Oleh: Nurrohmah (Tutor PKBM Al-Zaytun)
INDRAMAYU, lognews.co.id - Suasana sejuk sisa gerimis siang menyelimuti Blok Gabel, Desa Tanjung Jati, Tanjung Garut, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu pada Rabu (24/06) siang. Di kediaman Ibu Suryati, kehangatan justru merebak saat kurang lebih 20 ibu-ibu pengajian rutinan berkumpul dengan satu misi, membuka cakrawala baru melalui pendidikan.
Melalui kolaborasi kemanusiaan antara Paguyuban Istri Peduli (PIP) Gantar dan PKBM Al-Zaytun, sebuah agenda kunjungan dan sosialisasi PKBM digelar demi mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah tersebut.
Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 16.00 WIB ini diawali dengan khidmat melalui doa istighosah bersama yang dipimpin oleh tokoh kerohanian Blok Gabel, Ibu Paini, S.Pd. Tak lama berselang, keceriaan mulai mengalir saat Ibu Wasiyem, seorang alumni warga belajar PKBM Al-Zaytun, memandu acara sebagai Master of Ceremonies (MC).
Dalam sambutannya, perwakilan dari Tim Pendidikan PIP, Ibu Umi Rochimah, S.Pd., memaparkan berbagai program unggulan PIP yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
"Kami hadir dengan program nyata untuk seluruh anggota PIP, mulai dari pemantapan pembelajaran memulasara jenazah, latihan kesenian angklung, hingga pengadaan bazar murah yang nantinya akan berkolaborasi erat dengan PKBM Al-Zaytun," ujar Ibu Umi Rochimah.
Belajar Sebagai Bentuk Menyayangi Diri Sendiri
Inti acara diisi dengan sosialisasi mendalam oleh tutor PKBM, Ibu Nurrohmah, A.Ma.Ph. Beliau menekankan bahwa usia dan status berkeluarga bukanlah penghalang untuk terus tumbuh. Pendidikan, menurutnya, adalah bentuk tertinggi dari menyayangi diri sendiri.
Ibu Nurrohmah juga mengupas tuntas seputar PKBM Al-Zaytun, mulai dari kemudahan pendaftaran, efisiensi biaya, hingga fasilitas pendukung yang memadai.
Setelah pemaparan tersebut, Ketua PIP Gantar, Ibu Sri Wahyuni, S.Pd., naik memberikan sambutan yang membakar semangat. Beliau memberikan penguatan serta motivasi mendalam agar warga tidak ragu untuk melanjutkan sekolah. Tidak hanya itu, Ibu Sri Wahyuni juga mengajak seluruh warga yang hadir untuk ikut bergerak menyebarkan program kebaikan ini.
"Mari kita nyalakan semangat belajar ini bersama-sama. Kami membekali Ibu-ibu sekalian dengan brosur PKBM yang sudah disiapkan, agar informasi baik ini bisa diteruskan dan disampaikan kepada keluarga serta warga lain di sekitar lingkungan kita," tegas Ibu Sri Wahyuni dalam motivasinya.
98% Cerita Senang dan Kisah Sepeda Listrik
Suasana ruang pertemuan semakin hangat dan penuh tawa saat sesi testimoni dimulai. Ibu Karsini (warga belajar aktif) dan Ibu Suryati (alumni PKBM sekaligus tuan rumah) berbagi kisah inspiratif mereka yang sangat menyentuh hati.
98% Cerita Senang: Keduanya mengaku sangat bersyukur dan bahagia bisa kembali bersekolah di usia yang tak lagi muda. Lingkungan belajar yang suportif membuat proses menuntut ilmu terasa sangat mengasyikkan.
2% Cerita Sedih yang Menginspirasi: Ada selipan kisah perjuangan saat mereka sempat terkendala transportasi untuk berangkat sekolah. Namun, keterbatasan itu justru memicu semangat baru, salah satunya hingga berhasil membeli sepeda listrik baru demi bisa tetap duduk di bangku sekolah.
"Jika disimpulkan dari testimoni luar biasa tadi, sekolah di PKBM ini 2 persen cerita sedih perjuangannya, dan 98 persen adalah cerita senang," ungkap Ibu Nurrohmah diselingi gelak tawa riuh para peserta yang mengamini cerita tersebut.
Sinergi untuk IPM Daerah
Sesi diskusi interaktif menjadi penutup yang produktif. Ibu-ibu yang belum menyelesaikan pendidikan dasar hingga SMA diajak memetakan kendala mereka untuk dicarikan solusi bersama. Berkat motivasi kuat dari para tokoh yang hadir, sebagian besar dari mereka langsung menyatakan niat kuat untuk kembali melanjutkan sekolah.
Program ini menjadi bukti nyata sinergi tanpa batas antara PIP Gantar dan PKBM Al-Zaytun dalam berpartisipasi membangun bangsa, meningkatkan kualitas SDM, serta menaikkan IPM Kabupaten Indramayu dengan landasan murni kemanusiaan.
Hingga acara ditutup oleh MC, langit Gantar tetap terang benderang, secerah harapan baru yang tumbuh di hati ibu-ibu Blok Gabel.



