lognews.co.id, Karawang – Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, semakin meluas setelah Sungai Citarum dan Sungai Cibeet meluap akibat curah hujan tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat sebanyak 3.162 rumah di 26 desa dan 12 kecamatan terendam, dengan total 13.400 warga terdampak. (19/1/26)
Wakil Bupati Karawang Maslani menyebut banjir telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan kini menjangkau lebih banyak wilayah. Ia meminta seluruh jajaran OPD, khususnya BPBD, meningkatkan kesiapsiagaan serta memastikan penyaluran bantuan logistik tepat sasaran.
Kepala BPBD Karawang Usep Supriatna menjelaskan, dari total warga terdampak, terdapat sekitar 4.300 kepala keluarga yang tersebar di sejumlah titik banjir. Selain permukiman, genangan air juga merendam fasilitas umum seperti jalan raya, sekolah, tempat ibadah, hingga lahan persawahan.
BPBD Karawang telah melakukan asesmen, pendataan, pengecekan lapangan, serta kajian cepat untuk mengetahui kebutuhan warga di daerah terdampak. Pemerintah Kabupaten Karawang juga telah mendirikan posko siaga bencana, mengevakuasi warga, dan menyalurkan bantuan logistik.
Banjir ini menjadi salah satu dampak terparah di wilayah Karawang pada awal tahun 2026, sehingga pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada dan menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlanjut. (Amri-untuk Indonesia)


