Wednesday, 11 February 2026

Pemantapan Nilai Nilai Kebangsaan IKAL Lemhanas RI Tobe Institute Dan KSU DESA KOTA INDONESIA Menuju Masyarakat Indonesia Kuat

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Lognews201.com,Bekasi   --   Sosialisasi Taplai kebangsaan oleh IKAL LEMHANAS Tobe Institute Dan KSU DESA KOTA INDONESIA dalam Kerja Sama Berskala Besar mensosialisasikan Masyarakat Indonesia Kuat dengan materi Taplai kebangsaan juga Bagaimana ketahanan nasional dilaksanakan dengan berkoperasi sebagai sistem kerangka pembangunan nasional. Giat yang diadakan di Bekasi dihadiri oleh perwakilan IKAL LEMHANAS Tobe Institute H. Sumanto Ahmadi, S.Pd.I, S.I.P, M.M juga perwakilan KSU DESA KOTA INDONESIA Jamaludin, S.E dan Handy Nasution, S.Ikom dan tokoh masyarakat koperasi Duri, S.Pd.I. 

Dalam arahannya H. Sumanto menyampaikan Taplai kebangsaan itu sangatlah luas cakupannya kita harus paham siapa Jati diri kita sesungguhnya, Bagaimana Indonesia bisa kuat kalau didiri kita masih ada keraguan menyikapinya. Indonesia dilahirkan menjadi besar.

“siapa yang bisa membuat besar atau raya Kalau bukan kita?”  ujar Sumanto dengan ekspresi semangat.

 

IKAL LEMHANAS Tobe Institute tidak ingin tinggal diam setalah mendapatkan pelatihan Taplai kebangsaan yang diselenggarakan oleh LEMHANAS RI tersebut.

Dalam Acara tersebut Handy sebagai perwakilan KSU DESA KOTA INDONESIA menyampaikan bahwa Agenda rutin sosialisasi Taplai kepada masyarakat KSU DESA KOTA INDONESIA memiliki kesan yang sangat positif, Handy menambahkan bahwa antara desa dan kota itu harus berperan bersama saling mengait bila desa yang memproduksi asupan untuk kita makan maka masyarakat kota lah yang akan menyerapnya itu lah yang namanya Taplai nasional ketahanan dari sektor Green economy.

Sependapat dengan pemaparan pembicara sebelumnya, Jamaludin turut menyampaikan, bahwa sosialisasi Taplai Kerja Sama Berskala Besar IKAL LEMHANAS Tobe Institute dengan KSU DESA KOTA INDONESIA jadi penghubung antara masyarakat desa dan masyarakat kota Indonesia hanya disekat oleh sekat yang sangat tipis yakni "pemahaman" yang belum sama menyikapi Kerja sama Berskala Besar ini. Dari "modal" perjalanan ekonomi ini bila kita sebagai masyarakat koperasi masih berpikir "kenapa saya?" itu pertanda belum memahami sikap sebagai masyarakat koperasi padahal dari kita lah masyarakat koperasi yang akan mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, pungkasnya. 

sebagai penutup sosialisasi tokoh masyarakat koperasi, Duri mengucapkan terimakasih dan sangat terkesan dengan antusias peserta sosialisasi kali ini Semoga apa yang disosialisasikan dapat diterima oleh para peserta, aamiin. (Hanst)