INDRAMAYU, lognews.co.id – Menjelang pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, para Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Ma'had Al-Zaytun menggelar doa bersama, Minggu (16/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan akhir para Paskibra sebelum menjalankan tugas mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara 17 Agustus di Lapangan Palagan Agung, Ma'had Al-Zaytun.
Baim, reporter Radio Prima 95.8 FM, melakukan live report dari lokasi dan berbincang dengan pembina Paskibra Al-Zaytun, Ustadz Doni, mengenai persiapan para pelajar yang akan bertugas.
Doa Bersama untuk Memperkuat Mental
Ustadz Doni menjelaskan, doa bersama bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi menjadi bagian dari pembinaan spiritual bagi para Paskibra.
Menurutnya, seorang anggota Paskibra tidak hanya dituntut memiliki keterampilan baris-berbaris dan kedisiplinan, tetapi juga harus memiliki karakter serta kekuatan spiritual.
Doa bersama menjadi momentum bagi para anggota Paskibra untuk mempersiapkan mental sekaligus memohon kelancaran dalam menjalankan tugas pengibaran bendera Merah Putih.
“Paskibra tidak saja terampil dalam berbaris dan disiplin dalam sikap, namun juga memiliki karakter dan kemampuan spiritual,” ujar Ustadz Doni.
99 Pelajar Terpilih Siap Bertugas
Persiapan Paskibra Ma'had Al-Zaytun telah dilakukan selama lebih dari 10 bulan. Dari sekitar 200 pelajar yang mengikuti proses seleksi awal, sebanyak 99 pelajar akhirnya terpilih untuk menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 RI.
Para anggota tersebut terdiri dari 60 rijal atau laki-laki dan 39 nisa atau perempuan.
Selama proses pembinaan, para Paskibra ditempa dalam berbagai aspek, mulai dari keterampilan, kedisiplinan, fisik hingga mental.
Proses penilaian juga tidak hanya dilakukan oleh pembina Paskibra. Kehidupan para pelajar di asrama dan aktivitas mereka di kelas turut menjadi bagian dari penilaian melalui wali kelas masing-masing.
Menurut Ustadz Doni, sistem tersebut menjadi salah satu hal yang membedakan pembinaan Paskibra di Mahad Al-Zaytun.
Tugas Paskibra Jadi Bentuk Cinta Tanah Air
Menjelang pelaksanaan upacara, Ustadz Doni berharap seluruh anggota Paskibra mampu menunjukkan dedikasi terbaik sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Menurutnya, tugas mengibarkan bendera bukan hanya sekadar menjalankan seremoni, tetapi juga menjadi bentuk nyata rasa cinta terhadap Indonesia.
Ia juga menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga semangat kebangsaan di tengah berbagai dinamika sosial, politik dan ekonomi yang terjadi saat ini.
Ikrar Pemuda Perkuat Nasionalisme
Selain pembinaan Paskibra, Ma'had Al-Zaytun juga terus mengingatkan para pelajar mengenai pentingnya memahami jati diri sebagai pemuda Indonesia melalui Ikrar Pemuda Indonesia.
Ustadz Doni mengatakan, ikrar tersebut menjadi pengingat bagi generasi muda mengenai identitas, tanggung jawab dan kecintaan terhadap tanah air.
Nilai yang ditanamkan mencakup kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepatuhan terhadap Undang-Undang, kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia serta penggunaan bahasa Indonesia.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting untuk menjadi landasan bagi para pemuda dalam menjalankan perannya sebagai generasi penerus bangsa.
Dengan doa bersama yang digelar malam sebelum pelaksanaan upacara, para Paskibra Ma'had Al-Zaytun kini bersiap menjalankan tugas penting pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Sebanyak 99 pelajar yang telah menjalani pembinaan selama lebih dari 10 bulan diharapkan mampu menjalankan tugas dengan disiplin, penuh tanggung jawab dan khidmat saat mengibarkan Sang Merah Putih di Lapangan Palagan Agung.
(Baim untuk Indonesia)



