan memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan," kenangnya.

Menurut Pak Toro, kepedulian sosial yang dicontohkan Almarhum menjadi salah satu nilai yang terus hidup dan berkembang di lingkungan Al-Zaytun.

Syaykh Panji Gumilang dan Visi Besar Pendidikan

Pak Toro juga menilai Syaykh Panji Gumilang sebagai sosok visioner yang memiliki gagasan besar di bidang pendidikan.

Ia mengingat bahwa sejak era 1990-an, Syaykh Panji Gumilang telah menyampaikan cita-cita untuk membangun pusat pendidikan besar yang mampu melahirkan generasi unggul bagi Indonesia.

Menurutnya, perkembangan Al-Zaytun saat ini menunjukkan bahwa cita-cita tersebut tidak berhenti sebagai gagasan, melainkan diwujudkan melalui kerja keras, ketekunan, dan konsistensi selama puluhan tahun.

"Yang dulu mungkin terdengar seperti mimpi besar, sekarang sudah bisa dilihat hasilnya dan dirasakan manfaatnya oleh banyak orang," katanya.

Disiplin sebagai Fondasi Kemajuan

Bagi Pak Toro, salah satu nilai utama yang dapat dipelajari dari Syaykh Panji Gumilang adalah kedisiplinan.

Ia mencontohkan budaya tertib yang diterapkan di lingkungan Al-Zaytun, termasuk terciptanya kawasan pendidikan yang bebas dari berbagai kebiasaan yang tidak produktif.

Menurutnya, disiplin merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan kemajuan sebuah lembaga pendidikan.

Selain itu, Syaykh Panji Gumilang juga dinilai konsisten memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus belajar, bekerja, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan Bangsa

Di akhir wawancara, Pak Toro berharap nilai-nilai yang selama ini dikembangkan di Al-Zaytun, seperti disiplin, persatuan, kepedulian sosial, dan semangat membangun pendidikan, dapat terus berkembang dan menginspirasi masyarakat Indonesia.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kebangsaan.

Karena itu, ia menilai Al-Zaytun telah memberikan contoh bagaimana pendidikan dapat menjadi sarana membangun manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama dan bangsa.

 

"Semoga nilai-nilai yang dibangun di Al-Zaytun terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia," pungkasnya. (Sahil untuk Indonesia)