LEMBANG, lognews.co.id – Gagasan kedaulatan nilai pangan perlu didukung perhitungan yang terukur, strategi pelaksanaan, serta perencanaan yang matang agar dapat diterjemahkan menjadi upaya nyata dalam memenuhi kebutuhan pangan Indonesia.
Pandangan tersebut disampaikan Kaprodi Agronomi Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Dr. Dodi Budirohman, ketika menanggapi gagasan kedaulatan nilai pangan yang dikemukakan dalam pembicaraan mengenai arah pembangunan pertanian Al-Zaytun.
Dodi menyampaikan pandangannya dalam podcast Lognews Media bersama pewawancara Dynasti, S.I.Kom, di lokasi Bimbingan Teknis (Bimtek) Tanaman Sayuran, BRMP Tanaman Sayuran, Lembang, pada Kamis (22/10/2026).
Menurut Dodi, gagasan kedaulatan nilai pangan menarik untuk dikaji lebih lanjut. Namun, konsep tersebut perlu dijelaskan melalui indikator dan perhitungan yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan maupun strategi pengembangan pertanian.
“Selama ini, masyarakat umumnya berbicara mengenai kedaulatan pangan. Namun, kalau kita berbicara tentang kedaulatan nilai pangan, menurut saya, gagasan tersebut perlu dipikirkan secara lebih terukur,” ujar Dodi.
Ia menjelaskan bahwa perencanaan kedaulatan pangan perlu mempertimbangkan jumlah penduduk, kebutuhan konsumsi, kemampuan produksi, dan ketersediaan sumber daya pertanian.
Menurutnya, perhitungan tersebut harus menjadi dasar untuk menentukan langkah yang dapat dilakukan, termasuk pengembangan lahan pertanian dan pemanfaatan wilayah yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan.
Dodi menegaskan bahwa gagasan besar tidak cukup berhenti pada konsep. Diperlukan strategi yang jelas agar gagasan tersebut dapat diterapkan secara bertahap dan dievaluasi berdasarkan hasilnya.
“Namun, perhitungannya tidak boleh berhenti pada angka. Hasil perhitungan tersebut harus diimplementasikan melalui strategi yang nyata, termasuk pengembangan lahan pertanian dan pembukaan wilayah pertanian baru sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah mendengar penjelasan mengenai perhitungan yang dilakukan oleh pihak Al-Zaytun. Meski mengaku belum sepenuhnya memahami seluruh perhitungan tersebut, Dodi menilai gagasan itu memiliki potensi untuk dikaji lebih mendalam.
“Jika dilaksanakan dengan niat, strategi, dan perencanaan yang matang, gagasan tersebut memiliki peluang untuk diwujudkan,” ujarnya.
Menurut Dodi, sumber daya manusia, sumber daya alam, dan kesungguhan dalam menyusun strategi merupakan faktor penting dalam merealisasikan gagasan pembangunan pangan.
Ia mengingatkan bahwa implementasi perlu menjadi perhatian utama agar konsep kedaulatan nilai pangan dapat diterjemahkan menjadi program yang terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, pembahasan mengenai kedaulatan nilai pangan tidak hanya berkaitan dengan gagasan, tetapi juga memerlukan dasar perhitungan, perencanaan, dan pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan. (Saheel untuk Indonesia)



