Generasi Pelanjut Dibentuk Sejak Dini, PAUD Al-Zaytun Perluas Wawasan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

INDRAMAYU, lognews.co.id – Menyiapkan generasi pelanjut tidak cukup hanya melalui pembelajaran di dalam kelas. Anak-anak juga perlu diperkenalkan dengan lingkungan nyata agar memiliki wawasan yang lebih luas, rasa ingin tahu, serta pemahaman awal mengenai berbagai potensi yang dimiliki Indonesia.

Prinsip tersebut menjadi salah satu landasan pembelajaran Tunas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Zaytun melalui kunjungan edukatif ke Galangan Kapal Samudera Biru Al-Zaytun di Eretan, Kabupaten Indramayu, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini mengajak peserta didik mengenal dunia kemaritiman secara langsung, termasuk luasnya laut Indonesia dan profesi pelaut.

Kepala PAUD Al-Zaytun, Ustadzah Maratu Soleha, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya bersumber dari cerita, penjelasan guru, maupun tayangan digital. Mereka perlu melihat secara langsung objek yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

“Tidak hanya sekadar cerita dan dongeng, atau melihat video, atau dia melihat hanya melihat lewat YouTube, tetapi mereka harus melihat secara langsung,” ujar Ustadzah Maratu Soleha.

Menurutnya, pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam mengenalkan dunia kepada anak-anak. Melalui pengamatan terhadap lingkungan nyata, peserta didik memiliki kesempatan untuk membangun pemahaman awal mengenai hal-hal yang sebelumnya hanya mereka ketahui melalui gambar, cerita, atau tayangan video.

Mengenalkan Potensi Maritim Indonesia Sejak Dini

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas. Potensi tersebut berkaitan erat dengan berbagai bidang kehidupan, mulai dari transportasi laut, perikanan, hingga aktivitas pembangunan dan pengoperasian kapal.

Pengenalan dunia maritim sejak usia dini menjadi salah satu cara untuk memperluas wawasan anak mengenai lingkungan dan kekayaan bangsa. Melalui kunjungan ke Galangan Kapal Samudera Biru Al-Zaytun, peserta didik diajak melihat salah satu lingkungan kerja yang berhubungan langsung dengan aktivitas kemaritiman.

Di lokasi tersebut, anak-anak berkesempatan mengenal kapal serta proses pembuatannya melalui penjelasan dari petugas yang bertugas. Pengalaman ini memberikan gambaran awal bahwa dunia maritim tidak hanya berkaitan dengan laut, tetapi juga melibatkan keterampilan, pengetahuan, dan beragam profesi.

Pembelajaran semacam ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap lingkungan di sekitarnya. Anak-anak juga memperoleh kesempatan untuk menghubungkan materi yang dipelajari di sekolah dengan objek nyata yang mereka amati secara langsung.

Pembelajaran Nyata untuk Membentuk Wawasan Anak

Kunjungan edukatif tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas di luar lingkungan sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman konkret.

Dalam pendidikan anak usia dini, pengenalan konsep melalui objek nyata dapat membantu peserta didik mengembangkan kemampuan mengamati, mendengarkan, bertanya, dan mengenali lingkungan secara bertahap. Guru juga memiliki kesempatan untuk memperkaya materi pembelajaran melalui pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ustadzah Maratu Soleha menegaskan bahwa kunjungan tersebut memiliki tujuan pendidikan yang lebih mendalam daripada sekadar rekreasi.

“Tidak hanya sekadar jalan-jalan semata, tidak hanya sekadar untuk berhappy-happy, tetapi sangat mendalam tujuan kami adalah agar mereka menjadi penerus atau pelanjut dari generasi Al-Zaytun di masa hadapan,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Pengenalan terhadap dunia luar menjadi salah satu upaya memperluas cakrawala berpikir anak sejak usia dini, sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengenali berbagai bidang yang dapat dipelajari pada tahap pendidikan berikutnya.

Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu dan Semangat Belajar

Antusiasme peserta didik terlihat sejak perjalanan menuju lokasi. Sebelum berangkat, mereka berdoa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza, serta mengucapkan Sapta Janji Darma Bakti. Perjalanan juga diisi dengan lagu-lagu mars yang berkaitan dengan Al-Zaytun dan lembaga pendidikannya.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman bersama yang memadukan pembelajaran, kebersamaan, dan pengenalan lingkungan. Sesampainya di galangan kapal, peserta didik memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung objek yang berkaitan dengan tema pembelajaran mereka.

Melalui kegiatan ini, PAUD Al-Zaytun berupaya memperkenalkan kemaritiman bukan hanya sebagai pengetahuan, melainkan juga sebagai bagian dari realitas kehidupan Indonesia yang dapat diamati dan dipelajari sejak dini.

Pengenalan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun wawasan anak mengenai potensi bangsa, termasuk laut dan berbagai profesi yang berkaitan dengannya. Dengan memberikan pengalaman belajar yang beragam, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki rasa ingin tahu, wawasan luas, serta kesiapan untuk terus belajar dan berkembang.

 

Bagi PAUD Al-Zaytun, menyiapkan generasi pelanjut dimulai dari proses pendidikan yang memberi ruang bagi anak-anak untuk mengenal dunia secara lebih dekat. Kunjungan ke Galangan Kapal Samudera Biru Al-Zaytun menjadi salah satu bentuk ikhtiar tersebut, yakni membawa pembelajaran keluar dari ruang kelas agar pengetahuan dapat diperoleh melalui pengalaman nyata. (Saheel untuk Indonesia)