Pengalaman Praktik Pelajar MA Al-Zaytun ekstrakurikuler Perkapalan Tuai Apresiasi Kepala Departemen Perkapalan ITS

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

SURABAYA, lognews.co.id – Pengalaman pelajar Madrasah Aliyah (MA) Al-Zaytun Ekstrakurikuler Perkapalan dalam kegiatan pembuatan kapal penangkap ikan mendapat perhatian dari Kepala Departemen Teknik Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ir. Teguh Putranto, S.T., M.T., Ph.D. Apresiasi tersebut disampaikan Teguh saat diwawancarai oleh tim Lognews Media di lokasi kegiatan Boat Race Competition (BRC), bagian dari National Ship Design and Race Competition (NASDARC) 2026 di ITS Surabaya, Sabtu (7/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, diperlihatkan sejumlah model kapal hasil pembelajaran para pelajar MA Al-Zaytun. Salah satunya berupa model kapal penangkap ikan yang menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran di lingkungan pendidikan mereka.

Teguh menilai kegiatan pembuatan kapal tersebut memperlihatkan bahwa pelajar sekolah menengah dapat memperoleh pengalaman teknis yang lebih luas daripada sekadar mempelajari konsep melalui buku pelajaran.

Ia menyoroti proses pembelajaran yang melibatkan tahapan perancangan hingga produksi sebagai bentuk pengalaman yang memberikan pemahaman langsung mengenai dunia rekayasa perkapalan.

"Jadi, seperti yang disampaikan bahwa ada kegiatan pembuatan kapal penangkap ikan, di mana kapal ini mulai dari nol sampai jadi, itu dibangun oleh siswa," ungkap Teguh.

Menurutnya, pengalaman semacam ini menjadi hal yang patut diapresiasi karena peserta didik memperoleh kesempatan untuk memahami proses teknis secara langsung.

Dalam pembelajaran konvensional, pelajar SMA umumnya lebih banyak mempelajari matematika, fisika, dan kimia melalui materi di dalam kelas. Namun, melalui kegiatan pembuatan kapal, pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam proses produksi.

Ia menilai pendekatan pembelajaran seperti ini dapat membantu peserta didik memahami hubungan antara teori akademis dan kebutuhan teknis di lapangan.

Selain memberikan pengalaman praktis, kegiatan tersebut juga memperkenalkan berbagai aspek pekerjaan dalam industri perkapalan, mulai dari desain, konstruksi, material, hingga proses produksi.

Pengalaman tersebut sejalan dengan keikutsertaan tiga tim MA Al-Zaytun ekstrakulikuler perkapalan dalam BRC NASDARC 2026, yang memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk mengembangkan kemampuan di bidang desain dan teknologi kapal.

Melalui pembelajaran berbasis praktik, pelajar tidak hanya mengenal teknologi perkapalan sebagai materi akademis, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam menerapkan pengetahuan untuk menghasilkan sebuah karya nyata. (Saheel untuk Indonesia)