INDRAMAYU, LOGNEWS.co.id – Suara lantang dan harmonis para pelajar mewarnai kegiatan Qobliyah Jumat di basement Gedung Ali bin Abi Thalib, Kampus Ma’had Al-Zaytun, Jumat (16/10/2026). Sebanyak 51 pelajar dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), hingga kelas VII tampil dalam paduan suara yang membawakan lagu-lagu kelembagaan dan kebangsaan.
Penampilan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter di Ma’had Al-Zaytun. Melalui latihan paduan suara, para pelajar tidak hanya mempelajari teknik bernyanyi, tetapi juga dibiasakan menerapkan kedisiplinan, membangun kepercayaan diri, bekerja sama, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak usia dini.
Pelatih paduan suara Ma’had Al-Zaytun, Mira Dewi Susanti, S.Si., M.P., yang diwawancarai tim Lognews.co.id, menjelaskan bahwa penampilan dalam Qobliyah Jumat kali ini melibatkan 13 pelajar PAUD, 27 pelajar MI, dan 11 pelajar kelas VII. Keterlibatan tersebut disesuaikan dengan arahan pimpinan untuk menampilkan perwakilan dari ketiga jenjang pendidikan tersebut.
“Untuk penampilan Qobliyah 16 Oktober 2026, pelajar PAUD 13, MI 27, kelas 7 11 orang total 51 pelajar (sesuai dengan arahan pimpinan yang ditampilkan kemarin PAUD, MI, dan kelas 7),” jelas Mira.
Ia menerangkan, anggota paduan suara Ma’had Al-Zaytun sebenarnya berasal dari jenjang PAUD hingga kelas XII. Namun, dalam penampilan kali ini, pelajar yang ditampilkan berasal dari PAUD A dan PAUD B, MI kelas I hingga VI, serta kelas VII. Sementara itu, anggota paduan suara kelas VIII hingga XII tidak ditampilkan dalam kesempatan tersebut.
Latihan Tidak Hanya Menghafal Lagu
Untuk menghasilkan penampilan yang kompak dan tertata, para pelajar menjalani persiapan yang mencakup penguasaan lirik, nada, dan tempo lagu. Mereka juga dibiasakan hadir tepat waktu, mengikuti latihan dengan baik, serta mendengarkan dan memahami arahan pelatih.
Menurut Mira, persiapan tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan musikal, tetapi juga pada pembentukan mental agar para pelajar berani tampil di hadapan umum.
“Yang diajarkan hafalan lirik, nada, dan tempo lagu. Kedisiplinan untuk datang dan mengikuti latihan dengan baik serta mendengarkan dan memahami arahan yang diberikan,” ungkapnya.
Selain itu, para pelajar mendapatkan pembiasaan untuk membangun keberanian dan kepercayaan diri. Hal ini menjadi penting, terutama bagi anak-anak usia PAUD yang masih berada dalam tahap awal perkembangan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi.
Persiapan penampilan juga melibatkan koordinasi dengan berbagai pihak. Untuk kostum pelajar PAUD, tim paduan suara berkoordinasi dengan manajemen pendidikan PAUD guna menyiapkan seragam yang telah ditetapkan. Sementara itu, persiapan kostum pelajar MI dilakukan melalui koordinasi dengan guru pelatih paduan suara MI.
Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan setiap unsur penampilan berjalan tertib dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan.
Pelajar MA Dilatih Kepemimpinan dan Kerja Sama
Pembinaan paduan suara di Ma’had Al-Zaytun juga mencakup pengembangan kemampuan kepemimpinan dan kerja sama tim bagi pelajar Madrasah Aliyah (MA).
Mira menjelaskan, pelajar MA diberikan kesempatan untuk terlibat dalam program pelatihan pada jenjang PAUD, MI, dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Melalui keterlibatan tersebut, mereka belajar membantu proses pelatihan sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai pihak yang mendukung kegiatan.
“Untuk pelajar MA diajarkan tentang leadership dan teamwork seperti membantu dalam program pelatihan di level PAUD, MI dan MTs, diajarkan bagaimana membangun komunikasi dengan berbagai pihak seperti guru, petugas sound sistem, panitia acara/kegiatan sehingga penampilan dapat berjalan lancar,” jelasnya.
Pembelajaran tersebut memberikan pengalaman praktis bagi pelajar untuk memahami tanggung jawab, mengelola komunikasi, serta bekerja sama dalam sebuah kegiatan. Dengan demikian, paduan suara tidak hanya menjadi ruang pengembangan seni, tetapi juga sarana pembentukan keterampilan sosial dan kepemimpinan.
Menanamkan Nasionalisme Sejak Usia Dini
Mira menerangkan, pembinaan paduan suara merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tujuan pendidikan Ma’had Al-Zaytun yang tertuang dalam Tahsis poin i, yaitu berkesenian yang memadai. Untuk mendukung tujuan tersebut, Kosmaz memfasilitasi pelatihan paduan suara bagi pelajar dari jenjang PAUD hingga MA.
Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan mampu meningkatkan keterampilan berkesenian sekaligus mengenal dan menghayati lagu-lagu wajib nasional sebagai bagian dari pendidikan kebangsaan.
“Sesuai dengan tujuan pendidikan Ma'had Al-Zaytun yang tertuang dalam tahsis point i, yaitu berkesenian yang memadai, maka kosmaz memfasilitasi dengan adanya pelatihan paduan suara dari tingkat PAUD sampai MA. Selain diharapkan peningkatan kemampuan dalam berkesenian, di paduan suara juga ditanamkan kebangsaan dengan mengajarkan lagu-lagu wajib nasional sehingga pelajar mempunyai jiwa kebangsaan dan rasa nasionalis yang tinggi,” paparnya.
Dalam penampilan Qobliyah Jumat tersebut, para pelajar membawakan sejumlah lagu kelembagaan, di antaranya Mars Al-Zaytun, Mars Universitas Al-Zaytun, Mars Politeknik Tanah Al-Zaytun Indonesia Raya (TANAH AIR), serta Hymne Politeknik TANAH AIR.
Lagu-lagu tersebut menjadi media pembelajaran untuk mengenalkan identitas kelembagaan sekaligus menanamkan nilai kebangsaan, penghargaan terhadap kemanusiaan, dan semangat membangun kehidupan yang harmonis.
Keterlibatan anak-anak sejak usia PAUD memperlihatkan bahwa pendidikan karakter dapat ditanamkan melalui kegiatan yang menyenangkan dan dilakukan secara berulang. Melalui lagu, anak-anak mulai mengenal nilai kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap bangsa.
Dengan pembinaan berjenjang dari PAUD hingga MA, paduan suara di Ma’had Al-Zaytun diharapkan menjadi ruang pengembangan bakat seni sekaligus sarana membentuk generasi yang percaya diri, mampu bekerja sama, dan memiliki semangat kebangsaan. (Saheel untuk Indonesia)

