SURABAYA, lognews.co.id – Tim Kasih Ibu perwakilan Madrasah Aliyah (MA) Al-Zaytun Ekstrakurikuler perkapalan melakukan evaluasi prototipe kapal setelah mengikuti sesi trial race dalam ajang Boat Race Competition (BRC), bagian dari National Ship Design and Race Competition (NASDARC) 2026 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Sabtu (7/11/2026).
Evaluasi tersebut dilakukan sebagai persiapan menghadapi perlombaan utama kategori dual lap yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/11/2026) di Laguna Venue Mall dalam rangkaian kompetisi yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan ITS (HIMATEKPAL FTK ITS).
Tim Kasih Ibu terdiri atas empat pelajar MA Al-Zaytun ekstrakurikuler perkapalan, yakni Ridwan Alfaras (12.R.02), Fikri Nur Hidayat (12.R.03), Kamelia Rana Athiya (12.N.01), dan Mukhti Ali Jamaludin (12.R.03).
Dalam sesi uji coba lintasan, tim menemukan sejumlah hal yang perlu diperbaiki, terutama pada kemampuan manuver kapal ketika melakukan belokan. Ridwan Alfaras menjelaskan bahwa prototipe kapal yang mereka gunakan masih memiliki kecenderungan berbelok terlalu tajam.
"Setelah mencoba trial race, ternyata masih ada sedikit kekurangan pada bagian belokan. Kapalnya terlalu membelok atau terlalu menekuk," ungkap Ridwan.
Menurutnya, kendala tersebut lebih berkaitan dengan aspek teknis kapal, bukan karena kondisi lintasan yang baru mereka kenali.
Sementara itu, salah satu anggota tim, Kamelia Rana Athiya, turut menjadi perhatian karena keterlibatannya sebagai pelajar perempuan dalam kompetisi teknologi perkapalan tersebut.
Rana mengungkapkan bahwa kesempatan memperoleh pengalaman dan pengetahuan di bidang perkapalan tidak seharusnya dibatasi oleh perbedaan gender. Menurutnya, baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama untuk terlibat dan memperoleh pengalaman di bidang tersebut.
"Pengalaman itu tidak diambil dari perempuan atau laki-laki saja, karena semuanya berhak mempunyai pengalaman," ujar Rana.
Ia menilai bidang perkapalan merupakan bidang yang tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mempelajarinya secara langsung. Karena itu, keikutsertaannya dalam kompetisi BRC menjadi kesempatan berharga untuk memperoleh pengalaman sekaligus memperluas pengetahuan mengenai teknologi perkapalan.
Di sisi lain, Fikri Nur Hidayat yang bertugas sebagai engineer tim menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan untuk menghadapi perlombaan berikutnya.
Menurut Fikri, evaluasi akan difokuskan pada pengaturan kecepatan dan sistem kendali kapal, khususnya pengaturan manuver melalui remote control agar kapal dapat berbelok dengan lebih akurat.
"Mungkin kami akan menaikkan kecepatan. Pada remote control juga ada pengaturan untuk membelokkan kapal dengan lebih tajam atau dengan belokan yang lebih sedikit. Jadi, evaluasinya besok kami akan memperbaiki akurasi belokan kapal," jelas Fikri.
Selain melakukan perbaikan teknis, tim juga berencana kembali melakukan riset terkait mekanisme perlombaan dan menyempurnakan prototipe kapal sebelum memasuki pertandingan utama.
Keikutsertaan Tim Kasih Ibu dalam BRC NASDARC 2026 menjadi bagian dari upaya pelajar MA Al-Zaytun ekstrakurikuler perkapalan mengembangkan kemampuan di bidang rekayasa dan teknologi perkapalan. Melalui proses uji coba dan evaluasi, para anggota tim diharapkan mampu meningkatkan performa prototipe serta menerapkan hasil pembelajaran selama kompetisi berlangsung.
Dengan berbagai evaluasi yang telah dilakukan, Tim Kasih Ibu kini mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan dual lap pada hari kedua kompetisi, Minggu (8/11/2026). (Saheel untuk Indonesia)


