Lognews.co.id - Indonesia memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang unggul untuk mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan dunia. Hal itu menjadi salah satu pokok pembahasan dalam diskusi antara Dr. Gita Irawan Wirjawan, BBA., MBA., MPA. dengan wali pelajar Al Zaytun, Rochmad Taufiq, di sela kegiatan seminar yang berlangsung di sebuah kampus, Kamis (30/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai sambil menikmati secangkir kopi tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pengembangan pertanian terintegrasi. Meski berlangsung secara informal, diskusi itu menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia dalam meningkatkan daya saing di tingkat global.
Dalam kesempatan itu, Gita Wirjawan menekankan pentingnya membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, riset, dan inovasi. Menurutnya, sejumlah negara di Asia yang sebelumnya memiliki tingkat pembangunan setara dengan Indonesia kini mampu melaju lebih cepat karena konsisten berinvestasi pada kualitas pendidikan dan pengembangan SDM.
Ia mencontohkan Vietnam sebagai salah satu negara yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam peningkatan kualitas pendidikan dan daya saing tenaga kerjanya.
Menurut Gita, kekayaan sumber daya alam tidak akan cukup membawa Indonesia menjadi negara maju apabila tidak diimbangi dengan kualitas manusia yang mampu berpikir kritis, berinovasi, serta menciptakan berbagai solusi bagi tantangan zaman.
Menanggapi hal tersebut, Rochmad Taufiq membagikan pengalamannya dalam mengembangkan PPR BG Farm Organik serta Koperasi Organik Muria Raya, yang menerapkan konsep pertanian organik berbasis sistem pertanian terintegrasi.
Menurut Rochmad, masa depan pertanian Indonesia harus dibangun melalui sinergi antara sektor pertanian, peternakan, pengelolaan limbah, energi, hingga pemasaran hasil produksi.
Dalam konsep tersebut, limbah pertanian dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik yang kembali digunakan untuk meningkatkan produktivitas lahan. Pola tersebut dinilai mampu menciptakan efisiensi, meningkatkan nilai ekonomi, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Keduanya sepakat bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan sektor pertanian menjadi salah satu kunci dalam mendorong lahirnya inovasi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rochmad Taufiq berharap semakin banyak ruang diskusi yang mampu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk melahirkan gagasan-gagasan baru bagi kemajuan bangsa.
"Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang dialog dan kolaborasi. Ketika dunia pendidikan, dunia usaha, dan dunia pertanian saling bergandengan tangan, akan lahir inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Diskusi tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya bertumpu pada kekayaan alam, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang terus belajar, berinovasi, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.
(Taufik Rochmad: Kontributor lognewsMedia)



