lognews.co.id, Jakarta - Aktivis Mahasiswa Tasikmalaya, Muamar Khadapi beri dukungan Pernyataan KH. Ate Mushodiq Bahrum yang memuji Al Zaytun sebagai bentuk kritik terhadap dunia pendidikan yang tersistem dengan baik.
Dalam dialog bertema “Berbincang Tentang Kualitas Pendidikan Menuju Kebangkitan Kembali Indonesia Raya” dimilad ke 77 tahun Prof. DR. Abdussalam Panji Gumilang, M.P. pada Minggu (30/07/23) Ajengan Ate memberikan gelar pembaharu karena mampu mewujudkan fiqih sosial.
“Saya memberikan gelar kepada Syaykh Al Zaytun Prof. DR Mujaddid, ini tentu karena keberhasilan Syaykh didalam melakukan pembaharuan dalam Islam” pungkas Ate.
Kritikan tajam dari Kiyai Ate yang juga pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Muta’alimin Tasikmalaya, menyindir gelar Profesor Doktor, khususnya Profesor Doktor Agama tidak mempraktekan gelarnya dengan produktifitas langsung.
Menurut Muamar, KH, Ate tidak dalam posisi yang salah sebab beliau sedang tidak membahas salah atau benarnya Panji Gumilang secara personal, tetapi membahas atau melihat metodelogi yang digunakan oleh Pesantren Al-Zaytun.
“Kita jangan melihat dari cangkang apa yang disampaikan oleh KH. Ate di Al-Zaytun. Menurut saya setelah beberapa kali melihat dan memahami lebih dalam tentang apa yang disampaikan oleh KH. Ate ternyata tidak ada yamg salah, karena apa yang disampaikannya tentang bagaimana kita membangun karakter santri yang Learning By Doing dan Al-Zaytun membuat konsep pondok pesantren yang bukan hanya dari sisi ilmu tetapi mereka juga menggunakan sistem penerapan,” ucapanya, melalui pesan WhatsApp, Jumat (04/08/2023).
Adanya kesalahan personal dihubungkan dengan pembenahan institusi pendidikan pesantren Al Zaytun, menurutnya tidak tepat karean akan ada yang dikorbankan yaitu ribuan santri.
“Juga sebagai santri yang nasibnya jangan sampai diabaikan begitu saja. Kesalahan yang nampak hari ini bukan ada pada Al-Zaytun, melainkan pada Panji Gumilang yang saat ini sudah jelas akan diadili oleh pihak berwenang,” tegasnya.
Baginya ada orang yang memanfaatkan situasi atas tidakan Kh. Ate Mushodiq Bahrum dengan terus membully pribadinya.
“Saya berharap orang-orang yang menyuarakan ujaran kebencian kepada KH. Ate Mushodiq Bahrum bisa kembali mencermati dengan teliti menggunakan hati dan pikiran yang jernih tanpa melibatkan emosi di dalamnya untuk memahami apa yang disampaikan oleh KH. Ate Mushodiq Bahrum, karena banyak orang yang memanfaatkan situasi untuk memperburuk citra KH, Ate demi kepentingan-kepentingan yang hanya menguntungkan sebagian orang atau kelompok,” pungkasnya. (Amr-untuk Indonesia)


