LEMBANG, lognews.co.id – Penelitian pertanian perlu diarahkan untuk mendukung sistem budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pendekatan tersebut juga menjadi salah satu fokus penelitian mahasiswa Program Studi Agronomi Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), termasuk mahasiswa yang berasal dari Al-Zaytun.
Kaprodi Agronomi Pascasarjana UGJ, Dr. Dodi Budirohman, menyampaikan bahwa penelitian mahasiswa yang dibimbingnya banyak diarahkan pada pengembangan pertanian berkelanjutan, termasuk pendekatan organik dan semi-organik.
Hal itu disampaikan Dodi dalam podcast Lognews Media bersama pewawancara Dynasti, S.I.Kom, di lokasi Bimbingan Teknis (Bimtek) Tanaman Sayuran, BRMP Tanaman Sayuran, Lembang, pada Kamis (22/10/2026).
Dodi menjelaskan bahwa penelitian mahasiswa tidak semestinya hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Penelitian juga perlu memberikan penjelasan ilmiah mengenai suatu persoalan, termasuk ketika hasil yang diperoleh belum sesuai dengan harapan.
“Hampir 90 persen penelitian mahasiswa kami sudah diarahkan pada pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan visi dan orientasi Program Studi Agronomi UGJ,” ujar Dodi.
Ia mengapresiasi mahasiswa yang mulai mengembangkan kemampuan untuk memproduksi pupuk organik secara mandiri sebagai bagian dari upaya mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Menurutnya, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penelitian dapat diarahkan untuk mencari alternatif pengelolaan pertanian yang sesuai dengan prinsip keberlanjutan.
Dodi juga menekankan bahwa hasil penelitian yang belum maksimal bukan berarti penelitian tersebut tidak memberikan manfaat. Kondisi tersebut justru perlu dianalisis untuk menemukan faktor yang memengaruhi hasil.
“Kalau hasilnya belum maksimal, kita perlu mencari tahu penyebabnya. Hasil penelitian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan dasar untuk memperbaiki penelitian berikutnya,” katanya.
Ia menilai proses berpikir ilmiah merupakan bagian penting dalam pendidikan pascasarjana. Mahasiswa harus mampu mengidentifikasi persoalan, melakukan pengujian, menganalisis data, dan menyusun kesimpulan berdasarkan hasil penelitian.
Dalam konteks mahasiswa Al-Zaytun, pendekatan tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan penelitian yang relevan dengan kondisi pertanian setempat. (Saheel untuk Indonesia)
Dodi berharap penelitian yang dilakukan mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya akademik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Menurutnya, perpaduan antara penelitian ilmiah, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan diperlukan untuk mendukung masa depan sektor pertanian Indonesia.



