INDRAMAYU, lognews.co.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menyiapkan langkah pengawasan terhadap peredaran mainan anak di lingkungan sekolah sebagai upaya mengantisipasi masuknya squishy yang dilengkapi jarum suntik.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kewaspadaan pemerintah daerah terhadap potensi bahaya mainan yang tengah menjadi perhatian nasional, terutama apabila menggunakan jarum suntik yang tidak steril atau berasal dari limbah medis.
Hal itu disampaikan Retno Sulastri, S.K.M., M.H.Kes., Sanitarian Madya sekaligus Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dalam talkshow Konferensi PERS (Prima Edukasi Ruang Siaran) di Radio Prima 95,8 FM Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Dalam dialog bertema Generasi Pelanjut dalam Bayang-Bayang Bahaya: Kasus Squishy Suntik yang berlangsung pukul 10.00-11.00 WIB, Retno menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas kesehatan di wilayah puskesmas untuk memperkuat langkah pengawasan.
Menurutnya, koordinasi tersebut diarahkan pada pemeriksaan mainan di lingkungan sekolah serta kawasan tempat anak-anak biasa membeli permainan.
"Kami berkoordinasi dengan pihak terkait, mungkin dari Kesti dan dari puskesmas tersendiri untuk melakukan razia mainan di sekolah maupun tempat permainan," jelasnya.
Retno juga menyoroti penggunaan jarum suntik tajam yang tidak memiliki penutup dan tidak terjamin sterilitasnya. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi masuk dalam kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) infeksius.
Ia merujuk pada ketentuan pengelolaan limbah medis yang disebutnya dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023. Oleh karena itu, jarum suntik bekas tidak boleh diperlakukan sebagai bagian dari mainan maupun diperjualbelikan secara bebas.
Selain pengawasan, Dinas Kesehatan juga mendorong edukasi kepada sekolah dan masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan permainan yang digunakan anak-anak.
Talkshow tersebut dipandu Dynasti, S.I.Kom., dengan menghadirkan AKP Boby Bimantara, S.Tr.K., S.I.K., M.H., dan Iptu Yoga Nanda Pratama, S.Tr.K., M.Si., sebagai narasumber dari Polres Indramayu.
Melalui langkah pengawasan dan koordinasi lintas sektor, Dinas Kesehatan berharap lingkungan sekolah dapat menjadi ruang yang lebih aman bagi anak-anak dari potensi paparan benda berbahaya. (Saheel untuk indonesia)



