السبت، 07 شباط/فبراير 2026

Bapanas: Masyarakat Bisa Beli Beras SPHP 5 Pack Dimulai Februari

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, JakartaBadan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan masyarakat dapat membeli beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maksimal 5 pack per orang mulai Februari 2026. Kebijakan ini memperluas batas pembelian yang sebelumnya hanya 2 pack atau 10 kilogram per orang. (16/1/2026)

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menjelaskan, penyesuaian ini dilakukan dalam rangka meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap beras SPHP di tahun 2026. Menurutnya, Bapanas saat ini tengah memutakhirkan petunjuk teknis penyaluran beras SPHP, termasuk memperlebar batas pembelian hingga 25 kilogram per konsumen.

Ia menegaskan, kebijakan pembelian 5 pack tersebut baru akan diterapkan pada Februari 2026. Sementara untuk Januari 2026, aturan lama tetap berlaku, yakni maksimal 2 pack per orang.

Sarwo menambahkan, distribusi beras SPHP untuk periode Januari 2026 diperpanjang hingga 31 Januari 2026 melalui skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) yang telah disetujui oleh Kementerian Keuangan.

Mulai Februari 2026, pemerintah telah menyiapkan alokasi beras SPHP sebesar 1,5 juta ton untuk penyaluran sepanjang tahun 2026. Dengan demikian, penyaluran beras SPHP dipastikan berjalan tanpa jeda dan tetap tersedia bagi masyarakat sebagai pilihan konsumsi beras dengan harga terjangkau.

Pemerintah melalui Bapanas dan Perum Bulog juga menjamin ketersediaan beras SPHP di pasar tradisional, pasar modern, serta ritel-ritel modern. Konsistensi penyaluran ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga beras medium di tingkat nasional.

Dalam Panel Harga Pangan Bapanas, harga beras medium secara nasional masih berada di sekitar Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, peningkatan produksi beras nasional menjelang panen raya diperkirakan dapat membantu menstabilkan harga.

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 per Januari, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 1,79 juta ton pada Januari dan 2,98 juta ton pada Februari. Puncak panen raya diprediksi terjadi pada Maret dan April 2026 dengan potensi produksi hingga 5 juta ton per bulan.

Sarwo mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan beras SPHP karena kualitasnya setara dengan beras medium di pasaran, namun dengan harga yang lebih murah. Ia juga meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan beras SPHP yang kualitasnya tidak sesuai agar dapat segera diganti.

Sementara itu, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada awal 2026 mencapai 3,2 juta ton. Stok tersebut dinilai cukup untuk menjaga stabilitas harga beras nasional serta mendukung kelancaran program SPHP di seluruh Indonesia.