الجمعة، 28 آب/أغسطس 2026

Kartu Pelajar Al-Zaytun Resmi Diluncurkan, Wujud Pengembangan Sistem Cashless Internal Ma'had Al-Zaytun

تقييم المستخدم: 5 / 5

تفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجوم
 

Indramayu, lognews.co.id - Ma'had Al-Zaytun resmi melaksanakan Soft Launching Kartu Pelajar Berbasis RFID (Radio Frequency Identification) yang dirangkaikan dengan Talkshow Financial Literacy pada Minggu (5/7/2026) di Ruang Mini Zeteso, Gedung Ali bin Abi Thalib, Kampus Ma'had Al-Zaytun.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Ma'had Al-Zaytun dalam membangun budaya transaksi cashless yang aman, praktis, sekaligus mendidik sebagai bekal bagi para pelajar menghadapi perkembangan teknologi dan ekonomi digital.

Cashless Membangun Kebiasaan Mengelola Amanah

Mengawali kegiatan, Ust. Iqbal Aulia menyampaikan bahwa penerapan sistem transaksi nontunai bukan semata mengikuti perkembangan teknologi, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter pelajar.

Menurutnya, transaksi cashless membantu membangun kebiasaan mengelola keuangan secara lebih tertib karena setiap transaksi tercatat dengan baik sehingga penggunaan uang menjadi lebih terkontrol.

Dalam sambutannya, Ust. Iqbal mengingatkan bahwa tujuan utama dari pengembangan sistem tersebut bukan sekadar menghadirkan kemudahan bertransaksi, tetapi membentuk budaya pengelolaan keuangan yang lebih bertanggung jawab di kalangan pelajar.

Pelajar Al-Zaytun Berdiskusi tentang Literasi Keuangan

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan Talkshow Financial Literacy yang menghadirkan para pelajar Ma'had Al-Zaytun sebagai narasumber.

Dalam sesi tersebut, para pelajar membahas berbagai konsep dasar literasi keuangan, mulai dari pengelolaan uang, penyusunan skala prioritas, hingga pentingnya memahami biaya peluang (opportunity cost) dalam mengambil keputusan ekonomi.

Laskar mengingatkan pentingnya money management agar pelajar tidak menggunakan uang secara sembarangan.

"Perhatikan money management, jangan semena-mena dalam pemakaian uang."

Sementara itu, Nisfa menekankan bahwa kebutuhan primer harus selalu menjadi prioritas sebelum memenuhi berbagai keinginan.

"Sebagai pelajar kita dapat membuat skala prioritas, seperti memenuhi kebutuhan primer terlebih dahulu."

Wilma mengajak peserta memahami konsep opportunity cost agar mampu menentukan pilihan yang memberikan manfaat terbesar.

"Opportunity cost terlebih dahulu. Kita harus memilih yang terbaik untuk kepentingan kita sendiri."

Tribukti menilai penggunaan RFID harus diiringi dengan kebijaksanaan dalam mengelola uang.

"Pada dasarnya uang adalah dasar. Dalam penggunaan RFID ini gunakan dengan bijak."

Sedangkan Green mengingatkan bahwa kemudahan teknologi tidak boleh membuat seseorang kehilangan kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

"Dengan menggunakan RFID kita mendapat kemudahan hanya satu tap untuk memperoleh barang. Karena itu kita harus bisa membedakan mana yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang tidak."

RFID Merupakan Tahap Baru Pengembangan Budaya Cashless

Pada sesi Soft Launching Kartu Pelajar Berbasis RFID, Ust. Budi menjelaskan bahwa peluncuran kartu pelajar berbasis RFID merupakan kelanjutan dari pengembangan sistem transaksi cashless yang telah diterapkan di lingkungan Ma'had Al-Zaytun sejak masa pandemi Covid-19.

Saat itu, sistem transaksi masih dilakukan secara manual menggunakan formulir kertas sebagai media pencatatan belanja pelajar. Seiring waktu, Tim IT Al-Zaytun mengembangkan aplikasi cashless yang mampu mengelola tabungan dan transaksi secara lebih sistematis.

Memasuki tahun 2026, sistem tersebut memasuki babak baru melalui penerapan Kartu Pelajar Berbasis RFID, yang memungkinkan transaksi dilakukan secara lebih cepat, praktis, dan akurat.

RFID Menjadi Media Pendidikan Karakter

Dalam sambutannya, Ust. Budi menegaskan bahwa tujuan utama penerapan sistem cashless bukanlah mengganti uang tunai semata, melainkan membangun karakter pelajar.

Menurutnya, uang tunai lebih mudah hilang, tertinggal, maupun sulit dipantau penggunaannya. Sebaliknya, sistem cashless memberikan catatan transaksi yang dapat menjadi media pembelajaran bagi pelajar dalam mengelola keuangan secara bertanggung jawab.

"Kartu RFID bukan sekadar alat pembayaran. Ia adalah media pendidikan karakter."

Melalui kartu tersebut, pelajar diharapkan mampu menumbuhkan nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, serta literasi keuangan sejak dini.

Soft Launching Dimulai di Empat Unit Layanan

Pada tahap awal implementasi, sistem RFID diterapkan secara internal di lingkungan Kampus Ma'had Al-Zaytun dan digunakan pada empat unit layanan, yakni Unit Laundry, Kafe Kita, Kantin Umum, dan Toko Al-Zaytun.

Peluncuran ini masih berstatus soft launching, sehingga sistem akan terus dievaluasi dan disempurnakan sebelum dikembangkan lebih lanjut.

Ust. Budi juga menyampaikan apresiasi kepada Yang Amat Berhormat Syaykh Al-Zaytun atas visi dalam membangun budaya transaksi cashless, serta kepada Tim IT Al-Zaytun, pengelola tabungan pelajar, para mudabbir, guru, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan sistem tersebut.

Menyiapkan Generasi yang Melek Finansial

 

Melalui rangkaian kegiatan ini, Ma'had Al-Zaytun menegaskan bahwa penerapan sistem cashless bukan sekadar transformasi teknologi, melainkan bagian dari proses pendidikan untuk membentuk pelajar yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki literasi keuangan yang baik. (Sahil untuk Indonesia)