Friday, 28 August 2026

Al-Zaytun Kembali Dipercaya Masyarakat Indonesia Timur, Khidir Datang dari Kupang untuk Menjadi Pelajar Ma'had Al-Zaytun

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

INDRAMAYU, lognews.co.id - Antusiasme masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia untuk bergabung dengan Mahad Al-Zaytun kembali terlihat pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027. Salah satunya datang dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menempuh perjalanan selama tiga hari dua malam demi mendaftarkan putranya sebagai calon siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Foto: Pelajar bernama Khidir yang berasal dari NTT (Nusa Tenggara Timur)

Khidir, lulusan SD Muhammadiyah 2 Kupang, menjadi salah satu calon peserta didik yang menarik perhatian. Bersama ayahnya, Saifuddin, ia berangkat dari Kupang menggunakan kapal menuju Surabaya pada 20 Juni 2026. Setelah singgah di Malang untuk mengunjungi keluarga, perjalanan dilanjutkan menuju Indramayu hingga akhirnya tiba di Mahad Al-Zaytun pada Kamis (25/6/2026).

Meski harus menempuh perjalanan panjang lintas pulau, semangat Khidir untuk menjadi bagian dari Mahad Al-Zaytun tidak surut sedikit pun.

Lingkungan Asri Menjadi Daya Tarik

Saat ditanya alasan memilih Mahad Al-Zaytun, Khidir menjawab singkat namun penuh keyakinan. Menurutnya, lingkungan Al-Zaytun yang asri dan dipenuhi pepohonan menjadi kesan pertama yang membuatnya tertarik.

Ia mengaku kondisi tersebut berbeda dengan daerah asalnya di Kupang yang memiliki lebih sedikit pepohonan. Selain itu, keinginan untuk memperoleh banyak teman dari berbagai daerah di Indonesia juga menjadi motivasi tersendiri baginya untuk melanjutkan pendidikan di Al-Zaytun.

Sebelum berangkat ke Indramayu, Khidir juga telah berpamitan kepada guru dan teman-temannya di SD Muhammadiyah 2 Kupang. Ia berharap seluruh guru dan sahabatnya selalu diberikan kesehatan serta mendoakan dirinya agar dapat menempuh pendidikan dengan baik di lingkungan yang baru.

Informasi dari LognewsTV Yakinkan Orang Tua

Di balik keputusan tersebut, sang ayah, Saifuddin, memiliki pertimbangan tersendiri. Ia berharap putranya dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri serta memiliki pergaulan yang luas karena belajar bersama siswa yang berasal dari berbagai provinsi bahkan luar negeri.

Saifuddin mengungkapkan bahwa informasi mengenai Mahad Al-Zaytun pertama kali diperolehnya melalui tayangan Lognews TV. Menurutnya, berbagai liputan mengenai aktivitas pendidikan di Al-Zaytun memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai lingkungan belajar, fasilitas, serta kehidupan para santri.

"Supaya dia lebih mandiri, lebih dewasa, dan punya banyak teman dari berbagai daerah," ujarnya.

Kepercayaan Orang Tua Terus Menguat

Selain kisah perjalanan Khidir dari Nusa Tenggara Timur, pelaksanaan PPDB juga diwarnai cerita dari keluarga Karlina asal Serpong, Tangerang Selatan. Tahun ini, ia kembali mendaftarkan putra bungsunya, Akmal Majid Ramadan, sebagai calon siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Foto: Kelurga Ibu Karlina Asal Serpong yang berhasil menyekolahkan ke 9 anaknya di mahad Al-Zaytun

Akmal merupakan anak kesembilan dalam keluarga tersebut. Sebelumnya, lima anak Karlina telah menjadi alumni Mahad Al-Zaytun, sementara tiga lainnya masih menempuh pendidikan di lingkungan mahad. Dengan bergabungnya Akmal, kini empat anaknya menjalani pendidikan secara bersamaan di Al-Zaytun.

Menurut Karlina, keputusan tersebut lahir dari kepercayaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Selain merasa cocok dengan sistem pendidikan di Al-Zaytun, ia mengatakan putra bungsunya juga memiliki keinginan sendiri untuk belajar bersama kakak-kakaknya.

"Hatinya memang sudah di sini. Dia ingin kumpul dengan kakak-kakaknya, jadi semangat sekali masuk Al-Zaytun," tuturnya.

Pelaksanaan PPDB Mahad Al-Zaytun Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung hingga 27 Juni 2026. Panitia memperkirakan jumlah peserta akan terus bertambah mengingat masih terdapat sejumlah rombongan calon peserta didik dari berbagai daerah yang dijadwalkan tiba dalam beberapa hari terakhir pelaksanaan pendaftaran. (Sahil untuk Indonesia)