INDRAMAYU, lognews.co.id – Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) terus membuktikan komitmen dalam memadukan dunia pendidikan dengan aksi nyata di lapangan. Senin, 6 Juli 2026, mulai pukul 15.30 hingga 17.30 WIB, mahasiswa Fakultas Tarbiyah yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) melaksanakan kegiatan penyiraman pohon durian.
Kegiatan yang berlangsung di lokasi tanam area perkebunan di sisi barat Jalan Jamas ini merupakan bagian dari kontribusi aktif civitas akademika dalam mensukseskan program besar yang dicanangkan oleh Syaykh Al-Zaytun. Kawasan pertanian produktif ditanami jenis durian yang memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan yakni durian varietas premium Kadu Hideng atau Black Thorn Durian.
Aksi turun ke lahan ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang, melainkan sebuah manifestasi dari misi perguruan tinggi untuk membangun budaya pribadi yang mandiri untuk berkontribusi bagi negara dan dunia. Demi mensukseskan pendidikan yang berbasis pada kemandirian ekonomi, melalui kegiatan penyiraman dan perawatan pohon durian ini, para mahasiswa diajak untuk memahami secara langsung pentingnya membangun kemandirian bangsa melalui penguatan ketahanan pangan dengan memaksimalkan potensi lokal yang dimiliki.
Dalam kegiatan kali ini, para mahasiswa bertanggung jawab merawat area yang cukup luas, mencakup 32 bedeng dengan total lebih dari 500 pohon durian Black Thorn atau Kadu Hideng. Guna memastikan pertumbuhan pohon optimal, mahasiswa telah mendapatkan jadwal rutin untuk melakukan penyiraman sebanyak 2 kali dalam satu pekan. Kegiatan terjadwal ini menjadi bukti komitmen kuat kampus dalam menumbuhkan kesadaran peduli lingkungan (environmental awareness) sekaligus etos kerja yang mandiri pada diri mahasiswa.
Merawat ratusan pohon di lingkungan sekitar adalah langkah awal dari sebuah gerakan perubahan yang besar. Institusi percaya bahwa kontribusi sekecil apa pun terhadap alam akan membawa resonansi yang luas. Tindakan ini dapat memberi dampak global, acting locally but impacts globally. Dengan konsisten merawat ratusan pohon durian ini, kampus tidak hanya mencetak generasi peduli lingkungan, tetapi juga ikut serta menjawab tantangan dunia dalam mewujudkan SDGs: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui kemandirian pangan berbasis potensi lokal.
Kontributor: Dewi Utami



