Bukan Sekadar Belajar di Kelas, Pelajar Al-Zaytun Terjun Langsung Mengolah Hasil Pertanian

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

INDRAMAYU, Lognews.co.id - Pelajar Ma’had Al-Zaytun terus mengembangkan keterampilan di bidang pertanian melalui kegiatan praktik langsung di lingkungan kampus. Pada Sabtu, 24 Oktober 2026, para pelajar ekstrakurikuler pertanian melaksanakan praktik pengolahan hasil panen, mulai dari penggilingan gabah menjadi beras hingga proses pengemasan, di Istana Beras, Kampus Ma’had Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran pertanian pascapanen yang bertujuan membekali pelajar dengan keterampilan teknis sekaligus pemahaman mengenai pengolahan hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan kampus.

Salah satu pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut, Zahra Alkarimah Binti Aji Umar Abdulaziz, mengatakan bahwa praktik pertanian pada hari itu dilaksanakan di tiga lokasi berbeda, yakni Kultur Jaringan, Raden Paku untuk pengelolaan lahan tebu, serta Istana Beras untuk kegiatan penggilingan dan pengemasan beras.

Zahra bersama timnya mendapatkan tugas di Istana Beras dengan jumlah personel sebanyak 16 orang. Kegiatan dimulai pada pagi hari dengan proses penggilingan beras yang berlangsung sekitar pukul 08.22 hingga 09.58 WIB.

Selain melakukan penggilingan, para pelajar juga bertugas menyiapkan sampel beras hasil pengolahan serta memasang label pada produk yang diproses. Dalam kegiatan tersebut, mereka mengumpulkan sampel beras sebanyak 1,1 kilogram dan melakukan pemasangan sebanyak 201 label.

Setelah proses penggilingan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengemasan beras pada sore hari. Beras yang telah diproses selanjutnya dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para pelajar dan civitas Ma’had Al-Zaytun, sekaligus mendukung kegiatan pemasaran produk pertanian.

Mengembangkan Keterampilan Pertanian dan Agribisnis

Bagi Zahra, keterlibatannya dalam ekstrakurikuler pertanian bukan sekadar mengikuti kegiatan pembelajaran rutin. Ia juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendalami berbagai bidang yang berkaitan dengan pengembangan usaha pertanian.

Zahra mengaku tertarik pada bidang alat dan mesin pertanian (alsintan) serta agribisnis. Menurutnya, kedua bidang tersebut memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas pertanian, mulai dari penggunaan teknologi dan peralatan modern hingga pengelolaan serta pemasaran hasil panen.

Ia menilai pengalaman mengoperasikan alat pertanian, termasuk traktor, menjadi salah satu keterampilan yang berharga bagi pelajar seusianya. Melalui praktik tersebut, para pelajar dapat mengenal penggunaan teknologi pertanian secara langsung, bukan hanya mempelajarinya melalui teori di dalam kelas.

Ketertarikan itu sejalan dengan cita-citanya untuk menjadi pengusaha di bidang pertanian. Zahra berharap dapat memperdalam pengetahuan tentang mesin-mesin pertanian serta mengembangkan usaha agribisnis yang mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki nilai ekonomi.

Ia juga ingin suatu saat memiliki peralatan pertanian modern yang dapat mendukung pengembangan usaha sekaligus meningkatkan kemampuan pengolahan hasil pertanian di Indonesia.

Mendorong Ketahanan Pangan Indonesia

Lebih jauh, Zahra berharap pembelajaran pertanian yang diterimanya dapat memberikan manfaat bagi masa depan pangan Indonesia. Ia ingin semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari pertanian sehingga mampu berkontribusi dalam memperkuat ketersediaan pangan nasional.

Menurutnya, penguasaan keterampilan pertanian sejak dini menjadi salah satu bekal penting untuk membangun kemandirian pangan. Dengan memahami proses produksi, pengolahan pascapanen, hingga pemasaran, generasi muda diharapkan dapat mengambil bagian dalam pengembangan sektor pertanian nasional.

Ia juga berharap Indonesia dapat semakin mengoptimalkan potensi pertanian dalam negeri sehingga ketergantungan terhadap impor pangan dapat dikurangi dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Bagi Zahra, praktik di Istana Beras memberikan gambaran nyata bahwa pertanian tidak berhenti pada kegiatan menanam dan memanen. Pengolahan pascapanen, pemanfaatan mesin, pengemasan, serta pemasaran merupakan bagian penting dari rantai usaha pertanian yang perlu dikuasai.

Di akhir wawancara, Zahra menyampaikan terima kasih kepada para guru yang telah membimbingnya mempelajari berbagai keterampilan pertanian, kepada Syekh Al-Zaytun atas penyelenggaraan ekstrakurikuler pertanian, serta kepada kedua orang tuanya yang mendukung pilihannya.

Melalui kegiatan praktik yang berkelanjutan, para pelajar Ma’had Al-Zaytun diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan tentang pertanian, tetapi juga keterampilan praktis dan wawasan kewirausahaan yang dapat menjadi bekal untuk berkontribusi bagi pembangunan pertanian Indonesia. (Saheel untuk Indonesia)