السبت، 29 آب/أغسطس 2026

Transformasi Digital Pengelolaan Dosen, Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) Ikuti Pelatihan SISTER di Kopertais Jabar

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

Sumedang, lognews.co.id – Dalam rangka menyambut era baru manajemen sumber daya dosen berbasis digital, Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) turut serta dalam Pelatihan SISTER (Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi) yang diselenggarakan oleh Kopertais Wilayah II Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 6–7 Juli 2026, di Hotel Puri Khatulistiwa, Kabupaten Sumedang, mengusung tema “Teknologi dan Inovasi untuk Pengembangan Sumber Daya Kependidikan di PTKIS.”

Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) mengirimkan dua perwakilan, yaitu Iis Humaeroh, M.Pd. dan Lukman Abdul Aziz, S.H. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya kampus yang berlokasi di Indramayu ini untuk beradaptasi dengan kebijakan nasional yang mengharuskan seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) beralih ke sistem SISTER.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Koordinator Kopertais Wilayah II Jabar, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., didampingi Prof. Dr. Hj. Aan Hasanah, M. Ed. Dan Ketua Panitia Prof. Dr. H. Encup Supriatna, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya digitalisasi data dosen untuk menjamin transparansi, akurasi, dan efisiensi dalam pengelolaan karier akademik.

Layanan Kenaikan Jabatan Akademik Dosen

Salah satu fokus utama pelatihan adalah pengelolaan layanan kenaikan jabatan akademik dosen yang kini diintegrasikan ke dalam SISTER. Kasubdit Ketenagaan Kemenag RI, Jajang Hari Setiadi, S.IP, memaparkan bahwa ke depannya proses kenaikan jabatan akan dilakukan melalui satu pintu di SISTER.

Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong terciptanya efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan karier dosen. Dengan SISTER, dosen tidak lagi direpotkan dengan pengunggahan dokumen secara berulang. Karya ilmiah yang sudah terunggah di portal Sinta, misalnya, akan langsung terintegrasi dengan SISTER. Sistem ini juga memastikan bahwa penilaian kenaikan jabatan didasarkan pada data yang akurat dan terintegrasi, mendukung prinsip akuntabilitas dan objektivitas dalam setiap keputusan.

Para peserta juga diingatkan bahwa jabatan dosen merupakan jabatan fungsional yang harus ditempuh secara bertahap sesuai aturan terbaru. Selain itu, publikasi bereputasi internasional menjadi salah satu syarat penting yang tidak boleh diabaikan.

Perubahan Data Dosen (PDD) dan Manajemen PTK

Materi kedua yang menjadi sorotan adalah pengelolaan layanan Perubahan Data Dosen (PDD) dan Manajemen PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) pada SISTER. Sejumlah proses bisnis terkait dosen yang sebelumnya dilakukan melalui PDDIKTI-Admin kini dipindahkan dan terpusat dalam satu platform terintegrasi di SISTER.

Proses-proses tersebut meliputi registrasi dosen, perubahan tipe dosen, mutasi internal dan eksternal, penonaktifan, serta pengaktifan kembali dosen. Pemindahan ini bertujuan untuk mempermudah admin dan pimpinan perguruan tinggi dalam mengelola data dan administrasi dosen secara lebih efisien, akurat, dan transparan.

Pengelolaan layanan laporan BKD pada Sister.

Materi tentang pedoman teknis layanan BKD (beban kinerja dosen) disampaikan langsung oleh tim Pusdatin Kemendiktisaintek, Azmi Fakhri dan Ilham F., yang memberikan sosialisasi mengenai pelaporan BKD di SISTER. Dijelaskan Beban Kerja Dosen (BKD) bukan sekadar formalitas administratif. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, BKD merupakan rekaman resmi atas kinerja dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, serta Pengabdian kepada Masyarakat.

Setiap dosen wajib melaporkan aktivitasnya setiap semester dengan pencapaian minimal 12 SKS dan maksimal 16 SKS. Pelaporan ini menjadi tolok ukur utama apakah seorang dosen aktif dan produktif. Tanpa BKD yang memenuhi syarat, seorang dosen tidak dapat mengajukan kenaikan jabatan fungsional, mengikuti proses sertifikasi dosen, bahkan bisa mempengaruhi akreditasi program studi di tempatnya mengajar.

Kini, dengan diterapkannya SISTER sebagai platform nasional, seluruh proses pelaporan BKD dipusatkan dalam satu pintu. Sistem ini terintegrasi langsung dengan PDDikti dan basis data nasional lainnya. Dengan demikian, data dosen menjadi lebih akurat, dan mudah diakses oleh pemangku kepentingan.

Selanjutnya peserta diberikan kesempatan untuk sharing permasalahan yang dihadapi masing-masing kampus, di mana tim dari Pusdatin Kemendiktisaintek beserta narasumber lainnya memberikan solusi secara cepat dan tepat.

Layanan laporan BKD Bagi Dosen PTKIS di KOPERTAIS II Jawa Barat

Wisnu Uriawan, Ph.D., dari Tim LPM UIN Sunan Gunung Djati Bandung, memaparkan secara teknis layanan laporan BKD bagi dosen PTKIS di lingkungan Kopertais II Jawa Barat. Disampaikan bahwa proses maintenance BKD SISTER masih berlangsung hingga 30 Juli, sehingga saat ini masih dalam masa persiapan. Sistem BKD versi Kopertais tetap dipertahankan sebagai backup, memungkinkan dosen untuk mengirimkan berkas yang sama ke kedua sistem.

Kopertais Wilayah II Jawa Barat, menyadari bahwa transisi dari sistem konvensional ke platform digital membutuhkan pendampingan yang intensif. Oleh karena itu, dalam berbagai pelatihan yang diselenggarakan, layanan pelaporan BKD bagi dosen PTKIS menjadi salah satu agenda utama.

Tim ahli yang ditunjuk untuk mendampingi para dosen dan operator PTKIS adalah Tim LPM UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dengan pengalaman dan kapasitasnya, tim ini memberikan bimbingan teknis secara langsung, mulai dari tata cara pengisian, verifikasi data, hingga penyelesaian kendala di lapangan.

Komitmen Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) dalam Menyongsong Digitalisasi

Sebagaimana pesan dari Rektor IAI AL-AZIS pada setiap kesempatan, Datuk Sir Imam Prawoto, KRSS., M.B.A., C.R.B.C. , “Mari kita buktikan bahwa kita serius. Karena keseriusan kita dalam mengelola administrasi adalah cerminan dari keseriusan kita dalam mendidik generasi bangsa.” Momentum pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal bagi pengelolaan sumber daya dosen yang lebih profesional, transparan, dan berdaya saing di kancah nasional.

Dengan mengikuti pelatihan ini, Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas sumber daya dosen dan tata kelola kelembagaan., guna memastikan bahwa kampusnya siap mengimplementasikan SISTER ketika sistem resmi diberlakukan secara penuh.

Pelatihan ini menjadi langkah strategis bagi seluruh PTKIS di Jawa Barat, khususnya Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS), dalam menyelaraskan diri dengan kebijakan nasional. Dengan pemahaman yang baik tentang SISTER, diharapkan proses kenaikan jabatan, pelaporan BKD, dan pengelolaan data dosen dapat berjalan lebih efisien, transparan, dan akuntabel, demi melahirkan sumber daya kependidikan yang unggul dan berdaya saing.

 

Kontributor: Iis Humaeroh