الجمعة، 28 آب/أغسطس 2026

Tagih Janji Mentan, 1.000 Anggota Serikat Tani Indramayu Long March ke Istana Negara

تقييم المستخدم: 5 / 5

تفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجوم
 

INDRAMAYU, lognews.co.id - Sekitar 1.000 anggota Serikat Tani Indramayu (STI) memulai aksi long march dari Jalur Pantura Karangsinom, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, menuju Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Dalam wawancara Breaking News PPN bersama Saheel, Pimpinan Redaksi Radio Prima 95,8 FM, Pengurus STI, Udi, menegaskan bahwa aksi tersebut dilakukan untuk menagih janji Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terkait pembangunan Jaringan Irigasi Tanah (JIAT) dan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Ia bahkan menyatakan para petani siap menginap di Kementerian Pertanian apabila hingga tiba di Jakarta belum ada kepastian dari pemerintah.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu diikuti sekitar seribu petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Indramayu. Rombongan berjalan kaki dengan membawa atribut organisasi dan tuntutan, serta mendapat pengawalan dari aparat kepolisian dan mobil ambulans untuk memastikan keamanan selama perjalanan.

Ketua Serikat Tani Indramayu (STI), Casudi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk perjuangan petani untuk memperoleh kepastian atas janji yang pernah disampaikan pemerintah kepada para petani Indramayu.

Menurut Casudi, pada 24 September 2025 Menteri Pertanian pernah menjanjikan pembangunan dua titik Jaringan Irigasi Tanah (JIAT). Selain itu, STI juga telah mengajukan permohonan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada Kementerian Pertanian. Namun hingga kini, kedua program tersebut belum juga direalisasikan.

"Kami datang bukan untuk membuat keributan. Kami hanya ingin menagih janji yang pernah disampaikan kepada petani. Sampai hari ini belum ada realisasinya," ujar Casudi.

Sementara itu, dalam wawancara langsung pada program Breaking News PPN di Radio Prima 95,8 FM bersama Saheel, Pengurus STI, Udi, menegaskan bahwa aksi long march merupakan langkah terakhir yang ditempuh setelah berbagai upaya komunikasi dan penyampaian aspirasi belum membuahkan hasil.

Menurut Udi, tuntutan petani sangat sederhana, yakni meminta pemerintah memenuhi komitmen yang pernah disampaikan kepada para petani Indramayu.

"Kami ingin pemerintah memberikan kepastian. Janji pembangunan dua titik JIAT harus direalisasikan, begitu juga bantuan alsintan yang sudah lama kami ajukan. Petani hanya meminta hak yang memang sudah dijanjikan," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa rombongan petani berharap dapat bertemu langsung dengan Menteri Pertanian atau setidaknya perwakilan Kementerian Pertanian untuk memperoleh jawaban resmi.

"Kalau nanti tidak ada yang menemui kami atau belum ada jawaban dari Menteri Pertanian, kami sudah sepakat akan menginap di Kementerian Pertanian sampai ada kepastian," tegas Udi saat diwawancarai dalam Breaking News PPN.

Aksi long march ini menjadi simbol kekecewaan petani terhadap lambatnya realisasi program pemerintah yang dinilai sangat penting bagi peningkatan produktivitas pertanian. Pembangunan jaringan irigasi dan bantuan alsintan dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung keberlanjutan produksi pangan, khususnya di Kabupaten Indramayu yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kementerian Pertanian mengenai tuntutan yang disampaikan Serikat Tani Indramayu maupun kepastian terkait rencana pertemuan dengan perwakilan massa aksi. (Saheel untuk Indonesia)