Thursday, 05 February 2026

Hijaukan Lereng Curam, Dedi Mulyadi Targetkan Reboisasi 350 Hektare

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Bandung Barat – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kawasan lereng dan tebing dengan tingkat kecuraman tinggi di Jawa Barat harus segera dihijaukan untuk mencegah bencana longsor. Pernyataan itu disampaikan saat meninjau lokasi longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (27/1/2026).

Dedi menyebut sedikitnya diperlukan penanaman kembali di area seluas 350 hektare sebagai langkah mitigasi bencana. Menurutnya, penghijauan harus dilakukan tanpa mempersoalkan status kepemilikan lahan, baik milik Perhutani, badan konservasi, maupun masyarakat. Namun, untuk lahan warga, pendekatan persuasif tetap harus dilakukan karena hak kepemilikan melekat pada masyarakat.

“Kalau sudah terjadi bencana, bencana itu tidak pernah memandang di mana lokasinya. Tanah Perhutani bisa longsor, taman nasional juga bisa longsor,” ujar Dedi.

Ia menyoroti sejumlah wilayah dengan kondisi lereng curam yang sudah berada pada tingkat mengkhawatirkan. Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya hidup dalam kecemasan setiap kali hujan deras turun.

“Orang tinggal di rumah itu harus penuh kenyamanan, bukan setiap hujan cemas,” katanya.

Dedi juga menekankan pentingnya penataan fungsi kawasan hutan. Ia menegaskan hutan produksi seharusnya tetap ditanami tanaman kehutanan, bukan dialihfungsikan menjadi lahan sayuran yang berpotensi memperparah risiko longsor.

Selain itu, ia menyoroti keberadaan bangunan seperti vila yang berada di bawah lereng bukit curam. Menurutnya, kondisi tersebut sangat berbahaya jika terjadi longsor, terutama saat penghuni sedang beristirahat atau berwisata.

“Kalau terjadi longsor saat mereka tidur atau berwisata, itu akan menimbulkan masalah besar,” ujarnya.

Dedi juga menyebut keberadaan tanaman bambu alami di sejumlah lokasi masih berperan penting sebagai penahan longsor. Ia menilai, tanpa bambu dan vegetasi berakar kuat, dampak longsor bisa jauh lebih parah.

Menanggapi pendapat ahli geologi yang menyebut longsor tidak selalu disebabkan alih fungsi lahan, Dedi menegaskan bahwa meskipun pemicu longsor bisa bersifat alami, dampaknya akan semakin besar jika di bagian bawah lereng tidak terdapat vegetasi penahan seperti pohon dan akar yang kuat. (Amri-untuk Indonesia)